Last Life

Last Life
Di Tengah Penantian Yang Tak Berujung


__ADS_3

"Dengan bantuan dirinya melalui kemampuan mengulang waktu, kita mungkin saja bisa mengalahkan mereka!" ucap Raja sangat percaya diri saat aku meliriknya terlihat jelas dari raut wajahnya.


Suara langkah kaki seseorang terdengar sedang menuju kemari dari arah belakang.


"Heh... sepertinya Yang Mulia terlihat buru-buru sekali akan memulai peperangan, bukannya masih belum menemukan kelemahan mereka secara spesifik?" ucap orang itu.


Saat aku membalikkan badan dan melihatnya dia ternyata adalah orang yang aku kenal sebelumnya pria bernama Alex yang selalu mengoceh dan mengomentari jalannya seleksi prajurit.


Tentu saja aku terkejut sekali saat dirinya berbicara santai dengan Raja seakan dirinya tidak perlu segan untuk bicara.


Muncul sebuah anggapan di kepalaku jika sebab "rencana terakhir" gagal gara-gara dirinya yang memberitahukan rencana itu pada Raja.


"Kurasa anggapan barusan masuk akal juga, dia pasti menyembunyikan sifat dirinya pada saat bersama denganku. Berpura-pura menjadi orang lain."


"Dan seperti biasa Yang Mulia selalu dikelilingi oleh wanita cantik, dan kali ini... hmm, seorang gadis bak bidadari ternyata heh.."


"Cih, dia pura-pura tidak mengenal diriku. Jika ada kesempatan aku pasti akan membalas perbuatannya!"


"Jangan terlalu melebih-lebihkan, diriku tidak selalu dikelilingi oleh wanita cantik. Mereka berada didekatku hanya karena jabatanku saat ini. Sudahlah, tidak penting membahas itu. Alasan aku kemari guna mencoba ekperimen yang selama ini aku kembangkan, dan diuji langsung kepada seseorang dengan kemampuan luar biasa!"


Aku menjauh dari wadah kaca yang mengurung Kino itu setelah diperingati oleh Raja, sementara Alex orang yang aku benci terus saja melirikku.


"Dikira aku tidak tau apa! Biarkan saja, biarkan saja. Ini bukan saatnya membalas!"


Setelah Kino dikeluarkan Raja membawanya menggunakan kemampuan psikis pada alat pernafasan yang ada di tempat ini sambil merebahkan tubuh Kino.


Tak lama Kino membuka matanya terlihat olehku warna matanya berwarna biru laut berbeda saat pertama kali aku melihatnya.


Kemungkinan Kino yang aku lihat ini bukan Kino yang aku kenal, dia pasti melupakan ingatan sewaktu bersamaku.


"Selamat datang anak muda, dirimu baru saja terlahir kembali. Dan akan mengemban tugas penting sebagai seorang kesatria tangguh!" jelas Raja.


Saat ini aku berada tak jauh dari tempat Kino rupanya Raja memperbolehkan diriku untuk mendekatinya hanya saja aku merasa Alex seakan menjadi orang yang selalu mengawasi gerak-gerikku, kemanapun aku pergi.


"Apa dia akan mengingatku, jika ada kesempatan... aku mungkin bisa mengubah keadaan terlampau malang ini?"


Kino entah mengapa menatapku lekat tanpa berkedip yang membuat Raja memperhatikan diriku.


Pada akhirnya aku disuruh menjauhi Kino atas perintah Raja yang tak bisa diganggu gugat olehku, dia kelihatannya menahan rasa kesal.

__ADS_1


"Apa Raja bisa cemburu ya, hahaha tidak mungkin."


Persis seperti dugaan ku Alex memang ditugaskan untuk menemani diriku dalam artian mengawasi diriku yang diijinkan untuk leluasa menikmati waktu senggang, katanya.


Sebenarnya aku menunggu kedatangan Yanwu yang entah ada dimana dirinya berada saat ini, seingat ku Brain pernah bilang jika dia masih hidup.


Tapi sampai sekarang penantian ini belum kunjung membuahkan hasil. Entah sampai kapan aku akan menunggu. Tidak bisa aku pastikan dengan jelas.


"Kenapa kamu tidak berbicara kepadaku, Anita? Apa kamu marah karena diriku telah..." ucap Alex sembari memiringkan kepalanya melihat padaku.


Belum usai Alex bicara aku langsung memotong perkataannya guna mengungkap penghianatan dirinya padaku hingga mempengaruhi keseluruhan rencana.


"Kamu udah berkhianat, apa lagi yang akan kamu katakan huh?! Padahal aku sangat percaya padamu..."


"Ya... sebenarnya aku melakukannya, karena aku ini adalah anak Raja, begitulah!"


"Ka-kamu anaknya?" tanyaku tak percaya.


"Baiklah, aku jelaskan. Aku ini memang anaknya, hanya sekedar anak tiri dari selir yang dimilikinya. Setelah ibuku tiada dia memperlakukan diriku seperti rekannya, bukannya itu sangat berlawanan dengan statusnya sebagai ayah?!"


Tak ku sangka diwaktu ini banyak perubahan yang terjadi dan diriku terlambat untuk menyadari.


"Hump. Aku sangat kesal denganmu. Gara-gara kamu, rekanku jadi terbunuh!" ungkap ku secara spontan.


Alex memang mengkhianati diriku tapi aku merasa jika dia sangat menyesali perbuatan ayahnya dilihat dari raut wajahnya.


Dan bodohnya, diriku tidak menyadari saat itu aku terjebak didalam kemampuan ilusi. Sungguh, saat aku mengingatnya lagi darahku jadi mendidih. Ingin rasanya mengulang waktu agar dapat membalikkan keadaan saat itu.


"Kamu melamun, apa perbuatan ayahku tidak bisa kamu maafkan?"


"Iya. Eh!"


"Hehehe... akhirnya kamu mau membuka mulut lagi."


Di luar wilayah kerajaan terlihat sama seperti biasanya banyak bangunan dan rumah-rumah penduduk terbengkalai, tak lupa warna hijau dari rumput liar dan tumbuhan merambat yang menghiasi setiap bangunan.


Aku memutuskan untuk belanja di tempat perbelanjaan, karena sudah lama aku tidak merasakan emosi menyenangkan saat makan di tempat seperti saat ini.


Tapi entah kenapa Alex tertawa saat aku mengatakan kepadanya tepat pada ucapan "belanja" padahal tidak ada yang lucu.

__ADS_1


Dan Alex langsung setuju pada keputusan diriku.


Sebenarnya sekalian saja aku mengecek kemampuan Kino yang digunakannya pada setiap tempat perbelanjaan seperti mall dan supermarket.


Apakah akan tetap berlaku atau lenyap sesaat setelah dirinya tiada, akibat serangan senjata ras manusia tidak berkemampuan.


Sepertinya sebagian wilayah di kota ini telah diguyur hujan hingga membuat jalanan becek dan terlihat segar pada tumbuhan.



"Apa kamu bisa terbang?" tanyaku.


"Tidak. Kamu tahu sendiri kemampuanku hanya bisa memindahkan jiwa."


"Oh ya, emm... bukannya kamu pernah bilang telah berganti-ganti diri sampai memasuki tiga puluh lebih, terus tubuh aslimu kenapa?" tanyaku lagi mengeluarkan pertanyaan yang mengganjal ingin segera aku katakan.


"........."


Alex tidak menjawabnya yang berarti pertanyaan ku tadi terlalu sensitif untuk ditanyakan padanya.


Aku membayangkan diri selagi berjalan menemukan sebuah mall atau pusat perbelanjaan berisi makanan dan minuman serta produk tertentu.


Seperti seorang pahlawan dengan kemampuannya dapat terbang bebas di langit biru sembari melihat keadaan di bawahnya, pasti sangat seru ketika aku bisa melakukannya.


"Ternyata dirimu bisa terbang ya, aku baru tahu."


Ucapan Alex membuatku bingung, tapi saat aku memastikan dengan seksama ternyata diriku sedang melayang di udara. Yang mana mengingatkanku pada flashback saat Yanwu mengatakan bisa membuatku terbang.


Aku terlalu banyak pikiran sampai-sampai lupa pada kemampuan ini.


Kemudian diriku terbang ke atas untuk mencari tahu keberadaan tempat perbelanjaan yang akhirnya dapat aku temukan tak jauh dari tempatku saat ini.


Di sela perjalanan aku sempat mengabadikan tempat-tempat yang aku lalui menggunakan ponsel yang aku bawa.


Dan banyak sekali gambar yang aku tangkap.



__ADS_1



Hingga tak terasa aku sudah sampai di depan pusat perbelanjaan terbengkalai yang berselimutkan tumbuhan liar.


__ADS_2