
Pagi hari ini aku langsung bergegas menuju ke arah sungai. Setelah beranjak bangun dan mengingat perkataan Kino yang akan mengajakku pergi ke suatu tempat saat obrolan kemarin sore.
Namun kata Noel sejak tadi Kino sudah pergi ke arah sungai sebelum aku bangun. Noel lalu berpesan kepadaku untuk lebih berhati-hati, karena orang-orang kerajaan masih dalam tugasnya mencariku.
Katanya ketika ada yang tidak beres atau mencurigakan segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Baik, aku akan mengingatnya," ucapku lalu bergegas pergi menyusul Kino.
Aku membawa Tas ransel yang didalamnya berisi baju ganti, handuk, dan sabun serta kebutuhan dalam melakukan ritual pagi. Mandi adalah salah satu kebutuhan yang memang dibutuhkan, karena aku tidak ingin lagi seperti kemarin malam.
Bangun tengah malam dan tidak bisa tidur lagi hanya gara-gara keringat yang mengucur deras, yang mungkin disebabkan karena aku tidak membasuh badanku secara keseluruhan saat berada dikamar mandi.
Sampai di sungai aku pun mencari keberadaan Kino yang siapa tahu saja dia sedang mandi atau kemungkinan lainnya dia sudah pulang setelah aku sampai.
Sungai ini lumayan luas serta airnya terlihat jernih sehingga aku bisa mengetahui kedalaman sungai ini hanya dengan melihatnya saja.
Airnya tampak tenang tidak mengalir kecuali hilir yang tak jauh dari tempatku saat ini. Saat melihat kedalamannya melalui penglihatanku pada air jernih, ternyata sungai ini cukup dalam tidak seperti yang aku kira.
Sesuatu mengejutkan mata terlihat saat mataku menelusuri apa yang ada didalam sungai berair bening ini. Aku melihat ada beberapa mobil didalam yang sudah karat dan berlumut, ada pula properti-properti di dalam sungai dan ikan-ikan kecil berenang memasuki mobil dan properti layaknya rumah.
Sedikit berjongkok untuk mencicipi air di sungai ini dengan jari yang aku celupkan, ternyata airnya tidak memiliki rasa apapun.
Di sekitaran tempatku ini seperti halnya tersembunyi oleh pepohonan yang tumbuh liar dan beberapa bangunan rusak yang sudah mulai berantakan karena tak terurus.
Mengingat aku membawa ponsel aku berinisiatif untuk mengabadikan momen ini sambil berselfie beberapa pose maupun jepretan.
Meskipun kualitas fotonya tidak se-HD dan sebening seperti di tahunku, tapi itu tidak masalah. Memiliki ponsel di dunia adalah suatu berkah yang tidak boleh disia-siakan.
__ADS_1
Selesai selfie dan memfoto suasana tenang plus vibes menakutkan antara kesendirian ini, aku lalu melepaskan ikatan pada sepatuku.
Sepertinya mandi di tempat ini tidak apa-apa bagiku. Cuma aku akan mandi di hilir tempat itu dengan airnya yang mengalir dari tempat yang agak tinggi.
Hilir tersebut lumayan jauh dari tempatku tadi, apalagi pijakan untuk melangkah ini lumayan licin karena sehabis hujan. Itulah mengapa aku memilih untuk melepas sepatu.
Sambil mencari Kino aku berjalan dengan hati-hati menuju ke hilir yang aku tuju. Setelah sampai akhirnya aku melepaskan pakaianku hingga aku hanya mengenakan handuk saja.
Sebelumnya, beberapa menit sebelum aku mandi, aku sempat memastikan kondisi sekitaran ku. Apakah memungkinkan untukku mandi atau tidak, karena yang aku takutkan adalah ada yang sedang mengintai maupun bersembunyi diantara kondisi tempat ini sepi ini.
Mata air yang mengalir dari atas memiliki volume tidak terlalu besar dan kecil, jadi saat aku mandi seakan-akan air yang mengalir dari atas tersebut adalah shower.
"Segar sekali air ini..."
Lanjut membersihkan tubuhku dengan sabun, baru setelah itu aku lanjutkan dengan berkeramas. Sambil berkeramas maupun yang telah aku lakukan sebelumnya, aku tetap mewaspadai sekitaran.
Air berwarna kebiruan dan kehijauan pada wilayah yang terpisahkan, hal tersebut membuatku takjub sekaligus berpikir aneh.
Tanpa berpikir panjang aku langsung berenang di wilayah air berwarna biru, airnya pun terlihat bening. Dari atas aku bisa melihat sesuatu di dalam sungai dengan jelas.
Sampai aku menemukan sesuatu saat melihat lebih teliti pada lumut-lumut di dasar sungai. Berupa objek menyerupai sirip ikan, lebih membuatku penasaran lagi objek itu bergerak-gerak sama halnya lumut di sekitaran yang telah menutupi sebagian objek tersebut.
Aku nyakin objek itu adalah benda atau sesuatu yang menyerupai sirip ikan, menurutku bukan ikan yang sebenarnya.
Dulu saat aku masih kecil aku sering mengunjungi pantai demi mencari batu karang dan ikan hias untuk dijual. Lama kelamaan aku jadi tertarik untuk belajar berenang ketika melihat keluarga bahagia sedang mengajari anaknya berenang.
Ya. Saat itu aku belajar sendiri secara otodidak di tempat yang tidak terlalu dalam hingga akhirnya aku bisa berenang dengan lancar. Bonusnya aku bisa menyelam dan menahan nafas lumayan lama.
__ADS_1
"Aku mau nyelam ah, sekali-kali saja di tempat ini. Siapa tahu aku bernasib buruk sehingga tidak lama ada di dunia ini, jadi aku akan merasakan masa-masa menyenangkan saat aku kecil. Berenang dan menyelam," gumam ku merasakan perasaan menyenangkan dalam kesendirian di tempat ini.
Sehabis berenang aku berinisiatif untuk menyelam menuju objek di bawah sana. Mobil berkarat, berbagai properti sudah aku dekati, namun setiap beberapa menit aku harus naik ke atas lagi untuk mengambil udara.
Ada juga ikan-ikan yang berenang dengan santainya tanpa takut aku berenang tak jauh di sekitarannya.
Bulp...
"Beneran berasa nostalgia sekali berenang didalam sungai ini, aku jadi mau agak lama menikmati waktu-waktu ini. Disini aku bebas melakukan apapun, bahkan waktu tidak dibatasi sama sekali. Kecuali aku tidak ingin membuang-buang waktu untuk segera bergerak dalam rangka menghentikan perang."
Kali ini aku menyelam sembari mendekati objek yang sepertinya terjebak didalam lumut-lumut, objek tadi yang kusangka sirip ikan.
Aku lalu mengacak-acak lumut guna memisahkannya dari objek tersebut. Setelah beberapa saat aku berhasil mengeluarkan objek tersebut yang tak aku sangka adalah bangkai ikan berukuran besar.
Dari siripnya ikan tersebut kemungkinan adalah bangkai hiu yang telah lama mati. Berhubung sudah waktunya untukku mengambil udara aku pun naik ke atas.
Mengejutkannya saat aku meninggalkan ikan tersebut yang dalam keadaan tergeletak di dasar sungai dengan matanya yang terlihattertutup. Terlihat saat aku naik keatas mata ikan itu tiba-tiba terbuka.
Sembari bergerak agak cepat aku memastikan lagi penglihatanku saat melihat ikan hiu tersebut, yang ternyata memang benar.
"Apa karena tekanan air matanya jadi terbuka?" ucapku dalam hati berpikir positif.
Sesudah naik aku bergegas membersihkan diri lagi pada air yang mengalir dari atas. Lalu mengambil setelan pakaian yang ada didalam tas.
Sudah 34 menit aku menghabiskan waktu untuk mandi dan menikmati waktu luang ini. Bahkan aku tidak bertemu dengan Kino sama sekali disini. Yang kemungkinan dia sudah pulang di waktu aku menuju kemari, dan Kino sepertinya mengambil jalur lain.
Hendak pergi meninggalkan tempat ini aku melihat dari kejauhan wujud seseorang yang berwarna abu-abu bercampur putih transparan terbang menembus pepohonan.
__ADS_1
Sontak aku langsung saja bersembunyi pada batu besar agar tidak terlihat olehnya.