Last Life

Last Life
Selagi Ada Alasan Dirimu Bangkit Maka Lakukanlah!


__ADS_3

Aku mengikuti saran dari Light agar memenjarakan pria ini lantaran dia sebelumnya hampir saja membunuhku, lebih parah lagi dia telah membunuh dua orang sekaligus.


Deg..


Aku akui diriku merasa bersalah bukannya diriku lebih parah darinya karena membunuh seseorang lebih dari satu, entah kenapa perasaan itu muncul begitu saja di hatiku seakan menusuk.


Saat bernafas pun rasanya dadaku agak sakit seketika mood ku hilang begitu saja dalam suhu dingin ini.


Akan memasukkan orang ini kedalam cincin ruang nyatanya Alex memasuki dirinya tanpa bilang kepadaku.


Alhasil Light mengomentari diriku yang terlalu ceroboh, entah apa maksud dari perkataannya sebenarnya. Aku masih menerka-nerka dalam diam.


Raja menemukan diriku, dia sebelumnya keluar dari portal yang langsung terhubung menuju wilayah kerajaan.


Yang membuatku kesal dia datang di waktu dimana hal buruk telah selesai, tapi kedatangannya saja sudah cukup bagiku.


Setengah jam mandi dan bersiap-siap untuk makan siang kedua kalinya, tapi sebelumnya menuju ke meja makan aku sempat menggunakan kemampuan memasuki ingatan pada seseorang.


Ryu maupun Lisa adalah targetku guna mengungkap salah satu hal yang membuat "misi terakhir" gagal total. Dalam ingatan Lisa sebelumnya aku melihat dia bertemu dengan Dion yang rupanya masih hidup.


Kemudian terjadilah perdebatan hingga Dion memutuskan untuk membunuh rekan pilihan Lisa, sementara Lisa sendiri akan di tangkap dengan dalih akan diadili lantaran berkhianat kepada Raja.


Yang artinya hidup dan mati Lisa berada di tangan Raja serta spekulasi yang aku pikirkan mengatakan bahwa hidupnya tak lama lagi.


Hanya saja Raja belum melakukan pengadilan kerajaan kepada Lisa malahan dia seperti halnya cuek kepada salah satu pelindungnya yang berkhianat.


Atau mungkin Raja menyembunyikan hal itu dariku, bukannya dia pernah bilang agar diriku tidak bertemu dengan mereka lagi sementara waktu.


Pada ingatan Lisa itu membuatku langsung bergegas menemui Raja dengan berlarian pergi ke suatu tempat guna mencari keberadaannya.


"Maaf nona, sekarang ini Raja sedang sibuk. Yang Mulia tidak bisa diganggu! Bukannya nona diminta untuk makan siang?" ucap salah satu prajurit yang menjaga pintu ruang pengadilan Raja.


"Tapi aku memiliki urusan yang harus dirundingkan dengan Raja, kalian berdua tolonglah aku..." ucapku sembari memelas menunjukkan ekspresi kasian kepada mereka berdua.


Tapi tetap saja mereka kekeh menolakku untuk memasuki ruang pengadilan yang mana berhubungan dengan spekulasiku.


Terlintas sebuah ide agar diriku mengatakan apa yang aku pikirkan. Dan kemungkinan berhasil menipu mereka.

__ADS_1


"Aku calon istri Raja kalian tidak bisa melarangku untuk masuk!"


Mereka berdua saling melihat satu sama lain lalu menatapku dengan ramah.


"Maaf, maafkan saya nona. Sebelumnya saya telah lalai."


"Benar nona, teman saya ini kurang update informasi. Jadi maklumi dia, nona juga boleh menghukum saya!"


"Gapapa, kalian berdirilah!"


Setelah itu aku memasuki ruangan tempat pengadilan aku terkejut saat melihat Lisa terduduk dalam keadaan diikat pada kedua tangannya menghadap Raja.


Terlihat Raja yang melototi diriku dari kursi kebesarannya dengan pandangan bingung, dia juga aku lihat mengedarkan pandangannya ke arah lain. Ada raut wajah kesal saat aku mengamatinya.


Di sana hanya ada Raja dan beberapa pelindung yang berdiri disekitaran Lisa.


Saat mereka melihat diriku langsung saja hendak bergegas menuju kearah ku, namun Raja menghentikan langkah mereka.


"Biarkan saja dia kemari, aku ingin mendengar permohonannya seperti apa padaku."


Aku mendengarnya dengan jelas dan Raja memang sengaja mengatakannya agar aku mempersiapkan diri saat berbicara dengannya.


"Yang Mulia... aku mohon bebaskan Lisa dari..." ucapku yang terpotong oleh Raja yang tiba-tiba berdiri dari singgasananya.


Saat ini aku berada didekat Lisa ternyata mulutnya tertutupi oleh kain sehingga dirinya tidak bisa berbicara, sementara Raja aku lihat lagi dia menuju kemari.


"Apa hakmu memerintahkan diriku untuk membebaskan dia dari kesalahannya yang telah dia perbuat, dia itu telah berkhianat kepadaku!" tegas Raja sambil mendongakkan daguku untuk menatapnya.


"Sa-saya..."


"Bukannya dia adalah calon istrimu Yang Mulia!" ucap salah satu prajurit tadi asal bicara dari pintu masuk.


Raja kemudian memerintahkan salah satu pelindungnya untuk menghadapkan prajurit itu.


"Katakan, apakah nona ini berkata hal tentang diriku kepadamu?"


"Benar Yang Mulia, nona ini.. maksud saya calon istri anda mengatakan hal barusan kepadaku!"

__ADS_1


Raja melihat ke arahku seperti halnya ada maksud lain dari tatapannya itu dan semoga saja dia tidak jadi mengeksekusi Lisa.


"Kenapa kamu langsung mengatakan kenyataan itu sayang? Harusnya kamu merahasiakan tentang kita dari yang lain."


Yang nyatanya Raja malah menatapku tajam seperti predator yang siap menerkam mangsanya. Sebelumnya cuma bayangan diriku saja.


"Baik. Karena dia mengetahui hal ini dan bilang agar diriku tidak mengadili Lisa lalu mengeksekusi dirinya, maka pengadilan menyangkut Lisa ditiadakan. Dia sepenuhnya terbebaskan dari dakwaan yang akan kalian katakan!" titah Raja terlihat serius. Aku sama sekali tidak menyangka jika dia mau menuruti perkataanku.


"Apa gara-gara dia waktu itu memberitahuku tentang buku itu, yah, pasti gara-gara itu!"


Meskipun perkataan Raja sebelumnya sempat disangga oleh salah satu pelindungnya, namun dia tetap pada pendiriannya.


Mengharuskan mereka untuk menerima keputusan tersebut yang menurutku adalah keputusan sepihak, tapi jujur didalam lubuk hatiku diriku sangat setuju pada keputusan Raja tersebut.


Diriku lalu diajak menuju meja makan dan Raja berani-beraninya memegang tanganku dengan lembut saat menuju kesana.


Tentu saja aku memahami bahwa Raja memang benar-benar menaruh rasa padaku, dia sebelumnya mengakuinya sendiri dihadapan ku.


Dengan ini aku memiliki kelemahan Raja yang bisa aku kembangkan untuk mengelabuhi nya, lalu saat dia sudah berada dalam genggamanku. Aku pasti akan membuatnya menyesal telah mempercayai diriku.


Rencananya aku ingin menggunakan buku terlarang itu saat sudah berhasil mendapatkannya, tapi dengan satu syarat setelah aku memastikan dapat keluar dari dunia misterius ini dengan bantuan ras manusia dewa.


Dan buku terlarang itu sebagai pengaman saja.


Setelahnya Raja membawaku ke meja makan, maksudku hanya mengantarkan diriku saja.


Perutku sebenarnya sudah kenyang entah mengapa saat melihat menu makanan di atas meja yang terlihat sangat menggiurkan, membuat mood ku langsung naik dan selera makanku bertambah.


Memang tukang makan sepertiku ini selalu dihadapkan pada kondisi perut dan selera makan yang tidak ketulungan.


Selesai makan diriku diberi kesempatan untuk berbicara dengan Yin maupun Ryu serta Lisa.


Kesempatan ini pun aku manfaatkan sebaik mungkin mengingat perkataan Raja sebelumnya yang membatasi diriku berbicara dengan rekanku.


Di ruangan khusus berukuran seperti kamar kecil diriku mengobrol.


"Ryu, menurutmu bagaimana jika aku menjadi bagian dari kerajaan. Dan itu hanya berpura-pura saja?" tanyaku kepada Ryu sembari mendekatkan wajahku pada telinganya dengan berbisik.

__ADS_1


"Boleh saja, selama masih ada rencana kita pasti bisa mengubah keadaan!" jawab Ryu berbisik.


"Kak... aku mau tanya, sebenarnya kakak yang waktu itu membawa sabit kemana? Aku tidak melihatnya lagi?"


__ADS_2