
"Baru saja aku ingat jika Siniken bisa meniru kemampuan milik seseorang hanya dengan menyerupai wajah yang dia tiru."
"Tapi sekarang ini dia kelihatannya tidak bertenaga sama sekali. Apa karena duel sehabis melawan orang berkemampuan telekinesis itu ya?"
Crak!
Tanpa disadari serangan mendadak mengarah langsung kepada pangeran dari arah samping, ketika dia masih membungkam mulutku dan mencengkeram leher Siniken.
Seketika Pangeran terpental karena tubuhnya terbelah menjadi dua, untungnya aku sempat menghindar karena mengetahui arah datang nya serangan.
Meskipun begitu kemampuan milik pangeran dapat membuat tubuhnya kebal terhadap serangan fisik. Dilihatnya sekarang ini dia masih mampu berdiri seperti sediakala tanpa bekas apapun, setelah terkena serangan benda tajam itu.
Kemampuan air yang dapat membuat si pengguna berubah menjadi kemampuannya itu sendiri.
"Sepertinya ada tamu tak diundang yang datang!" kata pangeran.
Pintu kamar ini terlihat berlubang awal mula serangan tadi berasal. Dari serangannya saja aku faham siapa tamu tak diundang tersebut.
Brak!
"Ternyata cuma orang asing, kukira siapa."
"Pangeran, dia orang yang menyerang kami dari awal!" ucapku setelah pintu terbuka dengan kerasnya, lalu pintu tersebut melayang dan menjadi beberapa potongan kecil kayu tajam.
Shut! shut! shut!
Entah mengapa orang ini datang dan langsung menyerang kami secara beruntun.
Yang akhirnya Pangeran dibuat melindungiku dari serangan kayu-kayu tajam berasal dari serpihan pintu, sementara Siniken dia tergeletak dengan senyum di wajahnya yang hanya terlihat bagian mulutnya saja karena rambut menutupi wajahnya.
"Apa dia yang...?"
"Eeeg!?"
"Kenapa tubuhku tidak bisa di gerakan? Apa ini ulah Siniken yang meniru kemampuan milik Nie?"
Kucoba untuk berbicara dan berusaha untuk memberitahukan kepada pangeran, namun mulutku sama sekali tidak bisa digerakkan.
Jleb!
"Tidak!? Aku..."
"Apa yang kamu lakukan?" Pangeran menoleh kebelakang dan melihatku yang menusuknya dengan serpihan kayu.
Saat ini aku tidak bisa menjelaskan detail-nya kepada Pangeran akibat terpengaruh kemampuan milik Siniken atau lebih tepatnya yang dia tiru dari Nie.
"Julian Julian... Rupanya kamu masih bisa lengah ya. Apa karena otakmu isinya cuma wanita, sehingga dapat dengan mudahnya aku kelabui."
"Aku tahu, meskipun kamu ini tidak mempan terhadap serangan fisik, namun ada celah di mana tubuhmu sangat rapuh, yaitu pada saat kamu menggunakan teknik kemampuan itu!"
Apa dia adalah pangeran yang di bicarakan oleh Tuan Mizu pada saat aku mengobrol dengannya. Mana mungkin pangeran dapat semudah ini dikalahkan.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin kamu bisa mengetahuinya? Lalu, apa dia ini bala bantuan mu?"
"Cih, saat kamu mencekik leherku bersamaan dengan diriku yang terangkat, aku sempat menggunakan senjata as ku. Bisa dibilang ini adalah kemampuanku yang diperkuat yang bisa meniru kemampuan milik orang lain!"
"Lalu, untuk kelemahan mu itu. Aku mengetahuinya saat kita terakhir kali bertarung."
"Aku akui kamu ini sangat pintar dalam hal rencana dan strategi. Tapi sayangnya kamu ini bukan asli ras kami, melainkan ras manusia tidak berkemampuan dari hasil percobaan!"
"Ingat ini Putri. Perang akan terjadi beberapa hari lagi, yang sebenarnya sudah dimulai, namun tertunda. Jadi..."
"Cukup omong kosong mu itu."
"Dia mati?"
Aku pun terperangah melihat pangeran berubah menjadi wujud air. Namun aku yakin kali ini dia benar-benar sudah pergi.
"Apa aku tidak bisa menggunakan kemampuan ku saat ini? Ini benar-benar sangat menyulitkan ku!"
"Mari kita lanjutkan pembicaraan kita, Putri!"
"Jadi aku ingin merekrut mu menjadi ratu di ras manusia, mungkin kamu masih belum mengerti mengapa aku ini berada di pihak mereka, ya, itu karena aku bukan benar-benar ras manusia berkemampuan."
"Aku adalah mata-mata yang sedang mencari informasi di pihak musuh, lalu dengan itu aku berusaha mencari kelemahannya demi membinasakan para ras manusia penyihir itu."
"Akhir yang bahagia karena di dunia ini tidak akan ada lagi kemampuan seperti itu!"
Akhirnya mulutku dapat aku gerakkan.
"Tentu saja membunuh semua orang di dunia ini!"
"......."
"Dia benar-benar gila ingin membunuh semua orang di dunia ini, kalau pun bisa pasti akan sangat sulit!"
"Kecuali... dia menggunakan kemampuan milikku. Tunggu dulu, harusnya dia tinggal meniru kemampuanku saja kan. Mengapa harus repot-repot merekrut ku?"
"Kamu sedang memikirkan sebuah rencana kan? Sudah aku bilang dari awal kamu ini memang cocok denganku!"
"Aku mau tanya?" aku pun bertanya kepadanya.
"Hehe boleh, silahkan."
"Bagaimana kamu meniru kemampuan seseorang tanpa menirunya terlebih dahulu, bukannya tadi saat kamu dicekik, kamu masih menjadi dirimu?"
"Lalu bagaimana bisa kamu mengendalikan orang berkemampuan telekinesis itu tanpa menjadi Nie?"
"Hanya itu kah, pertanyaan mu. Aku kira itu adalah rencana terbesar mu, Putri. Ya, sudah. Aku akan memberitahu mu."
"Itu karena aku hanya meniru sebagian bentuk tubuh seseorang atau wajahnya dan itu masih bisa membuatku meniru kemampuannya!"
"Lalu apa semua kemampuan bisa kamu tiru, aku yakin kemampuan milik Geisha kamu tidak akan bisa menirunya!"
__ADS_1
"Oh... kamu berusaha menjebakku ya?"
"Ah, iya. Aku ketahuan!"
"Tunggu, kenapa kamu tersenyum seperti itu?"
"Apa yang kamu lakukan.. argh!!"
Sebenarnya dari awal pangeran sudah memberitahu ku untuk waspada terhadap rencana licik Siniken.
Ketika dia masih terlelap dalam pingsannya aku sempat berbicara dengan Pangeran.
Flashback on
"Kita akan berkerja sama untuk mengalahkannya!"
"Eh, dia?"
"Iya, Siniken."
"Bukannya sekarang waktunya untuk menghabisinya!"
"Aku ingin tahu rencana sebenarnya dia menyusup sejak lama di kerajaan. Jadi kita harus bekerja sama dalam sandiwara nanti. Aku rasa akting mu sebagus aktor layar lebar, jadi aku tidak akan mempermasalahkannya."
"Humph, apa untungnya buatku?"
"Dasar wanita. Kamu ini sama saja dengan yang lainnya! Bagaimana kalau jaminan kebebasan temanmu?"
"Huh...?"
"Aku akan membebaskan temanmu yang di tangkap waktu itu."
Flashback off
Sekarang ini Pangeran berada dalam tubuh Siniken dalam bentuk cair. Guna menjadi seluruh sel darah Siniken agar dapat mengendalikannya.
"Aku rasa aku akan mengecek kondisi mereka terlebih dahulu, Geisha dan Nie!"
Lalu untuk orang yang memiliki kemampuan telekinesis dia masih terjaga namun diam di tempat seperti mematung. Lalu aku pun meninggalkan kamar tersebut.
Tap! tap! tap!
Aku berlari menuju ke tempat mereka Nur dan Geist. Lorong tempat ini sangat lembab di bagian samping maupun atasnya.
Ada tetesan air rembesan dari atas dan lumut di bagian bawahnya. Yang membuatku harus berhati-hati.
Kembali aku merasa penasaran terhadap sekelilingku ini dimana posisiku berada di dalam ruang bawah tanah.
Ketika hampir sampai di pintu tempat Geisha dan Nie berada, aku berhenti sejenak. Menurutku ada banyak lagi ruangan di tempat ini.
Lagipula aku tidak tahu berapa luas tempat ini dan kedalamnya.
__ADS_1