Last Life

Last Life
Kenyataan


__ADS_3

"Dirimu!" ucap Kino padaku sambil menunjuk.


"Haa? Diriku yang menyebabkan ribuan pengulangan waktu itu?" ucapku mencari pembenaran jika diriku salah dalam mendengar ucapan Kino barusan.


"Itu benar, dirimulah yang telah menyebabkan semua pengulangan waktu terjadi. Sebab dirimu tidak menghapus kemampuan milikmu dan menunda-nundanya. Kemungkinannya jika dirimu menghapus kemampuan memasuki ingatan itu maka dunia ini tidak akan pernah kacau, meskipun perkataan ku tiada bukti, tapi aku mengingat semuanya tentang dirimu!"


Kino menjelaskan semuanya padaku secara detail, bahkan beberapa orang yang pernah aku temui di waktu sebelumnya maupun yang akan aku temui dikemudian hari.


Serta dia menguatkan bukti bahwa diriku memiliki niatan untuk pergi dari dunia ini tanpa aku beritahu sebelumnya kepada orang lain.


Bahkan mengetahui tentang diriku saat aku masih hidup yang belum pernah aku kasih tahu kepadanya saat berada di kediaman miliknya saat itu.


"Katamu Yanwu masih hidup, terus dimana dia?" tanyaku penasaran.


"Di waktu yang sama seperti keadaan saat ini, namun agak berbeda timeline, beruntungnya di waktu ini terjadi paradoks waktu. Jadi dia masih bisa kamu temui dan Yanwu berada di tempat pertama kali dirimu bertemu dengannya, karena garis waktu yang bercabang bersamaan di setiap paralel berjalan setengahnya!"


Aku kemudian mencerna maksud dari perkataan Kino tersebut dengan melakukan penalaran maupun analisaku sendiri.


Misalnya benar seperti yang dikatakannya pengulangan waktu itu pasti ada kebalikan dari awal mula.


Sebelumnya Kino Menjelaskan banyaknya tragedi berbeda dalam satu waktu menunggu diriku di masa depan agar memilih antara mengalaminya lagi atau membuat cabang waktu baru.


Yang mana akan menghancurkan diriku pada akhirnya. Hanya saja kepalaku merasa pusing dan merasakan mual yang amat sangat hingga hampir saja membuatku tak sadarkan diri.


Tapi aku tahan saat berada didekat Kino aku harap dia tidak mengetahuinya.


"Mungkin aku terlalu banyak memberikan informasi yang aku ingat padamu. Jadi permintaan terakhirku... aku ingin kamu mengingat memori dalam kepalaku ini, meskipun nyatanya berbahaya jika kamu mengingat semuannya. Ada satu cara agar dirimu bisa mengingatnya jika dibutuhkan saja, ibarat seseorang yang sedang mencari satu file diantara ribuan file lainnya."


Entah berapa lama aku berbicara dengannya dan aku terus belajar dari cara yang disebutkan Kino, sampai akhirnya berhasil melewati tahap pelatihan sampai diriku merasa lebih baik dari sebelumnya.


Maksudku selain dari segi kemampuan diriku pula merasakan ketenangan dalam jiwa saat ini.


Dan benar saja seperti dugaan ku sebelumnya, jika ada harga yang harus dibayar oleh Kino untuk memperlambat waktu.


Dia kemudian lenyap menjadi debu dihadapan diriku saat dia beranjak bangkit dari tempat duduknya dan hampir mendekatkan wajahnya padaku.


Waktu lalu kembali seperti semula tanpa sadar diriku mengeluarkan air mata mengingat flashback tentang Kino.


Plak!

__ADS_1


Tamparan keras dari Raja mendarat di pipiku dan terasa sakitnya membuat diriku tersadar dari lamunan.


"Apa yang kamu lakukan, mengapa dia menjadi debu dalam sekejap? Kamu telah..."


"Aku tidak melakukan apa-apa!" jawabku memotong perkataannya.


Bugh!


"Hmph..."


"Cih, berani berbohong. Dari raut wajahmu saja aku sudah tahu. Kalau begitu aku akan melakukan hal buruk padamu agar dirimu mengerti apa artinya kepatuhan!"


Sama sekali diriku tidak bisa digerakkan hanya sekedar untuk mengerakan alis pun hasilnya nihil. Kini diriku merasa mengantuk dan mulai kehilangan kesadaran.


Aku terbangun keesokan harinya dan berada di sebuah penjara. Dari dindingnya saja aku bisa menebak jika aku dibawah ke ruang bawah tanah sebelumnya.


Tak ku sangka diriku dalam keadaan berantakan dengan pakaian yang berbeda.


Aku menelisik lebih jauh, nyatanya aku sudah tidak seperti dulu lagi dan pastinya ada yang melakukan hal ini padaku saat aku tidak sadarkan diri.


"Ini makananmu nona, silahkan anda makan. Jika butuh sesuatu saya akan membantu!" ucap seorang pelayan wanita yang mengantarkan makanan kepadaku. Dia kemudian memasukkan nampan berisi makanan itu dengan mudah menggunakan kemampuannya kedalam sel.


"Kalau boleh tahu dimana Raja sekarang?"


Aku langsung saja memasuki ingatannya ku dapati Raja sedang menuju wilayah ras manusia tidak berkemampuan yang berarti perang akan terjadi.


Menggunakan peningkatan kemampuan aku mengendalikan pelayan ini untuk membukakan sel.


Aku pun terbebas, sekarang tinggal mencari rekanku yang lain untuk diajak bekerjasama memperbaiki semuanya.


Walaupun diriku egois ku harap mereka mau berada di pihaku sekali lagi.


Ternyata Raja tidak se-ceroboh yang aku kira dia sudah menyiapkan maupun mengantisipasi jika diriku berusaha untuk kabur dari dalam sel.


Saat ini beberapa orang dengan gaya pakaian yang berbeda mencegah diriku di tengah pelarian dari tempat ini.


"Dia ternyata pintar juga bisa menipu pelayan berkemampuan luar biasa itu, ya... walaupun sebenarnya dia menyamar menjadi pelayan!"


"Raja bilang kita hanya perlu menahannya sampai perang usai maka kita akan mendapatkan bonus tambahan hehe.."

__ADS_1


"Apa kalian buta, lihatlah tubuhnya yang mulus itu, kulitnya yang putih bersih. Dan..."


"Cukup, kita harus menangkapnya segera!"


Keempat orang yang mencegah diriku saat ini sebelumnya tidak aku kenali malahan memberikan kesan pertama yang paling ku benci.


...


Mengingat kenangan lama dan diriku saat ini aku pun menjadi emosi dan langsung saja membunuh mereka semua ketika aku melangkah.


Dengan cara mengingatkan pada mereka memori buatan bagaikan mimpi buruk secara berulang kali serta mengurung mereka didalamnya, terakhir aku mengingatkan kepada mereka ingatan terakhir saat bunuh diri.


Mereka pun langsung lenyap setelah aku melewatinya.


Mati satu tumbuh seribu kini berdatangan orang lain yang memang berniat mencegat diriku untuk kabur. Tak perlu berakting untuk mencuci otak mereka aku langsung lenyap kan orang yang menghalangi jalanku.


Kali ini kemampuan milikku telah sempurna setelah belajar banyak dalam penjara waktu bersama Kino, kemungkinan diriku sudah berjam-jam lamanya berada didalam penjara waktu itu


"Aarg!!!"


"Arghh!!"


Jeritan dan rintihan itu aku dengar dari mereka yang tengah merasakan hal paling buruk yang pernah mereka rasakan, dan sengaja ku buat berbeda-beda dalam setiap ingatannya.


Aku pun membebaskan rekanku mereka sebelumnya terkurung dalam penjara berbeda denganku.


Sekarang ini aku memiliki banyak informasi berasal dari ingatan para prajurit tadi dan salah satu dari pelindung Raja.


Ku katakan dengan jujur pada rekanku semuanya tanpa ada kebohongan lagi.


Hingga Ryu, Lisa, Yin, dan rekan pilihannya bersedia untuk membantuku apapun yang terjadi.


Rencananya aku akan pergi menemui Yanwu di tempat pertama kali aku bertemu dengannya, lalu meminta bantuan darinya untuk membawaku memasuki wilayah ras manusia tidak berkemampuan.


Karena di wilayah itu tempat menghapus kemampuan berada.


"Asyik... kita akan berperang..."


"Tidak, tidak kamu akan ayah beri kemudahan!"

__ADS_1


"Tapi yah, aku mau ikut membantu..."


"Tenang saja Ryu, aku pasti akan menjaga Yin!"


__ADS_2