
"Bagaimana kalau aku ikut denganmu sebentar, aku rasa tujuan kita sama?!" ucapnya membuatku mengerutkan dahi.
"Ya, tidak apa tuan. Mari antar kan aku."
Tempat ini memang luas hanya saja terasa hening tidak seperti hotel bintang lima yang aku gambarkan sebelumnya.
Dia berada di depanku berusaha untuk mengantarkan diriku maupun membantuku mencari orang yang aku cari.
Rambut pria ini berwarna kuning keemasan dan membawa senjata dibelakangnya.
"Hei, kalau boleh tahu siapa namamu?" dia memperlambat langkahnya hingga selaras denganku dan kemudian bertanya.
Tentu saja aku menggunakan nama samaran yang sebelumnya aku pikirkan secara tidak terduga hanya saja aku agak lupa nama samaran ku sebelumnya.
"Kalau begitu aku duluan ya, namaku Ronal dari kota C kebetulan aku kemari setelah mendengar kabar angin yang mengatakan jika kerajaan mengadakan seleksi prajurit elit, jadi aku tertarik untuk mengikutinya!"
Kota C setahuku kota yang jauh dari sini, tapi dia kemari hanya untuk mengikuti seleksi prajurit. Terdengar mencurigakan dari alasannya itu.
Tapi hebatnya perjuangannya tidak sia-sia karena dirinya berhasil lolos sampai tahap akhir.
"Namaku Jisan, senang berkenalan denganmu."
"Aku juga, ngomong-ngomong kamu sangat luar biasa saat melawan monster level tiga berwujud seorang kesatria."
Flashback on
"Karena dirimu akan mati aku katakan saja, jika diriku ini adalah manusia yang dikutuk menjadi mayat hidup. Dan didalam baju besi ini aku memiliki tubuh yang rusak, hanya saja aku terkurung didalamnya!"
Flashback off
"Tidak juga, aku hanya beruntung memanfaatkan celah lawan."
Sesampainya di ruangan dapur aku bertemu dengan pria paruh baya yang aku cari dan bertanya seperlunya saja. Seharusnya aku ingin bertanya-tanya kepada pria paruh baya ini, tapi ku urungkan niat.
Hal itu karena pria bernama Ronal terus mengikuti ku kemanapun aku berada, bahkan saat aku memutuskan untuk makan dia malah ikutan.
Seusai makan aku pun keluar sebentar dari tempat ini untuk mencari udara segar sebenarnya aku ingin tidur namun aku baru saja selesai makan.
"Dua orang itu, kurasa dia sangat berbahaya!"
__ADS_1
Melihat dua orang peserta seleksi yang sedang berlatih dengan rekannya entah kenapa perasaanku tidak enak saat melihatnya.
"Kamu penasaran sama dua orang itu, mereka yang aku tahu bernama Liam dan Giro sepasang kakak beradik yang mengikuti seleksi prajurit sebelumnya. Dia berasal dari negara jauh!"
Tidak menyangka pria ini memiliki banyak informasi mengenai para peserta seleksi aku yakin dia dulu bekerja sebagai seorang informan atau pekerjaan berhubungan dengan mencari informasi tertentu.
"Lalu kemampuan mereka seperti apa?" tanyaku memastikan.
"Kamu tidak mengetahuinya ya, kalau begitu aku jelaskan padamu. Liam memiliki kemampuan mengendalikan gravitasi, sedangkan Giro kemampuannya berasal dari memainkan musik!"
Itu masuk akal, karena keduanya seakan-akan menunjukkan kemampuan mereka sendiri contohnya saja Giro dia membawa biola berwana emas, lalu Liam mengenakan jubah bermotif sistem tata Surya.
Berhenti pada sebuah reruntuhan aku pun berjalan disekitarnya untuk melihat lihat, sepertinya rasa penasaranku kembali bangkit hingga mengurungkan niat untuk beristirahat sejenak.
Tempat ini sangat indah karena terpancar oleh sinar matahari seperti halnya tersorot pada sebuah patung.
Dan terlihat air mancur serta patung wanita yang aku asumsikan sebagai bidadari terlihat dari sayap yang berada dibelakangnya.
"Kamu tahu, patung ini memang ada di dunia kita sebagai wujud dari bidadari yang turun ke bumi dan membantu manusia."
"Jadi kamu mengira dirimu mati saat ini," ucap Ronal membuatku terperangah.
Aku langsung saja berbalik badan dan menatapnya lekat apakah dia sedang bercanda atau serius mengatakan hal barusan.
"Hahaha, kamu ingin tahu sekali ya. Sebelumnya aku hanya berteori saja, tidak usah di pikirkan terlalu serius. Tapi aku suka melihat wajahmu penasaran seperti tadi."
Aku pun memalingkan muka darinya dengan ekspresi cemberut.
Perkataannya barusan mengingatkan diriku pada Nie saat membicarakan tentang dunia misterius ini dan cara kembali ke tempat asal, meskipun dalam arti diri kita sudah mati aslinya.
Hanya saja itu cerita legenda yang belum pasti kebenarannya.
Menggabungkan cerita lama dan hukum dunia ini saja sudah membuatku sangat pusing waktu itu, tapi setelah mendengar penjelasan Yanwu aku jadi memiliki harapan untuk dapat kembali.
Entah seperti apa nantinya aku tidak tahu dan aku belum memastikan waktu di dunia asal dan dunia ini selaras atau berbeda.
Yang pasti aku akan berusaha sebisa mungkin untuk keluar dari dunia ini itupun karena mengetahui cara rahasia itu. Kebenarannya pun belum di uji secara klinis.
__ADS_1
Lama kelamaan aku berjalan-jalan di sekitaran tempat ini akhirnya aku kelelahan juga dan memutuskan untuk duduk.
"Bagaimana jika kita mengunjungi perpustakaan kerajaan, yang hanya orang-orang tertentu saja yang boleh masuk kedalamnya, setelah ini?" ucapnya begitu antusias mengajakku.
"Perpustakaan kerajaan apa benar bisa kita masuki, aku lelah sekarang ini, lagian aku mau kembali ke kamar."
"Tentu saja bisa, meskipun kita ini belum resmi menjadi prajurit elit. Ku dengar ada buku berusia ratusan tahun, itulah mengapa aku ingin mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku itu!"
Tawaran pria ini begitu mengiurkan hanya saja apa aku harus pergi bersamanya.
Setelah beberapa saat aku pun mengiyakan ajakan pria bernama Ronal ini, lantaran aku masih memiliki waktu senggang.
Pikirku sembari menunggu informasi dari rekanku yang lain aku akan membaca buku demi memperluas wawasan.
Beberapa menit berjalan akhirnya aku sampai di sebuah perpustakaan kerajaan yang nampak begitu megah sepertinya halnya tempat kediaman bagi para prajurit elit.
Terlihat ada dua orang penjaga dan kami sempat ditanyai yang akhirnya berhasil melewatinya dengan bantuan Ronal, dia pintar sekali saat berargumen.
"Ini dia Perpustakaan paling lama di kota ini, aku yakin sekali."
"Tapi kenapa sepi sekali, sepertinya hanya ada kita berdua disini?" tanyaku.
"Bukannya aku sudah bilang dari awal, perpustakaan ini hanya dimasuki oleh orang-orang tertentu saja. Dan itu karena orang yang bisa memasuki tempat ini jarang kesini."
Terdapat tulisan pada setiap rak sehingga memudahkan diriku dalam mencari buku yang akan aku baca.
Aku berinisiatif untuk mencari buku sejarah para filsuf mengenai dunia misterius ini.
Sayangnya aku tidak menemukannya sama sekali yang kutemukan hanyalah cerita legenda dan fantasi berkenaan dengan dunia ini.
"Oh ya, dimana dia?"
"Ehem, aku sedang melayang mencari buku!"
Saat aku melihat ke atas dan mengedarkan pandangan untuk mencari Ronal dia ternyata benar-benar melayang.
Sebenarnya rak buku di perpustakaan ini sangatlah tinggi, bahkan tangga bantuan yang disediakan pun kalah tinggi oleh ketinggian rak buku.
Kurasa kemampuan Ronal ada hubungannya dengan sesuatu yang membuatnya melayang dan setahuku kemampuan itu tidak terlalu kuat untuk membuatnya berhasil melewati ketiga penilaian seleksi prajurit.
__ADS_1
Jadi kemampuannya ini aku anggap sebagai covernya saja, sementara kemampuan aslinya masih tanda tanya.