Last Life

Last Life
Mulai Bergerak


__ADS_3

Sadar setelah memasuki ingatan Dion aku pun kembali berpura-pura tidur, masih bersandar pada bahu Dion untuk sementara waktu. Tak lama selepas itu Dion memberontak sambil memegang kepalanya hingga membuatku harus menghindar dari dekatnya.


"Apa mungkin Dion sedang mengalami efek ingatan masa lalunya? Sepertinya dia terlihat kesakitan sampai memegang kepalanya dengan begitu erat."


Seperti tidak bisa mengendalikan dirinya Dion mengamuk kesana-kemari tanpa henti, sementara aku sendiri hanya bisa menyaksikan dirinya yang kesakitan itu.


Bukannya aku tidak mau bertindak untuk sekedar menolongnya, aku hanya tidak ingin dia kembali seperti semula. Takutnya saat itu juga dia akan menangkap dan membawaku ke kastil untuk menghadap pada sang raja. Daripada mengambil resiko lebih baik aku pergi meninggalkannya sekarang.


Byur...


Ku tengok arah jam tiga, rupanya Dion sudah tercebur kedalam sungai akibat perilakunya sendiri. Mungkin saja dia tidak bertindak sesuai dengan pikirannya.


Kemudian dia membuka matanya dan melihat ke arahku hingga aku pun dibuat lari saat dia memandangi sambil mengernyitkan dahi. Seolah-olah baru sadar setelah apa yang dialaminya.


Baru saat aku lari dan menengoknya lagi Dion diterkam oleh bangkai hiu yang sebelumnya aku lihat. Hiu tersebut menyerangnya selayaknya mangsa tanpa ampun, kemudian terlihat seperti hiu tersebut menarik tubuh Dion.


Tak peduli akan hal itu aku langsung menjauh dari tempatku sekarang, di waktu melihat Dion diterkam oleh hiu bertubuh mirip zombie. Dengan lari sekencang-kencangnya aku harap bisa lolos dari kejaran Dion yang mungkin saja mengejar ku.


"Beneran hiu itu bisa bangkit kembali padahal tubuhnya penuh luka dan rusak sebagian, mengerikan sekali saat melihatnya bergerak seperti itu apalagi menyerang manusia."


Sekali lagi aku dibuat ngeri karena melihat hiu tersebut menunjukkan dirinya dengan tubuh yang sudah rusak bak bangkai hidup.


"Apa kamu dikejar oleh sesuatu, Anita?" karena aku datang dengan nafas tersengal Willy langsung saja menanyakan perihal keadaan diriku.


"Aku baru saja melihat salah-satu orang kerajaan, barusan dia ingin menangkapku!" jelasku sembari mengambil nafas agak berat.


"Mengapa orang kerajaan bisa kemari dan ingin menangkap mu?" tanya Willy yang kebingungan setelah mendengar penjelasan dariku.


Aku lupa untuk menjelaskan hal itu padanya saat melakukan perjanjian, malahan aku hanya mengingat perjanjian tersebut aku setuju kan bersama dengan Yanwu seorang.


"Mereka mau mengambil keuntungan dari ku, kamu tahukan. Aku ini memiliki kemampuan luar biasa. Kamu pasti mengingatnya pada saat Yanwu mengucapkan kata seperti itu padaku saat didalam rumah besar waktu itu!" jelasku langsung to the point tak perlu menyembunyikan tentang kekuatan ku, lagipula Willy sudah mengetahuinya.

__ADS_1


"Sebenarnya aku juga memiliki masalah dengan orang-orang kerajaan sebelumnya, jadi, aku akan membalas perbuatan mereka saat ini juga!"


Mendengar perkataan Willy barusan membuatku agak terkejut karena baru mengetahuinya, bahwa dia memiliki masalah dengan orang-orang kerajaan.


"Tunggu dulu. Situasinya sekarang terlalu tidak menguntungkan buat kita!" ujar Yanwu yang tiba-tiba menyela omongan Willy, dia seakan tahu situasinya sekarang.


"Memangnya kenapa?"


"Pada jumlah kita kalah telak sekarang ini, mereka datang dengan jumlah dua kali lipat dari kita. Di tambah kemampuan orang-orangnya, yang tidak bisa kita lawan satu lawan dua sekaligus!" jawab Yanwu.


"Makin kesini aku makin penasaran kepada Yanwu, sebenarnya identitas aslinya dia siapa?"


Willy pada akhirnya menuruti perkataan Yanwu yang tampak serius tidak sedang asal bicara. Lalu Kino keluar dan menyetujui juga apa yang dikatakan oleh Yanwu beserta perempuan berpakaian pembantu. Kini dia baru aku lihat lagi setelah kemarin aku tidak melihatnya.


"Apa aku boleh tanya?" ucapku kepada perempuan berpakaian pembantu.


"Boleh, mau tanya apa?" dia menjawab dengan senyum manis diwajahnya, menampakkan bahwa dia adalah orang yang ramah.


"Dia pergi ke kastil," jawabnya sambil berbisik mendekat ke arahku.


"Tapi.. buat apa dia pergi ke kastil, bukannya..."


"...itu dia ada urusan penting!"


Setelah keputusan yang diajukan oleh Yanwu diterima dan disepakati oleh semua orang, kamipun bergegas untuk pergi meninggalkan rumah kediaman ini.


Yanwu bahkan mengatakan kepadaku jika orang-orang kerajaan sedang mendekat kemari, berjumlah 10 orang. Dia hanya mengatakan hal tersebut kepadaku dengan alasan karena aku adalah orang spesial katanya.


Tapi karena hal itu, nyatanya aku tahu bahwa Yanwu memiliki kemampuan lebih dari satu. Lebih tepatnya dia adalah ras dewa.


"Cuma yang bikin aku tertarik pada latar belakangnya adalah saat dia ada didalam mall, dia itu terkurung sebelumnya, aku yakin sekali. Pertanyaannya, siapa yang mengurungnya disana?"

__ADS_1


Saat ini aku hanya membawa tas ransel yang didalam ada buku catatan dan rencana tuan Mizu yang masih ku jaga dengan baik. Serta beberapa keperluan lain yang terbilang tidak memakan ruang di tasku.


"Aku mau menyampaikan usulan!" ucap Willy membuka obrolan setelah kami berjalan agak lama dan tidak ada seorangpun yang bicara sejak meninggalkan kediaman tadi.


"Tentu saja boleh, silahkan!" sahut Yanwu yang berada paling depan, dia memang yang memimpin untuk sekarang ini.


"Kenapa kita tidak bersembunyi saja didalam cincin ruang mu itu, kamu bilang sendiri kan bahwa cincin ruang mu bisa bisa menampung benda ataupun seseorang?" ucap Willy yang lebih tepatnya pertanyaan dan usulan darinya.


"Sebenarnya cincin ruang ku ini bisa membawa seseorang hanya saja memiliki batas minimum, tidak sembarangan masuk saja. Kurang lebih aku hanya bisa membawa 2 orang saja."


"Jadi si pemakai cincin tidak bisa masuk ya, hanya bisa memasukan seseorang kedalam saja."


"Aku kira cincin itu akan sedikit berguna, Hah.. sama saja dengan sampah!" cibir Willy yang tidak ditanggapi oleh Yanwu sama sekali.


Kemudian aku mendekati Yanwu dan memberinya usulan mengenai tempat tujuan yang akan dituju. Aku mengatakan kepadanya bahwa ada seseorang yang ingin aku temui juga disana. Ya. Siapa lagi kalau bukan kembaran atau diri pangeran yang lain.


Meski kemampuannya tidak seberapa, tapi mengumpulkan orang-orang berkemampuan adalah cara yang terbaik untuk tidak melukai diri lebih keras lagi.


Apalagi diri yang lain pangeran itu memiliki rekan-rekan yang saling berhubungan dengan tujuan diriku untuk dapat meminta bantuan pada seseorang.


"Kamu membicarakan tentang apa dengannya?" tanya Kino yang ingin tahu apa yang aku bicarakan dengan Yanwu barusan.


"Itu, orang yang pintar dalam menentukan langkah dan rencana!" jawabku dengan suara kecil.


"Apa hanya itu saja? Dan kenapa kamu sangat mengandalkan dirinya?" tanya Kino lagi.


"Dia memiliki rekan berkemampuan yang hebat pula, kamu ingat?"


"Ah iya, aku lupa."


Kamipun memasuki wilayah yang disekitarnya banyak gedung-gedung pencakar langit.

__ADS_1


__ADS_2