Last Life

Last Life
Hukum Yang Ditiadakan


__ADS_3

Wajah lugu namun sayangnya pembunuh keji itulah pria yang aku temui kali ini, mengaku sebagai saudara dari pemimpin kota ini. Lebih tepatnya adiknya.


Dari pakaian aku heran kenapa dia begitu berbeda dengan Kakaknya, bisa saja dia adalah orang buangan dikarenakan suatu alasan.


Itulah sebabnya dia mengakui sendiri tujuannya kemari demi membalaskan dendam kepada kakaknya.


Tapi anggapan saja belum tentu fakta yang sesungguhnya, kurasa cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan bertanya langsung padanya.


Bangunan kosong ini terletak di tempat yang sepi, rimbunan pepohonan menghalangi. Seakan tempat ini terhalang maupun tertutupi oleh alam.


Saat aku ingat-ingat berada tepat di tengah-tengah pepohonan dan kondisinya sudah sangat tua termakan usia.


"Sekai... jangan emosi, dia memang sifatnya begitu!" ujar ku dikala Sekai tersulut emosi atas perkataan pria itu yang sarkas.


"Baiklah, lagian dia adalah rekan kita saat ini, yang sewaktu-waktu bisa saja berkhianat?" ucap Sekai setelah menghela nafas panjang, terakhir ucapannya dia melirik pria itu.


Aku mengerti sekarang, karena sebelumnya pria itu mengatakan tidak selamanya dia berkerjasama dengan kami berdua. Maka dia bebas berkhianat kapanpun, itupun tidak diketahui dalam kondisi dan keadaan apa.


Sepertinya aku harus mencari tahu hal itu selagi masih menjadi rekan.


"Kalau boleh tahu, nama kamu siapa, aku tidak akan memaksa jika kamu tidak mau mengatakannya!" ucapku menanyakan perihal nama pria itu yang sampai saat ini aku belum mengetahui namanya.


"Luu."


"Luu ya, sekarang kita sudah jadi rekan mohon kerjasamanya..." ucapku sembari hendak berjabat tangan dengannya.


"Ya, ya.. kita rekan sekarang, hanya saja jangan sampai terbunuh sebelum tujuan kita terlaksana. Jika kalian mati aku tidak peduli lagi dengan jasad kalian, ingat itu!" sahutnya seperti biasa dibumbui kecaman halus.


Beberapa menit kemudian hingga rencana utama maupun cadangan sudah kami persiapan, kamipun mulai bergerak.


Dari obrolan tadi membahas tentang rencana dari pikiran masing-masing yang dibentuk menjadi satu aku mendapati sifat sejati Luu.


Dia sebenarnya adalah orang yang teramat baik hanya saja karena suatu alasan dia menjadi seperti ini, lebih jelasnya aku tidak tahu apa yang dia alami.


Mungkin pengalaman pahit ataupun semacamnya.

__ADS_1


Sebelumnya, Luu sempat mengatakan alasan utama dirinya membalaskan dendam kepada kakaknya. Hal itu dipicu oleh seseorang yang di bunuh dengan keji berserta keluarganya, menyisakan seorang wanita yang mana adalah kekasih Luu.


Namun dipaksa untuk menjadi pendamping hidup kakak iparnya.


Dari perkataannya itu aku mendapati kesimpulan bahwasanya Luu diusir dari kota ini saat dirinya masih remaja.


Melesat melewati rumah-rumah penduduk, di atasnya. Aku melihat berbagai pemandangan yang memilukan.


Hanya saja dilewati begitu saja lantaran Sekai bilang dia akan baik-baik saja.


Dia yang disebut itu adalah salah satu warga, seorang perempuan yang dijadikan pemuas kebutuhan oleh beberapa pria di tempat umum.


Saat aku sudah jauh dengannya suara melengking mengekpresikan rasa sakit terdengar, yaitu suara beberapa pria


Kota Tirani ini memang pantas dijuluki sebagai kehidupan di neraka, karena aktivitas lebih kearah kebebasan, lebih mengerikannya lagi yang seharusnya tidak dilakukan mereka lakukan secara terang-terangan.


Hal ini pun menjadi salah satu alasan Luu membalaskan dendam kepada kakaknya. Sebab, dia pemimpin sekaligus pencipta peraturan di kota ini.


Sampai di tempat tujuan, namun belum memasuki kastil besar sebagai kediaman pemimpin kota ini.


Informasi tersebut didapatkan Luu saat memaksa seseorang untuk menjelaskan tentang kastil pemimpin.


Dirinya yang seharusnya tahu tentang hal itu malah tidak mengetahuinya, dikarenakan sudah lama meninggalkan kota itu.


Rencananya diriku maupun Sekai berperan sebagai pengalihan, sementara Luu akan menghabisi nyawa pengguna kemampuan bola mata itu. Katanya dia mengetahui siapa penggunanya serta wajahnya, kemungkinan orang itu kenalan Luu sebelum dia meninggalkan kota asalnya.


Diriku menjadi penjual roti gandum dan susu bersama Sekai dengan dalih kualitas terbaik berguna untuk tubuh sekaligus menjaga mentalitas.


Dan benar saja, bola mata yang melayang itu melihat kemari.


Saat aku sengaja melihat kesana kemari berpura-pura menyapa penjaga lain, semua bola mata di bagian depan fokus pada skill marketing Sekai.


Membuatku berpikir dia sungguh piawai bisa dalam segala hal dan semua hal itu dia dapatkan dari membaca buku dan pengalamannya yang sedikit.


Karena dalam rentang waktu tertentu dia mengurung diri di bangunan yang disebut kastil itu. Tempat dimana keajaiban dalam ruangan tidak ada habisnya.

__ADS_1


"Apa aku boleh mencobanya sedikit untuk memastikan apa yang anda bawa ini aman?" tanya salah satu penjaga berbadan kekar bersenjatakan kapak.


"Silahkan, nikmati saja. Dan kebetulan kami memang berniat memberikan bonus kepada kalian para penjaga, saya sebagai penduduk kota ini sangat puas dengan hasil kerja keras kalian. Jadi tunggu apalagi, roti dan susu berkhasiat menunggu kalian!" ucap Sekai mengiring beberapa penjaga untuk datang menghampiri, begitupun dengan penjaga lain yang melonggarkan penjagaan demi mencicipi susu dan roti.


Beberapa saat, tidak ada tanda dari Luu. Sudah sepuluh menit lebih kami melayani para penjaga yang semakin ketagihan dengan susu dan roti tersebut.


Yang mana dapat mempengaruhi perut dan otak yang memakannya.


Hal itu terbukti dari beberapa penjaga yang terus menerus meminta susu dan roti kepada Sekai maupun diriku.


Untungnya karung sebagai wadah sudah dilapisi kemampuan Sekai yaitu mengulang apa yang ada didalam karung tersebut pada awalnya.


Intinya saat aku mengambil terus-terusan susu maupun roti dalam karung tersebut maka isinya tidak akan ada habisnya.


Crak!


Crak!


Crak!


Slash...


Dalam sekejap para penjaga dibuat menjadi beberapa potongan tubuh seperti halnya terserang sesuatu dengan sangat cepatnya.


Diriku saja tidak mengetahui gerakannya, hanya saja aku mengetahui perbuatan tersebut dilakukan oleh Luu.


Memastikan bola mata melayang tenyata sudah menjadi darah mengotori perbatasan gerbang kastil, yang terhubung dengan dinding pembatas.


"Ini terlalu kejam, apa dia tidak merasa bersalah sama sekali. Lagian Luu berkata bahwa para penjaga itu adalah orang terpilih yang mendapatkan kemudahan dalam hidupnya, di segi keinginan dan harapan.


Hanya saja di batasi dan tidak semuanya bisa meraka dapatkan.


Seperti mendapatkan istri dari salah satu keluarga tanpa tuduhan buruk menyertainya, merampas hak warga, membunuh bagi siapa saja yang tak patuh, dan banyak lagi.


Hanya saja aku merasa kasian pada penjaga yang berhati baik harus mati mengenaskan. Yah, itupun jika ada penjaga yang seperti itu.

__ADS_1


Memasuki kedalam kastil ternyata banyak orang-orang yang menunggu kedatangan kami dilihat dari wajah-wajah mereka yang bagaikan pemukul.


__ADS_2