
Penyusupan ini berjalan sesuai rencana hingga kami semua dapat memasuki ruangan yang digunakan oleh salah satu pelindung raja.
Kami tinggal menunggu saja incaran yang dibilang oleh Hiyou yang katanya sulit untuk ditangani. Deskripsi dan gambaran sudah kami kantongi.
Pintu ruangan ini tiba-tiba terbuka secara perlahan, dan masuklah pria yang hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuhnya, itu berarti dia baru selesai mandi.
Saat ini aku bersembunyi didalam ruangan pria berambut panjang sebahu ini di dekat nakas namun keberadaan diriku sudah dilemahkan agar tidak mudah diketahui.
Sesuai aba-aba dariku Nie langsung menggunakan kemampuannya untuk mengendalikan pria tersebut.
Sementara yang lain bersiap siaga, termasuk diriku yang memfokuskan diri terlebih dahulu kepada incaran di depan mata. Justru karena hal ini aku jadi bertanya-tanya, kenapa orang ini harus disergap beramai-ramai seperti ini.
Apa karena dia sangat kuat dan memiliki kemampuan khusus yang luar biasa. Saat berdiskusi Hiyou hanya mengatakan orang ini memiliki sebutan pshyco.
Yang suka menindas maupun melakukan hal gila tanpa berpikir kedua kali, sementara kemampuannya tidak Hiyou beritahukan kepada kami.
Serta informasi lain tentang dirinya bahwa dia pernah membunuh banyak orang.
"Dia menghilang!?"
Dash!
"Bagaimana bisa dia menghilang lalu mengetahui Kino yang bersembunyi?"
Situasinya kini menjadi genting karena orang ini sudah mengetahui keberadaan salah satu dari kami.
Tidak menunggu aba-aba dari Brain aku langsung inisiatif menargetkan pria ini untuk aku masuki ingatannya dan membayang-bayanginya dengan kenangan kelam.
Hanya kode terakhir yang aku sampaikan kepada relawan untuk melindungiku.
Serta aku menyerahkan pria ini kepada Nie, Brain dan yang lain. Berharap dapat menghentikannya sementara waktu agar tidak meninggalkan kamar ini.
Memasuki ingatannya, aku melihat berbagai hal yang tak enak untuk dipandang. Entah itu di dunia tempat asalnya maupun ingatan sewaktu pertama kali dia bangun.
Orang ini benar-benar asli seorang pengidap gangguan kepribadian psycho bahkan sangat gila.
"Matilah kalian berdua! Orang tua yang tidak mengerti tentang kehidupan anaknya adalah orang tua yang gagal. Maka dari itu aku harus memberi kalian ganjaran hihihi."
"Emmm..."
"Emmm..."
Di ingatannya pada saat umur 14 tahun dia menyiksa kedua orangtuanya dengan kejam tanpa rasa bersalah dan bekas kasih.
Lalu membunuh keduanya dengan cara yang tak biasa menggunakan pisau sayat khusus dan alat bedah lainnya. Alat-alat tersebut rupanya milik ayahnya yang bekerja sebagai spesialis bedah.
__ADS_1
Umur 7 tahun dia ternyata pernah meledakan rumah anjing yang saat itu anjingnya tengah berada didalamnya.
Sama seperti dirinya di umur 15, kekejian tersebut dia lakukan dengan baik dan rapi tidak menimbulkan kecurigaan.
Grep!
"Ternyata perempuan ini yang dikatakan oleh Siniken, yang sangat tidak sopan memasuki ingatan seseorang!"
Aku tidak tahu kejadian sebelumnya, sekarang ini aku mala dicekik olehnya.
"Lepaskan...!"
"Lihatlah dirimu sekarang, tampak menyedihkan karena tidak bisa membantu rekan-rekan mu, lihat!"
Wosh...
Brak!
"Ah!! sakit..."
Dia langsung saja melempar diriku ke ranjang dengan keras hingga aku dibuat kesakitan. Ternyata orang ini sangat kejam sekali kepada wanita.
Sementara Kino, Brain, Nie, dan yang lain tergeletak di lantai seperti telah dipukuli habis-habisan.
Membuatku sama sekali tidak menyangka rencana penyusupan ini akan berakhir tidak semulus harapan. Semua tim penyusupan dan para relawan dikalahkan dengan mudahnya oleh pria ini, aku nyakin sekali.
"Tenang saja, aku tidak akan melakukan hal buruk kepadamu, meskipun orang sepertimu seringkali aku jumpai saat aku masih hidup."
"Yaa tapi pada akhirnya, aku malah membunuh mereka juga. Semua koleksiku sudah menyatu dengan diriku."
"Aku tidak mengerti mengenai perkataannya barusan, sama sekali ocehannya ini tidak jelas."
Di lalu berbalik dan menuju ke arah lemari tanpa memperdulikan kamarnya yang berantakan. Melihatnya yang hendak membuka handuk membuatku jadi berpaling.
Sama sekali aku tidak mengerti kenapa Kino dan Brain dapat dikalahkan oleh pria ini. Jika aku pikirkan lagi, itu tidak mungkin dalam waktu yang sesingkat ini.
Pertanyaan yang terbesit didalam pikiranku mengatakan "apa yang sebelumnya terjadi kepada mereka semua" sehingga dalam waktu singkat langsung jatuh dari tebing tinggi.
"Tidak bisa aku maafkan pria ini jika sampai menyakiti Yin, meskipun Yin sekarang ini tidak ada berada disini."
"Apa yang kalian rencanakan sebenarnya? Mengapa ingin sekali mengincar diriku?" tanya pria berambut panjang setelah selesai mengenakan pakaian.
"....."
"Aku ingatkan sekali lagi, jika kamu gunakan kemampuan itu, aku jamin kamu akan mengalami hal buruk!"
__ADS_1
"Iyaa."
Untuk sekarang ini aku lebih baik menurut daripada terkena imbas dari ucapan si psycho. Serta mencari celah ketika dia lengah. Baru aku balas dendam atas segala perbuatannya.
Brak!!
Pintu kamar ini terbuka keras dan hancur dengan tembok-temboknya, karena sosok besar menghajarnya. Dilihat dari bekas tangannya itu.
Aku melihat ada yang aneh dengan sosok ini, sepertinya aku baru saja melihatnya.
Dan membingungkan jika sosok ini muncul lalu menghancurkan pintu begitu saja, dia bisa saja bukan berada di pihak pria ini.
"Kekeke... kemarilah bunuh aku!" ucap sosok itu yang kemudian muncul kepala lagi dari samping kepala utamanya.
Dan benar saja, wajah sosok ini pernah aku lihat beberapa saat yang lalu. Bahwa dua wajah tersebut mirip dengan ibu dan ayah pria ini.
Aku mengetahuinya ketika aku masuk dalam ingatannya.
"Kalian!? Kenapa ada di tempat ini, sialan!"
"Anak yang baik, kami tidak bermaksud untuk mengejutkan dirimu. Bahkan setelah kami meninggal disana kami sangat merindukan kamu seorang, ya kan yah?"
"Iya sayang."
"Cih, menjijikkan sekali bentuk kalian sekarang!"
"Hehehe kalau begitu aku memiliki kesempatan untuk membunuh kalian berdua lagi kan?" gumam pria itu, sepertinya dia kehilangan kendali.
"Tidak apa, kami siap menerimanya."
Dengan gerakan cepat namun tidak secepat Klie, pria ini menghajar sosok besar kepala dua tersebut hingga tersungkur.
Dan yah, pria ini terus menghajar sosok yang menyerupai kedua orangtuanya tanpa ampun. Sementara yang dihajar hanya diam saja.
Aku yang melihatnya bersiap memfokuskan diri untuk mengalahkan pria itu. Sekaligus sosok aneh tersebut nantinya.
Cuma masalahnya ada pada rekanku yang tergeletak dan membutuhkan pertolongan pertama dari luka-luka yang mereka dapati.
"Tapi... melihat kondisi yang tidak logis ini beserta kemunculan sosok aneh yang tiba-tiba mengejutkanku, mungkin saja..."
Sosok tersebut tetap bangkit dan bangkit kembali meskipun dihajar habis-habisan oleh pria itu, tidak sedikitpun sosok berkepala dua melawan. Hanya di awal saja dia merusak pintu lalu setelah itu tidak lagi melakukan serangan apa-apa, bahkan membalas pun tidak.
Lebih ke arah sifat orang tua yang sangat sayang sekali kepada anaknya, menurutku. Dan pria ini gambaran yang buta akan kasih sayang kedua orangtuanya.
Aku mengamatinya sekarang, dan menunggu akhir yang telah ditentukan dalam mimpi indah ini.
__ADS_1
Sementara diriku baru sadar setelah beberapa saat yang lalu, telah berada didalam mimpi baik seseorang, lebih tepatnya pria ini. Melalui kemampuan ilusi milik Yin.