Last Life

Last Life
Ada Batasan Yang Membatasi Diriku


__ADS_3

"Biar aku luruskan, bahwa aku ini jatuh cinta padamu pada pandangan pertama semenjak diriku melihatmu dengan seksama, dan setelah kebangkitan diriku lagi setelah tertidur menjadi patung sekama beribu-ribu tahun lamanya. Jika boleh aku ingin lebih dekat denganmu."


Tidak menyangka diriku ini ternyata banyak di dekati oleh pria-pria yang tidak ku kenal sebelumnya. Aku menduga jika diriku ini nantinya akan dalam bahaya cepat atau lambat karena diperebutkan.


Namun sebelum itu terjadi aku harus keluar dari dunia misterius ini secepat mungkin, demi menjalani kehidupan normal ku sampai aku menua nanti.


Tujuan itu memang sudah aku putuskan semenjak pertama kali terbangun dari dunia ini dan semua kejadian yang aku alami sampai pada titik ini, aku menganggapnya hanya menunda diriku pulang saja.


Setelah mendengar semua tentang ras manusia dewa mestinya ada harapan besar untukku kembali ke dunia asal. Tapi pertama-tama aku harus bertemu dengan Yanwu terlebih dahulu, karena aku sangat nyakin sekarang ini bahwasanya dia masih bernafas.


"Kita baru saja kenal, dan kamu langsung mengatakan hal itu. Bukannya terlalu terburu-buru untuk seorang pria mengatakan pernyataan cintanya tanpa perjuangan yang keras, atau kamu cuma menginginkan diriku untuk menjadi simpanan saja?"


Pria ini lalu terdiam tidak bergeming setelahnya dengan wajah menunduk menatap lantai, dia mungkin kesulitan untuk menjawab dikarenakan perkataan ku barusan.


"Aku akui ada perasaan terdalam yang masih belum aku sampaikan kepadamu, tapi satu hal yang ingin aku tegaskan, jika aku ini benar-benar tulus mengatakan pernyataan cintaku kepadamu!"


Dalam keadaan ini aku memiliki kesempatan untuk mendapati pelindung secara cuma-cuma yang dapat menuruti setiap perkataan ku tanpa aku disuruh nantinya.


Dan tidak ada salahnya untuk saat ini aku menerima pernyataan cintanya, namun berpura-pura seperti seorang kekasih saja baru memikirkan resiko bila nanti dia menyadari aku menipunya.


"Ya sudah, aku akan menerima dirimu untuk sementara. Tapi bukan kekasih pada umumnya, hubungan kita ini cukup sebatas kekasih sementara, dan jika dirimu membuatku tertarik maka kita akan lanjutkan hubungan kita setingkat demi setingkat!" jelasku padanya dengan nada lembut dan penekanan.


Aku melihatnya mengepalkan kedua tangannya erat pada posisinya sekarang ini, mungkin saja dia masih berpikir matang-matang untuk menentukan suatu keputusan. Sungguh pria yang tidak ingin salah langkah.

__ADS_1


"Aku setuju denganmu, jadi sekarang ini kita sepasang kekasih, meskipun lain daripada yang lain hanya sekedar "kekasih sementara" tapi entah mengapa hatiku sangat gembira sekarang ini."


Kemudian setelah mencuci otak pria ini berhasil dan sesuai rencana aku menyuruhnya untuk mengubah penampilannya. Yang tidak disangka dia langsung menurutinya dan menghilang dari pandanganku saat aku berkedip. Entah sekarang dia ada dimana aku tidak tahu.


Malamnya pada pukul 09.00 saat aku lihat pada ponsel jadul milikku, kini diriku tengah berlatih fisik sembari menunggu kedatangan pria itu yang belum kunjung datang.


"Apa dia lari dari tanggung jawab setelah berani mengatakan hal itu padaku, kalau iya aku tidak akan memaafkannya. Dan aku akan mengutuknya agar dirinya tidak memiliki keturunan!"


"Hmm, kamu jahat sekali sayang. Tapi perkataan seperti inilah yang aku sukai darimu. Maksudku, aku akan jujur jika diriku ini memiliki sifat masokis kepada wanita kurang lebih sepertimu."


Pertama mendengar perkataan orang ini aku jadi memahami jika dia orang yang seperti apa, lalu karena kebetulan dia menyukaiku sampai menyatakan perasaannya kepadaku. Maka aku manfaatkan saja dirinya.


Sampai pada titik dia harus jujur padaku pada kondisi tertentu yang baru saja aku rancang sedemikian rupa.


"Makasih kamu mau jujur, kedepannya aku juga bakal jujur padamu," jawabku singkat sembari menghela nafas panjang setelah dibuat berkeringat karena latihan fisik.


"Kamu tampan sekali sayang, aku sampai mengira kamu orang lain sebelum kamu membuka topeng. Sebenarnya aku mau lanjut mengobrol denganmu, tapi aku memiliki masalah pribadi sekarang!" balasku mulai memancing Gerry agar mau membantuku.


"Masalah? Kalau begitu jelaskan padaku secara rinci. Aku pasti akan membantumu sebisa mungkin. Tidak usah takut jika ada orang yang mengancam mu, serahkan saja padaku masalah balas dendam atau yang semacamnya!"


Aku pun menjelaskan detail diriku kepadanya sekarang tanpa ragu, hanya informasi sedikit tentang diriku dan yang paling menonjol adalah musuh utama.


Bahkan aku memberitahukan kepadanya tentang rencana terakhir yang disepakati oleh rekanku yang akan berlangsung malam ini.

__ADS_1


Flashback on


Aku masih ingat dulu saat aku masih seorang pesulap amatir yang memiliki tujuan untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya agar kehidupanku berubah secara drastis.


Ada titik dimana aku mengira jika diriku akan selamanya begini, namun aku keluar dari lembah kesendirian itu dan kembali bangkit setelah mendapati semangat hidup.


Aku pun mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan memahami hitam dan putih dunia yang keras ini. Hingga aku pernah melakukan mind control kepada seseorang karena iseng ingin mencoba dan nyatanya berhasil.


Flashback off


Kini aku malah melakukan hal tersebut kepada Gerry lantaran sifat lain diriku memaksaku hingga pada titik ini.


Di sebuah ruangan khusus yang ada didalam rumah ini aku dan yang lainnya duduk sambil menikmati cemilan dan minum minuman pelengkap. Sebagai penghangat tubuh maupun menemani di tengah pembahasan rencana ini nantinya.


Semuanya sudah ada disini bahkan Sihan telah di perbolehkan untuk hadir dan lepas dari penjara yang mengurungnya.


Mengenai diri Brain aku masih menyimpan rahasia itu dari yang lain, ternyata setelah aku tanyai pertanyaan jebakan pada rekanku beberapa saat yang lalu, mereka seratus persen tidak tahu jika diri asli Brain berada di wilayah manusia tidak berkemampuan.


"Langsung saja, kali ini kita akan membahas rencana utama yang akan dilakukan satu hari setelahnya, pada pagi hari. Waktu longgar satu hari tersebut kita gunakan sebagai persiapan terakhir menjelang dimulainya rencana."


"Jadi seperti ini. Kita akan keluar dari dalam cincin ruang ini, lalu bagaimana caranya setelah itu, kita tidak diketahui oleh orang-orang kerajaan. Caranya kita berpencar lalu bertemu di titik ini!" jelas Brain lalu menunjukkan peta titik lokasi dan titik pertemuan.


Keenam rekan baru masih terlihat mencerna penjelasan Brain barusan, belum ada tanda-tanda dari mereka akan bertanya maupun berpendapat

__ADS_1


Brain lalu menjelaskan lebih detail alasan kenapa setelah keluar dari cincin ruang semuanya akan berpencar.


Hingga dua jam lamanya aku duduk di bangku ini dan sesekali keluar dari ruangan untuk ke kamar kecil. Akhirnya pembahasan rencana selesai dengan disepakati oleh semua orang yang hadir.


__ADS_2