Last Life

Last Life
Sesuai Dengan Arahan Dan Perintah


__ADS_3

Dharr!!


Suara ledakan terdengar cukup keras diduga berasal dari dalam wilayah ras manusia tidak berkemampuan mengagetkan diriku maupun maupun yang lain.


Tak lama terlihat asap tebal yang memperkuat dugaan bahwa ledakan tadi memiliki radius luas dan daya ledaknya sangat tinggi sesuai dengan suaranya ledakannya.


Bahkan bisa terlihat dari bagian paling atas dinding pembatas wilayah itu.


Penjaga pada bagian luar maupun prajurit kerajaan yang sepertinya belum memasuki wilayah tersebut sempat tercengang saat aku amati dari jauh.


Hanya saja aku merasa kasian pada mereka yang menjadi korban dari keganasan perang dan hal seperti ini harusnya tidak terjadi.


Sayangnya takdir berkata lain, mengharuskan manusia untuk selalu mengantisipasi hal-hal yang belum terjadi disaat dirinya dalam keadaan baik-baik saja. Serta mempersiapkan kemungkinan di masa depan, entah itu baik atau buruk.


Sebuah kotak berwarna hijau terlihat keluar dari pesawat besar ciptaan Brain lalu turun kebawah tak jauh dari posisi diriku saat ini.


Pesawat itu memang sudah dikeluarkan oleh Yanwu dari dalam cincin ruang sebelumnya, atas persetujuan bersama sebagai tumpangan memasuki wilayah ras manusia tidak berkemampuan.


Dan untungnya pesawat ini memiliki teknologi canggih memungkinkan keberadaannya tidak terlihat maupun tidak terdeteksi, sehingga tak mudah diketahui oleh orang lain yang tak masuk dalam daftar, seingat ku Brain mengatakan hal ini padaku.


Drep!


Aku pun bergegas pergi menuju kotak itu setelah Yanwu memimpin langkah awal, diikuti oleh yang lain juga


Didalamnya ternyata seukuran kamar tidur pada umumnya tak ada perabotan kosong seperti didalam lift.


Ting!


Pintu ruang kotak ini terbuka dan aku dibuat terkejut melihat isi pesawat besar ini dengan berbagai alat atau mungkin temuan baru.


Bukan hanya aku saja yang lain pun ikut merasakan hal sama sepertiku.


Yang padahal ruangan ini masih belum memenuhi isi pesawat membayangkan setiap ruangan dan isinya saja membuatku bersemangat.


"Astaga... didalam pesawat ini sangat menakjubkan, apa ini buatan manusia?" ucap Lisa.


"Lebih tepatnya buatan imajinasi seorang manusia!" sahut Ryu.

__ADS_1


Jujur, aku merasa seakan-akan diriku berada di sebuah ruangan besar berteknologi masa depan.


Ada pula robot seukuran manusia tergantung pada besi panjang yang terhubung dengan bola energi seperti chip.


Sebuah senjata berbagai model terpajang pada dinding lengkap dengan peluru didekatnya.


Apa mungkin Brain sengaja mempersiapkan semua ini?


Dan aku pun bertanya-tanya dalam hati sementara waktu hingga menghentikan langkahku sekalian melihat sekitaran ruangan ini.


"Anak itu mendetail sekali saat berimajinasi yang digabungkan dengan kemampuan miliknya, itulah mengapa dia selalu diam dan masa bodoh pada orang lain. Sebenarnya Brain mengamati sekitarnya sebagai referensi. Dan berbagai ciptaannya ini didalam pesawat besar ini berasal dari imajinasinya pula seperti sebuah mahakarya dan temuan hebat!" ucap Ryu mengagumi ciptaan Brain maupun imajinasinya.


Karena bagi Brain si pemilik kemampuan luar biasa bagiku harus memiliki imajinasi yang tinggi sejalan dengan kemampuan yang dimilikinya. Agar tercipta sebuah ciptaan terbaik.


Sementara Yin aku lihat berlarian kesana kemari membuat Lisa kerepotan saat memperingatinya.


"Hati-hati. Kamu bisa saja terluka!" ujarnya pada Yin.


"Astaga... anak itu memang bandel, dia terlalu penasaran pada hal yang belum pernah dia lihat!" ujar Ryu yang berada di sampingku.


"Tidak Ryu, Yin itu anak yang sangat aktif."


Beruntungnya aku masih ingat titik koordinat tempat itu dan sempat bertanya mengenai koordinat ini kepada Hiyou waktu itu.


Sebelumnya Yanwu menegaskan padaku untuk langsung menghapus kemampuan ketika sampai di tempat tujuan. Alasannya demi mencegah penundaan karena masalah tertentu.


Bahkan perkataan Kino waktu itu masih terdengar jelas di kepalaku seperti alarm pemberitahuan. Memperingati diriku pada kemungkinan terburuk saat menunda penghapusan kemampuan ketika sampai.


Pesawat ini katanya dikendalikan otomatis asal titik koordinat pendaratan maupun tujuan telah teridentifikasi.


"Hmm, bagaimana Yanwu mengetahui tempat untuk menentukan koordinat ya?"


Dari jendela aku bisa melihat keadaan di bawah wilayah ini yang terlihat seperti di dunia asalku, bedanya wilayah ini sangat canggih perkembangan teknologinya.


Sayangnya pemandangan indah yang aku lihat ternodai oleh api yang menjalar pada setiap bangunan, dan hal itu disebabkan oleh kemampuan seseorang.


Aku juga melihat kemampuan pembekuan seseorang yang membekukan robot-robot penjaga wilayah ini.

__ADS_1


Sementara penjaga manusia tidak berkemampuan mencegah mereka agar tidak merusak lebih banyak tempat.


Pesawat tempur tak kalah ikut membantu mencegah kerusakan yang semakin parah, namun di tempat lepas landas sebuah pohon besar muncul hingga menghancurkan sekitaran.


"Di pihak kerajaan rupanya sudah sudah matang melakukan penyerangan ini, ini seperti bukan perang menurutku!" ucap Ryu.


"Bukan perang, berarti... ras manusia tidak berkemampuan tidak menyangka hal ini bisa terjadi dan Raja sudah menipu perwakilan mereka saat itu dengan deklarasi perdamaian."


"Mungkin tujuan Raja meresmikan deklarasi itu guna membuat lengah ras manusia tidak berkemampuan, pasti itu."


Yanwu kemudian pergi kembali dengan niatan untuk mencegah alat berbahaya ras manusia tidak berkemampuan. Sekaligus menghentikan ras manusia berkemampuan berbuat melampaui batas.


Beberapa menit sudah perjalanan akhirnya pesawat ini berhenti di udara yang artinya telah sampai di tempat tujuan.


Menggunakan kotak yang sama seperti sebelumnya aku pun turun kebawah bersama Lisa, Ryu, dan satu orang lagi. Sementara Yin menunggu didalam pesawat.


"Harusnya di sini tempatnya!?"


"Apa kamu nyakin Anita, aku tidak melihat sebuah sumur seperti yang kamu katakan?" ucap rekan pilihan Lisa padaku, sementara diriku memastikan.


Beberapa saat mencari sumur samaran tempat penghapusan kemampuan sama sekali aku tidak melihatnya.


Hasilnya nihil ketika aku cari di sekitar tempat ini yaitu titik koordinat sesuai ingatanku.


"Tunggu, ada kemungkinan kenapa sumur itu tidak aku temui. Pertama dipindahkan oleh seseorang yang mengetahui rahasia sumur itu, kedua sumur itu berbeda tempat pada pengulangan waktu ini. Karena terakhir kali aku kemari di waktu normal dunia ini, begitulah."


"Jangan bergerak! Kalian telah dicurigai memasuki tempat ini tanpa ijin saat dalam situasi darurat!" ucap seorang penjaga yang pernah aku kenal wajahnya, tapi aku lupa namanya.


Bruk!


Secara bersamaan semua penjaga yang sedang mencoba mengepung diriku maupun yang lain ambruk seketika. Kemungkinan pengaruh dari kemampuan Lisa.


Lalu mereka bangkit kembali dengan perilaku menuruti perintah Lisa.


Aku masuki semua ingatan mereka jika saja mengetahui tempat sumur harapan dan informasi mengenai tempat penghapusan kemampuan.


Dan Yah. Sama sekali aku tidak menemukan apa yang aku cari mengenai tempat penghapusan kemampuan.

__ADS_1


Sebagai gantinya aku mengetahui lokasi sumur harapan di wilayah ini berjumlah dua puluh lebih, yang aku pastikan salah satunya adalah tempat penghapusan kemampuan.


__ADS_2