
"Baiklah, jika ini yang kamu inginkan. Akan aku turuti!" ucap Yanwu datar sembari melepaskan diriku yang sebelumnya dipaksa untuk tutup mulut.
Dia terlihat seperti orang yang lepas dari tanggung jawabnya, tapi hal ini juga disebabkan oleh diriku.
Membuatku tidak bisa menanggapinya di situasi sekarang ini.
Aku baru menyadari bahwa diriku terlalu memaksakan diri ingin membantu ras manusia dewa itu beserta ibu dan anak itu.
Dan akibat teriakanku tadi mereka yang berpakaian layaknya sipir tanpa ragu mengepung kami berdua dari segala arah, berpijak pada apapun di atas bangunan maupun rumah warga.
"Apa yang kalian berdua lakukan disini, jangan bilang kalian... adalah rekan si pencuri itu?" ucap salah satu dari mereka yang menghampiri kami berdua. Pria berkacamata dengan sorot mata serius.
"Kami...emm..."
Saat aku berinisiatif untuk menjelaskan kepada pria dihadapan ku ini, tapi mulutku dibungkam oleh Yanwu.
"Ya, kami berdua rekannya! Memangnya kenapa, apa kalian akan menangkap kami?" ucap Yanwu yang mana membuatku terkejut, bukannya sama saja dengan membuat kami berdua di cap sebagai orang jahat.
Sebenarnya jika aku tidak dibungkam oleh Yanwu barusan diriku hendak menjelaskan kepada mereka tentang ras manusia dewa itu, sebagai pengalihan.
Agar memberinya kesempatan untuk kabur, terakhir aku menyelamatkan ibu dan anak itu. Namun Yanwu malah membuat situasi semakin rumit.
Dia bahkan mengakui hal yang dinilai benar di mata mereka, namun aslinya hanya kebohongan. Sampai-sampai aku tidak mengerti apa tujuannya melakukan hal senekat ini.
"Bagus, kalian berdua menyadari perbuatan tidak baik yang kalian lakukan. Maaf jika kami harus menangkap kalian juga untuk ditanyai di pusat penahanan 'pendosa' jadi jalani saja prosesnya dengan baik, agar kami tidak kerepotan!" ucap seorang wanita berseragam sama seperti mereka, namun yang dipakainya terlalu ketat. Sembari memberi petuah di akhir kepada diriku maupun Yanwu.
"Aku mohon lepaskan ibu dan anak itu, mereka berdua tidak bersalah!" mohon diriku kepada pria berkacamata.
"Oh, benar mereka berdua memang tidak bersalah. Hanya saja mereka sempat menerima barang curian dari pencuri yang sempat buron itu. Jadi untuk sementara mereka akan kami tanyai terlebih dahulu, dan tenang saja, kami tidak akan melakukan apa-apa pada mereka!" sahutnya terlihat menyakinkan membuatku percaya pada perkataannya.
Aku mengerti, jika ibu dan anak itu hanya akan ditanyai perihal barang yang mereka terima saja. Tidak akan membuat mereka berdua sampai masuk penjara.
Beda dengan diriku yang bingung karena ulah Yanwu, lebih mengesalkan lagi saat aku melihatnya, dia menatapku begitu acuh.
Tidak ada perlawanan sama sekali dari ras manusia dewa itu yang sudah diborgol sama seperti diriku juga.
__ADS_1
Yanwu sendiri nampak tenang-tenang saja menyikapinya.
•••
Kini diriku berada didalam sel sementara. Bersama dengan ras manusia dewa itu dan tentunya Yanwu, pria dengan jalan pikiran membingungkan.
Bukan karena masuk penjara dan ditahan yang membuatku gelisah saat ini, tapi Sekai yang bisa saja sedang mencari-cari diriku.
Kalau saja aku terlalu lama berada didalam penjara ini.
"Huh... cukup diam-diamnya. Mari kita berbicara, sebenarnya kalian berdua mencariku karena urusan apa, apa mungkin kalian gelandang yang sudah menjadi kaya setelah aku beri kalian harta?" ucap perempuan ras manusia dewa itu sembari bertanya maksud dari tujuan kami mencarinya.
"Bukan, bukan! Kami berdua bukan gelandang. Alasan kami mendatangimu untuk mengajakmu bergabung menjadi anggota kastil, serta stst..." sahutku terakhir berbisik saat mendekati dirinya.
"Apa bisa, aku tidak nyakin. Lagian aku sudah lama berada di dunia ini, sampai lupa nama panjangku sendiri!"
"Itu... kami benar-benar serius dan menemukan caranya. Untuk lebih jelasnya lagi kami akan mengatakannya saat dirimu berada di kastil!"
Dia sepertinya sedang memikirkan sebuah keputusan, walaupun masalah terbesarnya sekarang ini adalah dirinya yang berada didalam penjara.
Tapi bagi ras manusia dewa keluar dari penjara sangatlah mudah, tidak ada apa-apanya.
Aku lupa jika Yanwu bisa membaca pikiran dan isi hati seseorang.
"Boleh juga."
Dia aku lirik malah tersenyum tipis sembari berkata asal kepadaku.
"Maaf ya, aku menolaknya!"
"Kenapa?" tanyaku spontan.
"Hmm, aku sudah memiliki kekasih dan dua bulan lagi kami akan menikah. Jadi bagiku dunia ini sudah aku anggap seperti rumahku sendiri. Sekali lagi aku minta maaf kepada kalian, aku tidak bisa ikut."
Yah. Sangat logis alasan perempuan ras dewa itu menolak ajakan menggiurkan yaitu keluar dari dunia ini. Sebab, ada alasan kuat mengapa dia tetap tinggal.
__ADS_1
Dan alasan itu menyangkut dirinya maupun masa depannya.
Aku jadi berpikiran misalnya saja aku seperti dirinya, apa aku bakal tinggal di dunia ini?
Dan menghentikan tujuanku kembali ke dunia asalku?
Asalkan jangan urusan percintaan yang membuatku tinggal.
"Lalu kenapa dirimu menjadi pencuri, bukannya jika dirimu membutuhkan uang maupun karena hal lainnya. Kamu bisa menggunakan kemampuanmu?" ucap Yanwu disela diriku masih melamun.
"Kamu sepertinya memang bukan berasal dari negara ini ya, tidak tahu bahwa negara ini memiliki sistem batas kemampuan seseorang!" jawab Perempuan itu yang membuatku yakin pada dugaanku sebelumnya.
Bahwa negara ini memiliki sistem tertentu yang tidak dimiliki oleh wilayah lain maupun negara-negara di dunia ini.
Karena menurut pandangan diriku pribadi dunia misterius ini berbeda-beda peradaban dan masa di suatu tempat maupun wilayah.
"Hmm, tapi aku pernah dengar kota Y juga memiliki sistem seperti ini. Cuma disana kehidupan orang-orangnya sangat keras."
"Oh ya, kalau boleh tahu nama kamu siapa, mari berkenalan?" tanyaku dengan senyuman manis seperti biasa.
"Nama aku Reina, panggil saja aku Rena."
"Kalau aku Anita, senang berkenalan denganmu..."
"Ya, aku juga senang. Tapi aku mau meminta bantuan kepada kalian. Aku ingin bebas dari penjara, dan melanjutkan aksiku dalam membantu para warga di wilayah miskin ini!"
"Kami juga ingin keluar, hanya saja kenapa kamu sampai kekeh membantu para warga?" tanyaku penasaran.
"Itu karena sistem di wilayah ini dan harga pangan sangatlah tidak masuk akal, menyebabkan kematian para penduduk karena kelaparan dan lelah memikirkan hidupnya. Yang mendasari diriku melakukan pencurian di rumah-rumah orang kaya untuk diberikan secara cuma-cuma kepada orang yang sangat membutuhkan!" ucapnya tak ada raut kebohongan sama sekali saat aku menatapnya lekat.
"Apa orang kaya di wilayah ini sangat diuntungkan, dibandingkan warga yang kurang mampu atau menengah?" sela Yanwu ikut berbincang.
"Iya, benar begitu. Heh... kamu tahu juga ya sedikit informasi tentang negara ini?"
"Aku menebak."
__ADS_1
"Jadi tebakanmu tadi memang benar! Orang-orang kaya memang sangat diuntungkan, sekalipun mereka berada di wilayah ini."
Sistem batas kemampuan yang menurutku dibuat dengan tujuan baik dan mencegah hal-hal buruk pada seseorang yang memiliki kemampuan tidak terlalu kuat dari orang yang semena-mena, hanya saja keadilan di wilayah ini seperti halnya sebuah nama yang tidak berwujud.