
Arggrgg...
Swosh...
"Benar apa yang dikatakan oleh Yanwu makhluk ini tembus terhadap serangan senjata, bahkan sabit milik Willy saja seperti tidak ada apa-apanya saat melawan makhluk tersebut."
Untungnya Yanwu menggunakan kemampuannya untuk menyelamatkan Willy yang masih ragu, sementara di belakangku terdengar lagi suara langkah makhluk itu.
"Gunakanlah kemampuanmu Anita, carilah beberapa informasi tentang mereka. Sebab mereka ini jiwa manusia seperti kita!"
"Mereka? Apa maksudmu makhluk ini,"
"Ya, benar sekali."
"Bukannya kamu memiliki kemampuan yang luar biasa."
"Apa, bagaimana Yanwu bisa tahu kemampuan milikku. Bukannya sebelumnya aku tidak pernah memberitahukan kepadanya?"
Pada saat ini aku sedang fokus untuk menggunakan kemampuan milik ku, sementara Yanwu dan Willy memberiku perlindungan.
Kedatangan makhluk ini serentak langsung menyerang kami tanpa pandang bulu.
Meskipun saat saat ini aku sedang fokus aku tetap menyorotkan lampu flash dari ponsel pada area sekitar untuk mengetahui posisi dan arah kedatangan makhluk itu.
Cahaya keemasan muncul secara tiba-tiba pada sabit Willy seakan menyelimuti area tajam sabitnya.
"Tenang saja. Cahaya tersebut berasal dariku, gunanya untuk dapat menyentuh mereka dan mengalahkannya!" ujar Yanwu memberitahu.
Arggg...
Swosh...swosh... swosh...
wosh.. wosh..
Mereka berdua sangat kompak dalam menjaga wilayah posisi mereka. Yanwu menyerang dan mengamankan area belakang, sedangkan Willy area depan.
Mereka sama-sama berusaha untuk melindungiku yang berada tepat di tengah-tengah mereka.
.....
__ADS_1
Kini aku mulai memasuki memori dalam pikiran salah satu makhluk yang ku incar secara acak.
Cahaya putih tiba-tiba saja melewati ku dan aku berada di tempat yang berbeda dari sebelumnya. Sebenarnya aku berencana menilik kembali kenangan masa lalu sebelum orang ini mati.
Ingatan pasti kematiannya saat berada di dunia ini, karena aku membutuhkan informasi seperti yang dikatakan oleh Yanwu dari mereka.
Tentu saja lokasi ku kini masih di wilayah kota A dilihat dari tempat dan sekitaran ku dengan banyaknya bangunan di tumbuhi ilalang.
Seorang wanita tengah berjalan menuju ke arah mata air pada sungai yang mengalir. Dia lalu mencuci muka baru setelah itu meminum mata air bersih tersebut.
Sungai ini baru pertama kali aku lihat, bahkan aku melihatnya karena masuk kedalam ingatan perempuan ini.
Dia kayaknya kebingungan sedang mencari sesuatu selepas itu. Lalu aku melihat sebuah roti yang hanyut terbawa arus.
Ingin aku memberitahukan kepadanya apa yang dia cari-cari, namun apalah daya aku ini cuma sedang dalam ingatan seseorang.
Lalu aku kepikiran hal menarik yang terlintas di benakku, apa jadinya jika aku mengambil roti tersebut. Apakah kenangan ini akan berubah alur.
"Hmm, jika dipikir-pikir saat aku memasuki ingatan pria yang waktu itu, yang memiliki kemampuan angin. Aku bisa menyentuh benda yang ada didalam kamarnya, hanya saja aku tidak bisa menyentuh dirinya maupun berbicara sepatah kata dengannya."
"Dimana roti punya ku... huu padahal aku belum makan sama sekali dari pagi. Baru juga aku nemu roti setengah busuk, eh malah hilang, entah kemana?" ucap perempuan yang aku ketahui bernama Lisa. Kelihatannya dia panik karena rotinya hilang.
Sama halnya seperti bug pada karakter dalam game.
Ku dapatkan roti tersebut dengan mudahnya tanpa berlari meski arus sungai ini kelihatannya cukup deras.
Kemudian hal mengejutkan terlihat oleh mataku, karena roti yang aku taruh di atas batu diambil oleh perempuan bernama Lisa.
"Ah, disini rupanya pengganjal perutku!" ucapnya dengan wajah yang berseri-seri.
"Aneh. Padahal harusnya bukan seperti ini kan, tapi kenapa bisa aku merubah alur dalam ingatan seseorang?"
Dia pun langsung merobek roti tersebut dihadapan ku yang tidak terlihat olehnya. Setelah wadah roti tersebut terbuka ia memakan roti didalamnya dengan lahap.
Sedihnya aku melihat roti yang dia makan sudah berjamur dan memang sudah tanggal kadaluarsa, saat aku mendapat roti tersebut dan mengeceknya sebelumnya.
Meski roti yang dimakannya sudah tidak layak untuk dikonsumsi dia tetap menelan setiap lahap pan roti dengan senyum bahagia. Seakan yang dimakannya itu adalah makanan paling istimewa.
Memperhatikannya memakan roti membuat hatiku merasa sedih, dan inginku mengeluarkan air mata. Karena dulu aku pernah mengalami hal serupa sama sepertinya.
__ADS_1
Rotinya kini habis tak tersisa dan ia masih menjilati selai bekas roti maupun remahan yang masih ada didalam plastik.
Hingga akhirnya semuanya lenyap dan berganti pada ingatan terburuknya. Perempuan ini sebelumnya terpeleset dan jatuh pada sebuah batu saat mengejar rotinya yang hanyut.
Saat dia jatuh kepalanya membentur batu hingga membuatnya terluka di bagian kepala.
"Aku tidak bisa berbuat apa-apa, malahan menyentuhnya pun nggak bisa!"
Perempuan ini ternyata masih bangkit setelah berbaring lumayan lama. Dan aku tidak takut kehabisan waktu menunggunya bangun karena disini waktu berbeda.
Dia melangkahkan kakinya dengan terhuyung-huyung menuju ke suatu tempat lalu berhenti di rumah milik penduduk kota ini.
Karena pintu tidak bisa di buka alhasil dia harus membukanya secara paksa, namun karena luka yang begitu parah di kepalanya membuatnya ambruk seketika.
Perempuan cantik ini tidak bergerak lagi setelah dia ambruk barusan, aku tidak bisa mengeceknya karena dia tidak bisa aku sentuh. Pada akhirnya aku menunggunya.
20 menit berlalu hingga satu jam lebih aku menunggu menurut perhitunganku. Dia tetap saja tidak bangun maupun bergerak sama sekali, bahkan hanya darahnya saja yang masih sedikit mengucur bekas terbentur tadi.
Dengan kemampuan milikku aku mempercepat waktu dalam ingatan ini yang pada akhirnya dia meninggal di depan pintu rumah yang akan ia masuki.
Kira-kira dua hari setelah kematiannya, mayatnya di bawa pergi oleh seseorang pria yang saat ini kami cari-cari.
Membopong tubuh wanita ini dengan sangat kerasnya tak peduli pada tata Krama.
Di sebuah tempat mirip altar mayat perempuan itu ditaruh pada lingkaran bergambar makhluk-makhluk mengeringkan. Dari yang berdiri tegak sampai seperti manusia dan yang memiliki sayap serta bertubuh aneh.
"Datanglah tuan Monyn dan ambillah gadis ini!" ucap pria tersebut sambil menyatukan kedua telapak tangannya.
"Apa ini sebuah ritual untuk memanggil iblis, tapi kenapa dia melakukannya. Untuk apa orang ini melakukan sebuah ritual kepada iblis di dunia ini?"
"Hmm, aku baru ingat saat dia akan membuat perjanjian denganku waktu itu. Katanya dia menginginkan kekuatan yang luar biasa dari iblis!"
Sebuah portal muncul dari atas tempat perempuan tadi tergeletak hingga keluar satu tangan mengerikan yang langsung membawa perempuan tadi masuk kedalam portal.
"...tadi itu... seperti tangan monster, mengerikan sekali!!!" ucapku merasa ngeri setelah melihatnya.
Tak! tak! tak! tak!!!
Terdengar suara serentak dari arah belakang tempat ku berdiri.
__ADS_1