
Setelah ketahuan menyamar menjadi Yanwu dan kalah dalam permainannya sendiri, akhirnya terbongkar sudah bahwa sosok menyeramkan telah menyamar menyerupai Yanwu sama persis dan baru diketahui sekarang.
Dia sampai marah ketika penyamaran terbongkar hingga mengatakan ancaman yang begitu mengejutkan kepadaku dan Willy. Mengancam dengan kemampuan ilusinya, mungkin saja. Mengingat lagi perkataan sebelumnya yang dia ucapkan.
Sosok itu kembali berubah menjadi dirinya setelah meniru targetnya lalu menuju ke arah kami secara spontan dengan kecepatan yang diluar nalar.
"Dia sudah di depan mataku!?"
Yang tiba-tiba saja sosok tersebut sudah di depan mataku hendak menyerang dengan satu tangannya, lebih tepatnya mengunakan kuku-kukunya yang tajam.
"Kekekke.."
Bugh!
Satu pukulan keras mendarat di pipi sosok menyeramkan itu, dikala kecepatan menyerangnya yang aku rasa dalam hitungan detik namun berhasil digagalkan oleh Willy.
Dras...
Sosok itu tersungkur hingga terseret-seret pada lantai lalu berdiri kembali dan menghilang. Jantungku di buat berdetak kencang setiap detiknya melihat mata sosok itu mengarah tajam kepadaku.
Wosh...
"Aaa!!!"
Menghilang dalam kondisi minim cahaya ini dan muncul dari bawah hendak menyerang ku lagi. Tentu saja aku teriak keras karena melihat wajahnya yang sudah rusak parah tak bisa dikondisikan.
Bag!!
Kali ini aku terselamatkan kembali berkat Willy yang langsung mengetahui arah serangannya sosok menyeramkan itu tadi.
Pukulan pun tak tanggung-tanggung ia pukul kan pada wajah sosok menyeramkan tersebut hingga sebagian wajahnya rusak parah berlumuran darah berwarna hitam.
Namun disaat dia melakukan pukulan pada sosok itu Willy sudah mendorongku kebelakang.
Beberapa saat sosok itu kembali bangkit dan akan melakukan penyerangan kembali tapi sepertinya dia sudah kehabisan tenaga hingga membuatnya tak bisa berdiri dengan sempurna.
__ADS_1
"Hebat juga manusia sepertimu bisa melampaui kecepatanku dalam ilusi ini. Harusnya aku yang unggul tapi mala sebaliknya aku terluka parah seperti ini!" ucap sosok menyeramkan itu dia kesulitan dalam berbicara serta mengakui bahwa Willy benar-benar telah melampaui kecepatannya.
Memang benar apa yang dikatakan oleh sosok itu barusan, Willy sangat cepat ketika melihat aksi penyerangannya. Aku pun tidak tahu mengapa Willy bisa secepat itu, apa mungkin karena kaki satunya?
Kristal dari kemampuan Yanwu masih melekat pada kaki Willy sama seperti sebelumnya membentuk bagian kaki sempurna.
"Aku tidak tahu makhluk apa kau itu, aku menilainya kau itu seperti pecundang karena beraninya menyerang wanita bukan duel satu lawan satu denganku. Mungkin... kau berniat menyerang lawan yang terlihat lemah untuk dijadikan sandera, benar bukan?" ucap Willy perkataannya tertuju pada sosok menyeramkan tak jauh di depannya.
"Tepat. Kau itu memahami sekali ya, sama seperti temanku, dia pintar dalam menganalisa situasi. Tapi sayangnya dia sudah pergi meninggalkanku Lebih dulu," ucap sosok menyeramkan itu, perkataannya kini sulit untuk dipahami, mungkin Willy juga berpikir demikian.
"Aku ini sebenarnya bukan makhluk yang seperti ini sebelumnya, hanya saja sebagian jiwaku telah dijadikan boneka oleh musuh yang akan kalian hadapi selanjutnya. Sebagai rasa bersalah dan perpisahan terakhir karena kamu anak muda, yang telah menyadarkan ku maka aku akan memberimu..."
Belum usai dia berbicara terdengar suara retakan seperti kaca yang akan retak. Aku berusaha mencari sumber bunyi tersebut yang ternyata suara retakan itu berasal dari ilusi ini.
Ruang lingkup ini terlihat retak perlahan-lahan lalu pecah pada sisi belakang sosok menyeramkan itu dan...
Greb!
Blash...
"Aargh!!!"
"Hey, siapa kamu!?" ucap Willy lantang.
Kemudian retakan dibelakang sosok tadi yang hangus semakin membesar berbeda dengan retakan di sekitaran ku.
Muncul bayangan seseorang dari retakan yang sudah hancur berkeping-keping yang ternyata adalah Yanwu.
"Jadi, dia selama ini menyelamatkan aku dan Willy ya dari penjara ilusi ini?"
"Maaf aku baru datang!" ucapnya sembari berjalan menuju kemari.
Setelah menjelaskan kemunculannya, bahwa Yanwu sebenarnya pergi mencari orang yang dicari itu sendiri tanpa bantuan dariku dan juga Willy.
Dia menyampaikan pula hal yang tak terduga pada kami berdua kalau para monster di tempat ini sudah dihabisi olehnya tanpa sisa.
__ADS_1
Bahkan sebagian sosok menyeramkan yang dijadikan budak telah ia selamatkan tanpa sepengetahuan kami berdua.
Memang perkataan Yanwu terlihat menyakinkan tapi belum bisa membuatku seratus persen percaya kepada-nya.
Hujan deras disertai petir masih berlangsung hingga kini, belum berhenti yang seakan-akan terus hujan untuk beberapa menit maupun jam kedepan.
Willy memberikan pertanyaan kepada Yanwu setelah menjelaskan panjang lebar kepada kami. Seperti ada yang mengganjal di hatinya ketika aku melihat wajahnya.
"Lalu apa buktinya kamu telah menghabisi semua makhluk yang ada di tempat ini? Setahuku mereka sangat kuat dalam hal ilusi dan penyerangan mendadak?"
"Bukti. Aku tidak memerlukan itu untuk menyakinkan dirimu, dan percuma saja!"
"Palingan kamu berbohong kan?"
"Sudah sudah. Kalian jangan bertengkar! Bukannya kalau begini kita bisa tenang setelah kejadian tadi..." ucapku menjadi penengah mereka berdua.
Beberapa saat kemudian, kami keluar dari rumah besar itu. Tempat para sosok menyeramkan dan monster tinggal di sana.
Walaupun kondisi di luar rumah hujan deras tetap kami terjang, karena Yanwu mengatakan akan menggunakan kemampuan miliknya dalam menghalau hujan.
Dengan pelindung seperti shield disekitar aku dan Willy sehingga jatuhan air hujan tidak sampai mengenai kami.
Melewati jalanan yang dulunya masih digunakan sebagai sarana transportasi darat yang sekarang ini menjadi tempat di tumbuhi rerumputan liar dan hanya jalanan biasa.
Melewati bekas rumah sakit tua terbengkalai yang hampir ambruk karena bangunannya semakin rusak termakan usia, terlihat condong kesamping.
Berbagai tempat kami lewati sambil berjalan kaki di tengah guyuran hujan yang tidak tersentuh sama sekali.
Mengobrol berbagai hal terutama pada topik dunia ini dengan pandangan masing-masing. Willy mengatakan jika dia dulunya adalah seorang pelajar biasa sebelum berada di dunia ini.
Lalu haus akan niat membunuh setelah tahu hukum mengerikan hidup di tempat yang asing seperti ini. Berbeda dengan dunianya, dunia ini sangat aneh katanya. Manusia bisa memiliki kemampuan super seperti di komik-komik.
Willy juga mengatakan ia memiliki harapan untuk dapat keluar dari sini meski dibayangkan olehnya sangat mustahil. Tapi dia selalu berharap setiap waktu demi bertemu dengan orang yang dia sayangi di dunia alternatif.
Walaupun kemungkinannya kecil hanya satu persen saja, ia tetap bertaruh pada kemungkinan itu. Berbeda denganku yang masih setengah-setengah.
__ADS_1
Sedangkan yang mengejutkan adalah Yanwu dia mengaku berasal dari tahun 1868 lalu entah mengapa bisa berada di dunia ini. Menurutnya cuma satu jawaban yang sesuai dengan pertanyaannya bahwa dia sebelumnya melakukan bunuh diri.