Last Life

Last Life
Hal-hal Mudah Tapi Aneh


__ADS_3

"Barusan..."


"Maaf kak, aku menggunakan kemampuan ku tadi, tapi kenapa kakak bisa memasuki kedalam mimpi tadi?" tanya Yin.


"Biar aku yang menjawabnya, hal tersebut dikarenakan sebelum dirimu menggunakan kemampuan ilusi Anita sempat memasuki ingatan pria ini. Itulah kenapa Anita bisa ikut masuk kedalam ruangan ilusi mimpi! ucap Kino menjelaskan apa yang aku alami.


"Walaupun begitu aku minta maaf kak."


"Iya kakak maafin, lagian tidak disengaja kamu melakukannya."


"Umm..."


Semua rekan-rekan ku dan relawan dalam keadaan baik-baik saja, tidak ada yang terluka sama sekali. Artinya semua penglihatan dan apa yang aku alami sebelumnya hanyalah kejadian didalam ilusi mimpi.


Saat ini Brain sedang mengamankan pria psycho ini dengan mengikatnya lalu memasukkannya kedalam peti logam.


Berarti tinggal satu orang lain yang dikatakan Hiyou sebagai ancaman bagi kami saat melakukan rencana penyerangan. Berbeda dengan pria ini, ancaman kedua sudah dijelaskan oleh Hiyou dari karakteristiknya sampai kemampuan yang dimilikinya.


"Selanjutnya kita menuju kamar sebelah!" perintah Brain mendahului pergi.


"Kino, apa kita tidak dicurigai telah melakukan hal seperti ini kepada pelindung raja. Bukannya Brain mengatakan ancaman kedua ada disebelah kamar ini?"


"Kemampuan orang yang kita miliki lumayan berguna juga Anita, dia bisa memindahkan kamar ini ketempat lain sehingga tidak menimbulkan berisik walaupun kita berbicara keras dikamar ini, yaa tapi sebelum kamu sadar sih!"


"Hmm begitu ya, aku jadi lega setelah mengetahuinya. Sebelumnya aku berpikir keras menyimpulkan kejadian awal."


"Kamu memang selalu ingin tahu, ayo kita jalan. Kali ini aku akan melindungimu."


"Oke, tapi kalau aku ketangkep kamu yang harus bertanggung jawab lho."


"Tidak masalah."


Aku berada dibelakang sementara yang lain sudah memasuki kamar disebelah. Ternyata didalamnya ada perempuan berambut putih sebelahnya hitam sedang menyisir rambutnya sambil menghadap ke cermin.


Aku amati perempuan ini seperti tidak ada penjagaan sama sekali, bahkan aku nyakin dia sepertinya mudah untuk dihadapi.


Berbeda dengan pria tadi, kamarnya ini sangat berantakan sekali. Padahal dia ini terlihat anggun dengan gaun hitam selutut.


Tidak menyangka aku akan melihat kamarnya yang seperti ini.


Nie dan Yin menggunakan kemampuannya secara bersamaan kepada perempuan ini yang masih asyik menyisir rambutnya, dia tidak mengetahui dirinya sedang dalam bahaya.


Sangat mudah atau ini adalah jebakan perempuan dengan kemampuan vampir ini, dia langsung saja terlelap dalam mimpi maupun pengendalian dari Nie.

__ADS_1


Brain lalu memerintahkan dua orang relawan untuk mendekatinya, memastikan bahwa perempuan ini sudah hilang kesadaran diri.


"Ingat! Jangan sampai menyentuhnya!" ujar Brain.


"Aahh!!!"


Kini keduanya hanya tersisa daging pada tubuh di badan yang sangat tipis sehingga pada saat tubuh keduanya jatuh tulang didalam daging tersebut keluar tanpa darah.


Lagi dan lagi kejadian kurang mengenakan terjadi di awal tanpa disadari oleh Hiyou merujuk pada arahannya. Kedua ancaman ini dari awal mungkin berpura-pura tidak mengetahui keberadaan kami.


"Kenapa bengong? Ayo serang aku, teman kalian sudah dibuat begini olehku lho..." ucap perempuan vampir ini dengan senyum setengah sambil mengedipkan mata.


"Fufufu kalian gak bisa gerak ya, sayang sekali... Padahal udah aku tunggu. Ya udah, aku datang duluan."


Seketika tubuhku tidak bisa digerakkan dan mematung di tempat. Untuk melirik keadaan saja aku sangat kesulitan, bahkan mataku terus terbuka meskipun aku berusaha untuk memejamkan agar tidak merasa sakit.


Dia mendekati dua relawan yang tersisa lalu mengigit lehernya dan beralih lagi ke yang lain.


Akhirnya giliran Kino yang akan digigit olehnya, sama sekali aku tidak khawatir karena aku sudah memahami keadaan yang sengaja dibuat seperti ini.


Gyup!


"Yumm emm enak sekali darah pria ini, aku jadi ingin menyedotnya sampai habis."


Waktu kembali disaat aku memasuki ruangan kamar ini. Sementara perempuan vampir tersebut sedang menyisir rambutnya, cuma kali ini dia langsung sadar.


Seorang relawan menggunakan kemampuannya untuk memindahkan kamar ini ke tempat lain. Berhubung aku ada didalamnya jadi tidak mengetahui kemana kamar ini akan dipindahkan.


"Sedang apa kamu ini hmm?"


Relawan lain lalu mengangkat tangannya menunjuk pada perempuan vampir ini hingga tubuh perempuan tersebut lama-kelamaan menjadi batu.


"Semudah ini mengalahkan vampir, aku baru mengetahui ternyata ada vampir di dunia ini," gumam salah seorang relawan.


"Jangan senang dulu, belum tentu dia dikalahkan dengan mudahnya!"


Benar apa yang dikatakannya, aku juga berpikir hal yang sama tidak meremehkan lawan saat aku berada di atasnya.


Kletak!


Batu yang seakan menyelimuti dirinya itu perlahan retak namun Kino terus mengulang sebelum batunya retak.


Sementara Yin aku lihat masih mengendalikan sesuatu didalam mimpi buruk perempuan vampir ini.

__ADS_1


Nie juga sama sepertinya dia berjuang keras demi bisa mengendalikan tubuh lawan.


"Sekarang bagaimana Brain?" tanya Kino.


"Sama seperti pria tadi, dia harus dalam keadaan tidak sadarkan diri baru aku akan memasukkannya kedalam peti logam!"


"Apa ngga langsung dimasukkan saja?" ucapku ikut bertanya.


"Tidak bisa."


"Eh..."


Begitu seterusnya sampai vampir ini memutuskan menyerah dan tidak melakukan perlawanan. Dilihat dari dirinya yang tidak bergerak-gerak lagi.


Sama seperti sebelumnya Hiyou memasukkan lawan kedalam peti logam.


Apakah dengan ini rencana penyusupan berakhir?


Dalam rencana penyusupan ini hanya berfokus pada ancaman yang sudah kami tangani. Untuk rencana penyerangan mungkin masih belum diawali oleh tim penyerang.


Menurutku sekarang Brain pasti menuggu seseorang menyampaikan pesan melalui telepati. Sebagai pertanda untuk langsung melakukan bala bantuan.


Di dalam kerajaan entah mengapa tidak ada seorang pun saat aku mengendap-endap bersama dengan yang lainnya.


Bahkan suara saja hening tidak ada sama sekali. Karena terpaksa untuk melihat keadaan sekitar lebih tepatnya di luar, aku pun berpisah dengan yang lain.


Ada jendela yang bisa aku cek dekat ruangan tamu.


"Tidak ada prajurit dan orang-orang disini, sebenarnya mereka semua kemana?"


Melihat agak lama sambil mengamati diluar kerajaan aku melihat pesawat besar ciptaan Brain.


Dess...


Blarr...


Kembang api terlihat dari arah cakrawala menandakan penyerangan segera dilakukan melalui perintah Yanwu sebagai ketua tim.


"Anita, tempat ini sudah dikosongkan dengan sengaja. Aku juga merasa ada yang tidak beres!"


"Iya sih, sama aku juga merasa ada yang janggal, penyusupan ini serasa mudah sekali untuk diselesaikan tanpa memakan waktu lama, menurutmu bagaimana Kino?"


"Spekulasi ku mengatakan raja sedang pergi dan kebetulan sekali kita tidak mengetahui informasi tersebut."

__ADS_1


"Apa artinya rencana ini sia-sia karena raja tidak menampakkan dirinya?"


"Belum tentu juga, kita tunggu kabar dari tim lain saja!"


__ADS_2