Last Life

Last Life
Apa Yang Sebenarnya Terjadi


__ADS_3

"Kamu bercanda kan, Kwen?" tandas ku kepadanya.


"Maaf, kali ini aku serius. Aku mengatakan hal tadi bukan karna candaan ataupun godaan, itu murni apa yang aku sampaikan dalam hati!"


"Kalau begitu aku menolak karena bertentangan dengan misi kita!"


"Takkan kubiarkan kalau begitu!"


"Kak Nie, bantu aku...!"


"......."


Tring!!!


"Suara ponsel? Bukannya sudah aku off kan ponselku saat dalam perjalanan, tapi tunggu. Suaranya di sekitar Nie!"


"Maaf karena aku menganggu waktu kalian, sekarang ini aku mendapatkan panggilan. Eh, ternyata dari Pangeran!"


Urusanku dengan Kwen tertunda untuk sementara karena suara ponsel yang berdering. Yang kemudian Nie menyuruhku untuk berbicara dengan pangeran.


"Pangeran, apa misi di tim naga sudah selesai?" tanyaku melalui sambungan seluler.


"Sudah. Sekarang ini aku akan mengatakan hal yang berhubungan dengan penghapusan kemampuan, ya... aku akan bertanya dulu kepadamu. Apa kamu sudah menghapus kemampuanmu?"


"Belum."


"Kalau begitu bagus, karena misi itu kita batalkan! Maaf karena aku mengejutkan mu, tapi sekarang ini kemampuan mu sedang di butuhkan Anita!"


"Ini mendadak sekali. Bagaimana bisa pangeran langsung memutuskan hal tersebut tanpa penjelasan yang lebih masuk akal."


"Apa ada alasan lain yang lebih spesifik pangeran? Kami kan sudah datang jauh-jauh kesini?"


"Bukannya itu sama saja dengan pangeran tidak menghargai kerja keras kami..."


"Tidak tidak, bukan begitu... Sebenarnya ada alasan lain yang lebih spesifik kenapa misi tim singa dibatalkan, itu karena raja sudah mengeluarkan kartu as nya!"


"Terlalu dini bagi raja untuk menggunakannya!" balasku.


"Tss... bagaimana jika kamu menunjukkan tempat spesifik mu sekarang!" kata pangeran di seberang sana namun aku merasa dia sedang menahan amarahnya, serta kata-katanya sungguh membuatku curiga.


"Dari gaya bicaranya saja aku tahu jika dia sebenarnya bukan pangeran meski suaranya sangat mirip. Hmm, tapi apa tujuannya?"


"Pusat sumur harapan, disekitar kami ada loker tiket!" ucap Nie.


"Apa yang Nie bicarakan? Jangan bilang dia sedang menghianati kami sekarang!"


Aku terkejut karena Nie berkata seperti tadi dan firasat ku mengatakan jika Nie akan mengkhianati kami.


Wossh...

__ADS_1


Note: Anita, Kwen, dan Nie tiba-tiba saja lenyap seketika bagaikan angin.


"Selamat datang disini tuan Putri!"


"Pangeran!? Dan kenapa aku bisa berada disini?"


"Apa-apaan ini, kami berpindah tempat!"


"Ternyata Kwen sama sepertiku, dia berpindah tempat menuju kemari secara misterius lalu Nie juga sama!"


"Baiklah, tunjukkan para penyusup rendahan sekarang!" ucap pangeran dengan senyum menyeringai.


Seketika aku dibuat terkejut karena tiba-tiba saja dibelakangnya sudah ada seluruh anggota tim naga, tuan Mizu, Kino, dan pria pembawa sabit.


Mereka sekarang ini dalam kondisi terikat secara terpisah dan memiliki penjaga dibelakangnya. Aku nyakin mereka terikat oleh kemampuan khusus yang dimiliki oleh seseorang, dilihat dari tali yang mengikatnya.


Dan sudah ku pastikan jika saat ini aku berada di wilayah ras manusia berkemampuan kembali, karena kemampuan disini bisa digunakan.


Serta yang membuatku sangat terkejut karena ada mereka juga beberapa pelindung kerajaan seperti Dion, Klie, dan Lina si wanita cantik yang memikat.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" ucapku masih kebingungan sambil berakting panik.


"Sebenarnya aku bukan pangeran seperti apa yang ada di hadapanmu, aku nyakin kamu pasti mengetahuinya!" ujar pangeran menatapku tajam.


"Biar aku tunjukkan jika aku ini adalah...!"


"Di detik terakhir selama percakapan melalui seluler tadi kamu pasti akan mengatakan aku bukan pangeran kan, jadi terpaksa aku menggunakan kartu as ku!"


"Aku faham sekarang. Kemungkinan sebelumnya Siniken berhasil lolos dari genggaman Ryu sehingga dia dapat menyerang balik seperti ini. Hanya saja bagaimana Nie menghianati kami, kapan Siniken mempengaruhinya?"


"Jangan biarkan dia berpikir, Lina incar dia!"


"Baik!"


"Benar-benar aneh, apa para pelindung raja belum mengetahui jika Siniken bukan dari ras manusia berkemampuan."


"Apa aku kalah pada akhirnya, dan akan terpengaruh oleh Lina, wanita itu pemikat itu. Hah, ada banyak hewan-hewan kecil kemari?"


Hampir saja aku menemui jalan buntu, namun ada harapan penyerangan balik di mulai dari sekarang.


"Abnormal enlargement!!" ucap Kwen seraya menyatukan kedua telapak tangannya.


Krep!


Boom!


Seketika hewan-hewan kecil yang Kwen panggil berubah menjadi berukuran besar dan langsung menyerang pihak kerajaan.


Bugh!

__ADS_1


Swosh!


Brak!


"Hehe... ini lumayan menarik tuan Putri, serang semua!! Tangkap dia!!" perintah Siniken memberitahu para penjaga dibelakang.


"Kenapa kemampuanku nggak mempan padanya?" ujar Lina kebingungan, aku masih mendengarnya dari kejauhan serta raut wajahnya berubah tidak sedatar tadi.


"Palingan itu trik licik. Kamu lebih baik berhati-hati Lina. Gunakan lagi kemampuanmu padanya nanti!"


Aku pun langsung maju melawan mereka, berharap dapat membingungkan para penjaga dan Siniken sekarang.


Harusnya dia mengancam diriku dengan menggunakan orang yang aku kenal, namun sekarang ini dia mala tampak kesal dan kemungkinan sedang berpikir keras!"


"Dulu guru yang mengajarkan aku beladiri pernah berkata bahwa rencana paling hebat bukan hanya rencana yang disiapkan dengan baik, terencana dan perlu taktik, malahan ada rencana dadakan yang dapat membingungkan lawan."


Bugh!


Satu pukulan telah aku lancarkan kepada salah satu penjaga hingga ia ambruk, sebelum dia menggunakan kemampuannya.


Langsung saja aku menghajar mereka dengan tangan kosong dibantu dengan berbagai serangan hewan-hewan kecil yang berubah menjadi besar.


Sebelumnya Kwen pernah menceritakan peningkatan kemampuannya kepadaku di waktu kami berada di rumah salah satu penjaga gerbang wilayah manusia tidak berkemampuan.


Dia mengatakan jika peningkatan kemampuannya berbeda jauh dengan kemampuan yang ia miliki. Bagaimana tidak, peningkatan kemampuannya membuat Kwen dapat memanggil hewan-hewan ukuran besar maupun kecil.


Kwen juga menambahi, dia bisa memerintahkan hewan yang ia panggil tersebut untuk mengikuti kemauannya secara mutlak. Serta yang membuatku terkejut adalah dia dapat memasuki tubuh hewan tersebut.


Itulah mengapa serangan hewan melata kini terkontrol dengan mudah olehnya menghadapi para penjaga dan pelindung raja.


"Asalkan aku dapat mengulur waktu sedikit lagi, maka ada kesempatan mereka akan bebas!"


Ada perasaan familiar lagi dalam diriku yang kini aku merasa tidak asing dengan keberadaannya. Membuatku seketika berbalik badan dan melihatnya. Dia adalah Noel pria yang selama ini menghilang dari pandanganku.


"Noel? Kamu masih hidup?" tanyaku.


"Tentu saja. Jadi serakan padaku sekarang!"


"Mmm," seraya aku mengangguk dan bernafas lega, karena bala bantuan sudah datang.


"Oh, ada satu lagi pembangkang kerajaan yang muncul entah darimana dan kini berniat menjadi pahlawan, membuatku takut sekali hehe.."


"Hati-hati Noel, dia ini sangat licik. Kemampuannya..."


Belum usai aku bicara omonganku langsung di jeda oleh Noel.


"Ya, aku tahu semuanya tentang dia Anita. Terimakasih karena telah mengingatkan."


"Eh?"

__ADS_1


__ADS_2