Last Life

Last Life
Samar-samar Ingatan Masa Lalu


__ADS_3

Menjelang siang hari, akhirnya kami menemukan sebuah rumah yang sesuai sebagai tempat persembunyian. Meski didalamnya sangat kotor dan berantakan, tapi kami berinisiatif untuk membersihkannya bersama-sama.


Hingga saat itu tiba, di waktu bersantai kami. Ku usahakan agar hari esok nanti berjalan sesuai rencana.


Karena saat di perpustakaan aku sempat bertukar pikiran dengan tuan Mizu, yang akhirnya menghasilan rencana-rencana cemerlang yang bisa aku gunakan sesuai dengan kondisi.


"Kamar tidur sebelah kurasa perlu dibersihkan."


"Hm, bagus. Sekalian saja."


Butuh dua menit lebih untuk membersihkan rumah yang kondisinya sudah sangat kotor dan hampir seluruhnya ditumbuhi oleh rerumputan liar. Bisa ku tebak, jika pemilik sebelumnya sudah lama meninggalkan rumahnya ini.


Sebenarnya seluruh area kota ini sebut saja kota A adalah tempat dimana hal-hal aneh bermunculan. Diceritakan tempat ini pernah dijadikan tempat ras manusia berkemampuan beraktivitas, sebelumnya.


Namun sayangnya mulai ditinggalkan begitu saja setelah terjadi insiden kematian mendadak yang merenggut banyak nyawa.


Meskipun cukup mengerikan dan menjadi momok menakutkan, namun cerita tersebut adalah legenda yang turun temurun diceritakan dari generasi ke generasi.


"Aku ijin pergi sebentar! Rasanya aku perlu menenangkan diri terlebih dahulu."

__ADS_1


"Aah iya, hati-hati ya."


"Iya."


Kini aku sendirian di rumah ini, dan saatnya bagiku untuk berlatih menggunakan kemampuan ku.


Buku catatan tuan Mizu bisa aku jadikan pedoman sebagai pembelajaran umum mengenai kemampuan milikku.


Disini ada 30 halaman lebih pada catatan dari kertas yang disobek, memuat berbagai informasi terkait kemampuan milikku. Sedangkan catatan lain yang didalam buku berisi rencana-rencana yang telah kami buat.


Kembali kurasakan sunyi yang menyebar kedalam diri, begitupun jiwaku yang merasa nikmat dalam kondisi kesunyian seperti ini.


Yang lenyap begitu saja ketika ku perhatikan lebih detail. Anehnya, dia seperti ingin memberitahukan sesuatu kepada diriku. Tapi karena kondisi dan aturan konyol dunia ini maka aku kesampingkan dulu bentuk siluet dalam otakku itu.


"Yaa... baterai ponselnya tinggal 20!"


Karena ku gunakan cukup lama saat rapat penting kerajaan guna mendengar pembicaraan mereka, alhasil daya ponselku berkurang banyak.


Kira-kira 1 jam lebih aku gunakan hanya untuk merekam merekam.

__ADS_1


"Listriknya disekitar sini mungkin sudah hilang, lagipula... tiang listrik sama sekali tak terlihat. Hmm, saking banyaknya tumbuhan liar yang menutupi mungkin, karena itu aku kesulitan mencarinya," gumam ku sambil melihat ke luar dari jendela.


"Oh, ya. Si pus belum aku kasih makan!"


"Heh.. kemana ya dia?"


Si pus hilang lagi ketika ku cari-cari.


"Biarin, nanti juga si pus kembali."


Sudah ku berusaha untuk mencarinya, namun sepertinya sulit mencari si pus. Mala seperti mencari jarum di tumpukan jerami.


Malam pun tiba, kami pun mengobrol lalu makan bersama dengan mie instan dan roti. Dalam hati aku bersyukur karena Kino menggunakan kemampuannya untuk kebaikan seperti ini, mengulang ruang waktu hanya untuk mengembalikan keadaan semula suatu benda.


Mungkin bagi mereka disana yang sedang menikmati makan malam dengan mie instan atau lainnya. Tidak mengetahui, jika ada orang yang sangat peduli kepada sesamanya.


Walaupun demikian ada beberapa orang yang mungkin saja faham dengan keanehan ini, yang bisa saja mereka simpulkan adalah anomali namun sebenarnya kemampuan seseorang.


Pasti dari mereka ada yang sadar, mana mungkinkan? Produk dari dunia alternatif ini tetap ada meski sudah digunakan atau dihabiskan berkali-kali.

__ADS_1


__ADS_2