
Dharr...
Suara ledakan terdengar ditengah-tengah pembicaraanku dengan pangeran atau nama aslinya pada sisi dia yang ini adalah Kay.
Yang sepertinya suara ledakan tersebut terdengar dari arah timur tempat wadah air besar berada. Sebelumnya aku mengetahui dan memahami setiap ruangan dalam bungker ini lewat peta.
"Apa bantuan yang akan menolong mu sudah datang, tidak sabar juga ya ternyata!" ucapku merujuk pada suara ledakan tersebut yang mungkin saja berhubungan dengan Kay, aku mencoba untuk memancingnya berbicara.
"Cih, bantuan katamu. Aku pikir kamu bercanda, akan tetapi gadis sepertimu tidak bisa memahami perkataan orang dewasa ya, sungguh disayangkan sekali," balas Kay seakan menjadi bumerang bagi diriku.
Lalu jika ledakan tersebut bukan berasal dari bala bantuannya berarti tidak salah pelaku adalah orang-orang kerajaan.
Sebaiknya aku mengeceknya terlebih dahulu, kalau memang "iya" pelakunya orang-orang kerajaan aku pasti akan melawan mereka kali ini. Sudah lama aku tidak meregangkan tubuhku dengan beladiri lagi.
Dan benar saja, didepan tak jauh dariku terlihat banyak sekali orang-orang yang rupanya sedang berkelahi, aku memahaminya dari suara gaduh.
Salah satu orang yang melihat keberadaan ku langsung saja berpaling dari targetnya dan menuju kemari sambil mengajak rekan-rekannya.
"Saatnya menggunakan trik sulap dan beladiri!
Wosh..wosh..wosh..
Empat orang yang menuju ke arahku salah satunya ada yang melemparkan beberapa pisau secara mendadak. Targetnya ternyata tidak pada titik vital, rupanya dia hanya ingin membuatku tidak bergerak.
Karena aku dapat menghindar mereka langsung saja memasang tatapan aneh padaku serta mereka seakan memulai mode baru pada penyerangan berikutnya melalui kode mata.
Kini pria berotot hendak mencengkeram diriku namun sekali lagi aku berhasil mengelak dari serangan tangannya, yang bergerak cepat seperti halnya gerakan ahli beladiri.
Bugh!
Saat pukulan balasan ku mengenai tubuhnya dia sama sekali tidak bereaksi mala dia makin ganas dan buas ingin menangkapku.
Dua orang lagi akhirnya bergabung demi menghentikan perlawanan diriku ini. Bukan menggunakan kemampuan miliknya tapi cara yang sama seperti penjahat hidung belang.
"Sayang sekali jika kita melukainya, sia-sia kita menangkapnya!"
"Bukannya raja menginginkan dirinya tertangkap bagaimanapun keadaannya asalnya jangan sampai dia mati, berarti kita bebas dalam bertindak dan melakukan apapun kepadanya, sebelum memberikannya pada raja?"
Ocehan tidak jelas dan tidak menyenangkan dikatakan oleh dua orang yang kemungkinan berpikiran buruk padaku.
Mendengarnya membuatku jijik dan ingin melayangkan pukulan keras padanya.
__ADS_1
Wosh..wosh..wosh..
Dash!
"Satu."
"Hiyaa!!"
Bugh!
"Dua."
Dua orang yang memikirkan rencana buruk kepadaku sudah aku hajar hingga tumbang. Kini tinggal dua orang lagi dihadapan ku, pria berotot berkulit gelap tidak memiliki rambut dan pria berkulit putih yang memiliki ciri khas rambut panjang miliknya tertutup oleh topi fedora.
"Gadis kecil menurut lah maka aku tidak akan berbuat hal ceroboh kedepannya! kata pria bertopi sementara pria kekar terus menatap tajam kearah ku.
"Apa kalian orang-orang dari kerajaan? Kalau "iya" bagaimana bisa kalian menerobos kemari?" tanyaku mengulur waktu menyiapkan kartu as yaitu kemampuan diriku.
"Tentu saja kami orang kerajaan yang ditugaskan untuk menangkap gadis sepertimu, entah apa alasannya aku tidak tahu. Sepertinya raja menyukai dirimu."
"Hmm jadi bisa saja raja merahasiakan tentang kemampuan diriku di waktu ini!"
Argh!!!
"Mau main trik licik ya."
Wuss...
sret!
"Eh? Kecepatan tadi... sangat cepat sekali. Jangan-jangan dia Klie!?"
Klie salah satu pelindung raja yang memiliki kemampuan luar biasa yang dimilikinya yaitu dapat bergerak dengan kecepatan pada setiap langkahnya. Serta dialah yang membunuh rekan-rekanku diwaktu alternatif dalam sekali serang.
"Ada apa hmm? Bukannya tadi kamu seperti kucing lucu yang berubah secara tiba-tiba menjadi harimau buas. Tapi kenapa sekarang kamu terkejut!!?" ucap Klie menunjukan ekspresi mengintimidasi dan nadanya agak menghentak.
"Misalnya saja aku gegabah menggunakan kemampuan diriku kepada-nya, apakah aku akan diketahui olehnya? Orang seperti Klie aku rasa pasti tahu alasan aku menatapnya secara fokus."
Situasi ini membuatku semakin kesusahan memilih antara peluang dan keberuntungan. Pada pilihan peluang aku akan mencoba menggunakan kemampuan ku sekali lagi padanya, sedangkan keberuntungan aku akan mengandalkan Yanwu, Willy, dan perempuan itu menggunakan cara mengulur waktu.
Keduanya pilihan tersebut memang memiliki resikonya tersendiri dan fatal akibatnya jika satu langkah saja gagal.
__ADS_1
"Hmm? Jalan pada terowongan ini sepertinya lumayan licin bahkan ada lumut pada lantainya, kalau gitu... aku akan menggunakan cara itu saja!"
Aku mundur beberapa langkah dengan ekspresi berpura-pura shock karena bahan pada bajuku sebelumnya sobek akibat sayatan pisau yang digunakan oleh Klie.
"Hahaha kamu ketakutan ya gadis kecil?"
"Aku membawa senjata yang dapat mengalahkan mu Klie!" ucapku langsung merubah nada dan ekspresi.
"Bagaimana kamu bisa tahu namaku? Lalu senjata yang kamu sebutkan barusan, itu lelucon kan?"
"Tentu saja aku tahu, kamu itu orang kepercayaan raja yang memiliki kemampuan luar biasa. Segala tindakanmu pasti sudah dipikirkan terlebih dahulu bahkan ancaman mencurigakan sedikit pun kamu akan bertindak menggunakan kecepatan gerakan mu! jawabku panjang lebar.
Tujuanku ini berguna untuk mengalihkan perhatian dirinya pada pemikiran yang tidak boleh ia lebih-lebih kan.
"He... kamu tahu banyak tentangku bahkan kemampuan dan jalan tindakanku."
"Aku sadar tidak bisa mengalahkan mu jadi dengan senjata dari kartu trufku mungkin bisa mengalahkan mu dalam serang!" ucapku sambil merogoh kantong pakaian terletak disekitar perut.
"Aku akan menggunakannya..."
Sut!
Dan benar saja apa yang aku duga sebelumnya, bahwa Klie akan langsung menghentikan tindakan diriku meski belum diketahui pasti kebenarannya.
Dia langsung saja bergerak menggunakan kemampuannya demi mencegah diriku mengeluarkan senjata trufku yang aku sebutkan tadi.
Disaat pergerakan cepatnya itu, karena lantai dibawah ku sangat berlumut. Klie terpeleset dan gerakannya dapat aku lihat dengan sempurna. Dan.
Dash!!
Bresak...
Tepat di detik dia melayang di udara aku langsung menendang keras bagian perutnya hingga dia terpental jauh dan menimbulkan suara.
Saat inipun aku manfaatkan situasi untuk memfokuskan diri pada Klie jika saja dia bangkit kembali.
5 menit kemudian dia ternyata tidak bangun lagi setelah menerima tendangan keras dariku. Yang mana membuatku langsung bergegas pergi meninggalkan.
"Hey!"
"Huh?"
__ADS_1
Suara seseorang dari belakang memanggilku, dari suaranya aku tebak dia adalah Kay. Tapi bagaimana bisa dia lolos dari tali yang dialiri kemampuan khusus?
Tidak ingin mengabaikannya aku pun langsung membalikkan badan dan benar saja tebakanku, Kay sudah berhasil lolos yang kini menatapku dengan pandangan mata seolah-olah mengagumi diriku. Ya. Itu karena aku membaca ekspresinya meski aku seorang amatiran.