
Hujan kini semakin deras, membuat kami tidak bisa kemana-mana sebelum hujannya reda, sekarang ini kami masih berada di dalam sebuah rumah tua guna berteduh dari hujan deras.
Tidak ada listrik dan cahaya lampu maupun penerangan disini, yang ada hanyalah barang-barang bekas punya si empunya rumah yang sudah dilumuti dan berserakan dimana-mana.
Sebagai penerangan kami hanya menggunakan cahaya petir agar dapat menemukan barang yang dicari maupun untuk sekedar bergerak di dalam rumah ini.
Akibat mendung yang berwana hitam pekat membuat suasana dibawahnya menjadi gelap gulita, di tambah lagi dengan keadaan kota mati ini.
Tidak ada waktu buat kami untuk pergi keluar, hanya sekedar untuk pergi ke tempat yang lebih aman dan nyaman.
Di dalam rumah ini pun banyak ditumbuhi tanaman di dalamnya, sehingga tidak bisa kami gunakan untuk beristirahat maupun bermalam.
Apalagi kondisinya sudah tidak layak untuk dihuni.
Dan bangunan yang akan dijadikan tempat bermalam pun sudah hancur lebur akibat ulah orang itu.
Disini kami hanya bisa mengobrol sambil menunggu hujannya berhenti.
"Btw, kenapa ya disini tidak ada hewan buas sama sekali?" ucapku demi memulai pembicaraan di kala kejenuhan dalam diam ini.
"Kamu belum tahu ya? lalu Geisha langsung menjawabnya begitu saja sambil bertanya balik.
"Aku baru kemarin-kemarin berada di dunia ini!"
__ADS_1
"Pantesan saja... Jadi mengapa hewan buas disini jarang kelihatan atau terlihat karena ada semacam kekuatan magis di wilayah perkotaan yang sudah menjadi setengah hutan!"
"Kekuatan magis... maksudnya?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Itu pun aku denger dari orang lain."
Beberapa menit berlalu setelah obrolan yang cukup singkat itu, aku mendengar suara air beriak dari kejauhan.
Ku dengarkan baik-baik, dan. Suara air itu semakin dekat seperti menuju kemari.
Lalu ku sampaikan pada Geisha dan juga Nie yang sedang bersandar dan hendak tidur.
"Aku mendengar suara air yang mengarah ke sini!"
"Lalu kita harus..." ucapku khawatir.
"Tenanglah, Anita. Masih ada waktu untuk pergi dari sini!" ujar Geisha.
"Ayo, kita keluar dari sini hujan-hujanan!"
Kami pun sepakat untuk keluar, dan menembus hujan deras ini.
Byurr...
__ADS_1
"Dingin bercampur rasa suka menjadi satu dalam diriku, entah mengapa aku menyukainya hujan-hujan di kegelapan ini. Seperti mengingatkanku saat masih di dunia."
Dengan kemampuan yang dimilikinya, Geisha menggunakannya untuk membawa orang yang menyamar menjadi Willy maupun pria yang dalam kontrol Nie.
Kini aku melihat dari dekat wujud makhluk yang Geisha panggil, mereka lebih mirip seperti roh jahat dilihat dari tampilannya.
Namun Geisha dapat dengan mudah mengendalikan mereka. Benar-benar dunia ini sangat tidak masuk diakal.
Karena Nie merasa kecapean saat berlari dan suara air yang seakan mengejar kami semakin dekat. Akhirnya Geisha mengendalikan beberapa makhluk yang di panggilnya demi membawa kami.
Makhluk tersebut mendekatiku dan membawaku terbang saat masih berlari.
Sebelumnya, kami lumayan kesulitan saat berlari di kegelapan tadi, cuma sekarang ini teratasi berkat kemampuan milik Geisha.
Tak disangka air begitu tinggi dalam jumlah besar seperti air bah tiba-tiba saja menghadang kami, dengan cepat lalu menenggelamkan kami seakan dari awal kami lah targetnya.
Kini aku merasa seperti mengalami Dejavu lagi saat aku tenggelam di air seperti ini.
Mataku lalu melihat ke arah air yang membola dari dalam dan mengarah ke arahku, seperti ada orang yang mengendalikannya dan anti air dalam pelindung bola itu.
"Bersiap lah, Putri! Aku akan menjemputmu sekarang ini!"
.
__ADS_1