Last Life

Last Life
Rumit


__ADS_3

"Tapi aku ingin berbicara empat mata dengannya!"


"Apa kamu nyakin, dia ini lumayan berbahaya?" tanya Yanwu yang tak nyakin jika aku berbicara empat mata dengan pangeran.


Segala macam bujukan dan rayuan aku lakukan yang pada akhirnya Yanwu memperbolehkan diriku, namun dengan alasan harus berhati-hati pada saat memulai pembicaraan maupun saat berlangsung pembicaraan itu berlangsung.


Aku pun menyanggupinya dan langsung menutup pintu ruangan saat mereka berdua sudah pergi menjauh. Disini pangeran dalam keadaan terikat jadi aku tidak terlalu memikirkan kemungkinan lain selain fokus bertanya padanya.


"Apa yang membuatmu ingin sekali berbicara empat mata denganku? Aku nyakin bukan karena kamu suka kan kepadaku?" tanya pangeran sebelum aku memulai pembicaraan, dia dengan percaya dirinya berkata hal seperti itu padaku.


"Enggak, bukan itu. Intinya aku kesini untuk bertanya sesuatu hal padamu!"


"Oh, begitu. Silahkan, aku dengan senang hati menjawab segala pertanyaan yang kamu tanyakan, apalagi tubuhmu itu sangat lumayan pada usiamu sebenarnya."


"Bisa fokus jangan ngomongin kemana-mana, kalau kamu terus menggodaku aku akan pergi!" ancam ku.

__ADS_1


"Tsk, aku hanya bercanda, mulai saja sekarang."


Begitu aku mengetahui dengan pasti perbedaan antara pengulangan waktu ini dan waktu alternatif terhadap kondisi kerajaan aku mungkin bisa sempat mengubah sebagian rencana.


Beberapa menit berlalu hingga aku mendapati jawaban yang memang dirasa terdapat teka-teki untuk memastikannya secara pasti.


Pangeran serius mengatakan dan membenarkan jika dirinya tidak ada hubungannya apa-apa dengan orang-orang kerajaan, bahkan saat aku mengatakan tentang kerajaan dan raja sebagai orang tua angkatnya dia tidak tahu menahu apapun.


Dari tatapannya pangeran terlihat seperti dia tidak membohongi diriku sama sekali malahan saat aku membicarakan hal tersebut dia hanya bereaksi kebingungan.


Dan jika dia memang benar-benar berbohong maka aku pastikan dia pembohong yang besar dilihat dari sikap dan ekspresi menipunya.


"Ryu, apa maksud kamu adikku?" jawabnya singkat namun memberikan banyak arti.


Memiliki artian mendalam bahwa pada pengulangan waktu ini berbeda alur cerita setiap orang yang pernah aku temui. Contohnya saja pangeran, yang aku ketahui mereka berdua terpecah hingga sisi jahat dan baik dapat berkeliaran tapi di waktu ini mereka berdua adalah kakak adik.

__ADS_1


Yang berarti mereka juga mempunyai orang tua, meskipun agak mustahil di dunia ini dua orang seperti keluarganya sendiri dapat berada disini akibat tindakan bunuh diri.


Ya. Mungkin masih ada yang belum aku ketahui tentang dunia ini.


"Kenapa gadis sepertimu bisa mengenal adikku? Dan kenapa kamu mengatakan dia sisi baik, apa karena aku terlihat seperti orang jahat?"


"Iya, kamu sisi jahat karena haus akan niat membunuh!" jawabku tegas.


"Hehe.. kamu salah faham. Dari ceritamu barusan aku tidak ada hubungannya dengan kerajaan, yang aslinya aku ini musuh orang-orang kerajaan itu sendiri!"


"Dan panggil saja aku Kay jangan pangeran! Itu terlalu berlebihan dan sangat menggangguku!"


"Iya, aku mengerti."


"Kamu sepertinya kebingungan tidak seperti di awal berperilaku tegas? Apa ada masalah?" tanya Kay entah kenapa dia beberapa saat ini mulai berprilaku normal.

__ADS_1


"Beban aku banyak, dan aku selalu memikirkannya," spontan diriku curhat tentang masalah diriku yang memang sedang banyak hal yang aku pikirkan.


Dari teka-teki yang aku susun hingga membentuk kepastian dan kejelasan dari pengulangan waktu ini kini seketika pecah lebih parah lagi. Pecahannya pun pecah lagi dan lagi.


__ADS_2