
"Sebelumnya, kamu diketahui telah masuk kedalam penjara cincin ruang ini. Yah, kamu sekarang berada di didalam cincin ruang milik Yanwu!"
"Diriku yang memang diberi kebebasan oleh si pemilik untuk keluar dari penjara bisa mengetahui dirimu yang berada di ruang bawah."
"Karena sebelumnya kamu berteriak teriak tidak karuan sehingga diriku bisa mengetahui pasti sumber suara teriakan tersebut."
Aku masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi padaku sampai berakhir di tempat ini, dan apa mungkin sekarang aku berada di dalam cincin ruang.
Tempat ini bahkan seperti dunia misterius itu, melihat pemandangan di luar jendela pun nampak berisi pepohonan lebat.
"Lalu kenapa aku bisa berada disini?" tanyaku serius benar benar ingin mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Karena penjelasan Ryu tadi hanya sebagian alasan saja.
"Sebenarnya dirimu dan yang lain dimasukkan oleh Yanwu kedalam cincin ruang ini, karena Yanwu berpesan pada sebuah catatan yang ikut masuk kedalam, dia mengatakan bahwa serangan benda berbentuk kubus itu bisa melenyapkan diri seseorang dengan mudah!"
Yanwu memasukkan diriku dan yang lain kedalam cincin ruang ini, bukannya berarti Yanwu sendirian dalam menghadapi tujuh orang itu. Di tambah benda aneh seperti pesawat di udara.
"Kalau begitu aku mau berbicara dengan yang lain sekarang, kamu bisa antar kan aku kan, Ryu?"
"...belum saatnya Anita."
"Apa, apa kamu bilang? Kenapa belum saatnya aku bertemu dengan mereka, jangan jangan kamu menyembunyikan sesuatu dariku. Emm..."
Ku tatap Ryu dengan intens dari dekat apakah dia sedang berbohong atau tidak, aku bisa mengetahui kebohongan seseorang dari eskpresi dan gelagatnya.
"Kamu berbohong, katakan saja kebenarannya Ryu? Sebagai gantinya izinkan aku memberimu informasi mengenai istrimu."
"Baiklah, tapi kebenaran ini bisa saja membuat mental mu drop. Aku jujur saja dalam mengatakannya sekarang, jika Kino, Kwen, Yanwu, Nie, Geisha, Willy, dan dua orang relawan telah tiada!"
"Mereka semua terkena efek samping dari sinar tembakan benda berbentuk kubus yang melayang di udara sebelum tewas. Selain berefek menghancurkan target, sinar tersebut nyatanya adalah senjata terkuat yang dimiliki oleh ras manusia tidak berkemampuan."
"Bahkan area setelah terkena tembakan tersebut meninggalkan bekas mengerikan, lubang yang begitu dalam dan efek ledakan cukup parah."
Aku menduga bahwa Yanwu sendiri bertindak menolong yang lain di waktu yang tak sempat itu, namun dirinya mengambil prioritas yang harus diutamakan.
Kalau benar apa yang dikatakan Ryu sesuai dengan kejadian, lalu siapa yang menceritakan detail dan kronologi tersebut kepadanya.
Dia berdalih pada sebuah catatan yang Yanwu masukkan pula kedalam cincin ruang ini, yang tentunya bersamaan dengan diriku.
Hanya saja detail dan gambaran setelah kejadian menurutku sangat janggal saat dia menjelaskannya, bukannya dia selama ini terkurung di dalam cincin ruang.
__ADS_1
Lalu aku masih bingung pada senjata terkuat ras manusia tidak berkemampuan yang menyerang diriku dan rekanku yang lain. Saat Hiyou menjelaskan mengenai senjata itu dia sama sekali tidak memberitahu efeknya.
Kecuali ingatan seseorang yang akan mengingatnya kembali pada gambaran sebelum dirinya melakukan bunuh diri. Begitulah hukum untuk berada di dunia ini.
"Ryu, aku mau tanya. Selain catatan itu, yang menjelaskan detail informasi dari luar kepadamu siapa?"
Ryu saat ini aku lihat memasang ekspresi tertegun seakan akan kejahatan yang dimilikinya telah terungkap.
"... kamu jeli sekali Anita, aku tidak bisa menyangkalnya lagi, kamu bisa mendapati informasi tersebut tanpa memaksaku."
"Bahkan kamu tidak menunjukkan ekspresi sedih sekalipun. Aku ingatkan lagi jika rekan kita pada saat penembakan, yang ada bersamamu telah tewas, kecuali..."
"Hm, aku sudah tahu. Pasti Yin kan?"
Ryu malah menjauhiku sembari mundur beberapa langkah kebelakang dan dengan ekspresi terkejut. Apa aku ini
"Agar orang sepertimu mengerti, aku akan jelaskan alasan aku mengetahuinya, tapi. itu berlaku pada jawaban yang baru saja aku katakan!"
"Yin itu adalah putri kecilmu, aku yakin kamu sangat menyayanginya lebih dari apapun. Yang pasti jika dia tewas dalam kejadian yang aku alami sebelumnya, dirimu pasti akan bersedih. Tapi saat kamu menjelaskan kronologi kejadian kepadaku, kamu tampak tenang tenang saja, tidak ada ekspresi kesedihan sekalipun yang aku tangkap di wajahmu, Ryu!"
Setelah aku menjelaskannya kepada Ryu terlihat dirinya hanya diam tidak berbicara lagi, mungkin alasan dia berbohong kepadaku sebelumnya agar diriku tidak terlalu sedih menerima kenyataan pahit.
Ada perasaan sedih namun tidak terlalu besar seperti yang seharusnya orang rasakan pada umumnya. Aku juga bingung menyadari diriku ini yang tidak berperasaan.
Bahkan perasaan dendam pun tidak terpicu sama sekali.
"Huh... aku mau keluar sebentar mencari udara segar!"
"Ta-tapi, kondisimu sekarang..."
"Aku baik baik saja, tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Hanya menghirup udara segar untuk memulihkan diri."
Aku pun beranjak bangun dari tempat tidur dan melenggang pergi setelahnya.
Rumah ini lumayan luas dan memiliki lantai atas, ketika diriku melihat tangga yang menuju kesana. Melihat pintu depan rumah ini aku pun langsung bergegas kearahnya.
Di luar begitu menyejukkan sekaligus menenangkan, entah karena efek warna hijau dari pepohonan atau bau dari rerumputan.
"Sekarang ini Yanwu telah tiada, maka perjanjian diriku dengannya otomatis sudah berakhir. Aku ingat perjanjian itu saat berbincang dengannya, yaitu mencari seseorang perempuan yang dicari olehnya selama ini. Perempuan itu katanya mirip sekali dengan wajahku."
__ADS_1
"Lalu aku setuju pada akhirnya, karena kedua belah pihak terutama diriku saling diuntungkan."
Mengeluarkan isi hati dan bercerita pada diri sendiri, bergumam cukup lama hanya untuk menunggu matahari terbenam.
"Sudah sore, waktu berlalu begitu cepat."
Diriku kembali memasuki rumah tadi tempatku bangun setelah mengalami serangan merenggut nyawa.
Yang anehnya diriku masih selamat karena sempat tertolong, sementara rekan yang aku anggap sebagai temanku di dunia ini harus meninggal dalam keadaan seperti itu.
"Kak Anita!"
"Yin, kamu... bajumu penuh dengan saus dan kecap?"
"Aku habis memasak di dapur kak, membantu ayah menyiapkan makanan untuk makan malam bersama..."
"Begitu ya, apa aku boleh bantu membawakan makanan ke meja?"
"Boleh, ayo ikuti aku kak."
"Si kecil Yin tampak berseri seri dan gembira di waktu seperti ini, padahal rekan yang bersama dengan sebelum telah tiada."
"Apa Ryu menyembunyikan hal itu kepada anaknya?"
Sampai di dapur ternyata Ryu masih sibuk pada penggorengan berisi sosis, yang kemungkinan produk tersebut berasal dari dunia itu.
"Ada yang ingin aku tanyakan, Ryu?"
"Tanyakan saja, aku rasa kamu sudah mendingan sekarang."
"Didalam cincin ruang ini kita seakan berada di dunia yang berbeda ya, aku kira kita dalam suatu ruangan khusus?"
"Awalnya aku juga berpikir begitu, tapi setelah mendengar penjelasan dari si pemilik cincin ruang aku jadi memahaminya, bahwa ras dewa dapat menciptakan dunianya sendiri!"
"Menciptakan dunia katamu?"
"Yah, seperti itulah. Dan hal tersebut memang terbukti nyata kan."
Aku melihat keluar jendela yang ada di dapur, terlihat langit berwarna oranye dan burung burung berterbangan.
__ADS_1
Menjelaskan apa yang dikatakan oleh Ryu memang benar. Aku sekarang berada didalam cincin ruang milik Yanwu.