
Sekali lagi aku ditangkap kembali oleh Willy saat aku hampir jatuh untuk yang kedua kalinya, sungguh, ini momen memalukan bagiku.
"Tidak usah sungkan kalau aku bertindak mau membantumu agar kejadian serupa tidak terulang kembali padamu ckk."
"Humph. Aku akan mengingatnya!" sahutku sambil bersedekap menunjukkan ekspresi cemberut kepada Willy.
Saat ini kami berhenti pada sebuah tempat lebih kearah bangunan rusak berukuran besar dan panjangnya sungguh mengejutkan diriku.
Sampai-sampai aku berpikir tujuan dibangunnya bangunan mengesankan ini. Dan penasaran apa yang ada didalamnya.
"Di dalam bangunan ini, adikku tinggal."
Sebenarnya aku tidak nyakin jika tempat ini adalah kediaman Ryu menurut penuturan Kay dilihat dari sekitaran bangunan besar ini yang kumuh.
Meskipun kota A sama halnya seperti setting dunia dilanda kiamat seakan-akan tidak cocok untuk ditinggali oleh manusia, di mataku kota ini adalah tempat idaman bagi seseorang penyuka kesendirian.
Aku berpikir misal seseorang penyuka kebersihan berada di tempat seperti ini pasti dia menganggap kemalangan nya adalah suatu keberkahan. Setelah dia memahami kondisinya.
__ADS_1
Apalagi rumah-rumah maupun gedung yang rusak bisa dijadikan sebagai hunian nyaman dan tenang. Asal orang tersebut tidak takut saja pada kesendirian.
Rumput disekitaran bangunan ini sangat tinggi-tinggi dan banyak sekali yang tumbuh sembarangan. Aku yang melewatinya pun harus berhati-hati jika saja ada ular atau sesuatu yang membahayakan.
"Terakhir kamu bertemu dengan adikmu sudah beberapa hari?" tanyaku penasaran.
"Oh, itu sangat lama."
"Pasti bertahun-tahun lamanya heh," ucap Willy menimpali.
"Willy... jangan gitu."
"Kemungkinannya seperti itu, aku sudah lama tidak bertemu dengannya lagi sejak dia memutuskan untuk meningkatkan kemampuannya seorang diri."
Dari penjelasan Kay tersebut membuktikan kebenaran lagi bahwa aku kembali di waktu yang berbeda. Pengulangan waktu sebelumnya tidak benar-benar membawaku kembali ke waktu awal yang pasti sama dengan keadaan dan kondisinya.
Ryu pun di waktu ini bertukar posisi dengan kakaknya yang seharusnya berada di pihak raja dan sedang meningkatkan kemampuan.
__ADS_1
Pintu bangunan ini sudah berkarat dan meninggalkan bekas saat aku menyentuhnya. Lalu Willy membukanya perlahan setelah menepis tanganku sebelumnya.
Memasuki bangunan ini kondisi didalam sangat kotor dan berantakan, bahkan tikus-tikus berhamburan lari dari dalam suatu wadah.
Lantai yang kotor membuatku jijik hingga ada niatan tidak ingin melanjutkan masuk kedalam bangunan, namun Kay sadar jika aku merasakan rasa jijik diapun akhirnya menggunakan kemampuannya kembali.
Mengendalikan air yang bagian dari tubuhnya yang tidak berefek sama sekali membentuk sebuah pijakan.
"Apa ini aman? Takutnya... saat dipijak aku akan jatuh," tanyaku memastikan keamanan pijakan air tersebut.
"Tenang saja, pijakan tersebut sangat kuat sama seperti kamu menduduki bundaran air sebelumnya!" sahutnya menoleh ke arahku.
Yang ternyata didalam bangunan ini terdapat mesin-mesin besar seperti didalam pabrik.
"Apa itu?" ucapku sembari menunjuk pada sebuah ruangan gelap, aku melihat ada ada seseorang didalam sana.
Tanpa bertanya lebih detail Willy langsung mendekati ruangan yang aku sebutkan tadi. Hingga ia masuk dan keluar sambil membawa kerangka manusia beserta pakaian yang dia kenakan.
__ADS_1
Saat aku menunjukkan ekspresi shock tiba-tiba saja tempat ini berubah menjadi aneh.
Dimana-mana ada darah pada lantai, dinding, mesin-mesin, dan langit-langit.