
Terlihat Lina yang tersenyum menyeringai dari seberang sana, ku pikir dia hendak mengendalikan Yanwu, Willy, maupun diriku. Tapi ada maksud tersirat dari senyumanya itu yang aku artikan mungkin "mampus lah karena telah memakan umpan"
Terlintas dalam pikiranku akan perkataan Yanwu sebelumnya, disaat aku menanyakan dirinya yang memasukkan Klie dan pria kekar kedalam cincin ruang miliknya.
Dia menjawab akan menggunakan mereka berdua nantinya, yang mungkin saja pada saat mereka dibutuhkan. Terlebih lagi Yanwu mengatakan kemampuannya yang dapat mengendalikan seseorang.
Artinya Yanwu bisa menggunakan kemampuan yang hampir mirip seperti Lina.
"Willy... kamu tidak apa-apa kan? tanyaku tanpa balasan dan sahutan darinya. Willy tetap diam tak bergeming setelah menebas tubuh Kay yang kemudian menjadi wujud cair.
Disaat dia membalikkan badan raut wajahnya berubah menjadi kaku, datar, dan dingin. Bahkan aura nya kini berbeda dari yang sebelumnya mirip dengan Kay di awal.
Tatapan matanya kosong seperti hanya tertuju pada apa yang dilihatnya saja.
"Lina, pasti dia melakukan sesuatu terhadap Willy. Mana mungkin sifat dan perilakunya berubah secara dramatis dalam beberapa menit!"
Ada kemungkinan Willy saat ini dikendalikan oleh Lina hanya saja aku masih belum nyakin jika dia pelakunya.
Tangan kanan Willy lalu terangkat dan sepertinya mengengam erat sabitnya.
Ada perasaan dejavu yang kini aku rasakan hingga mengingatkan diriku akan kenangan sebuah obrolan dengan Ryu di waktu alternatif.
Tempatnya sama didalam bungker dalam tanah ini, saat itu dia sudah mengambil alih tubuh Siniken menggunakan kemampuan miliknya. Dia bilang padaku jika dia dapat mengendalikan tubuh seseorang melalui wujud dirinya yang berubah menjadi wujud air.
Yang kemudian masuk kedalam tubuh seseorang melalui sel-sel darah mengakibatkan targetnya tidak bisa mengontrol dirinya sama sekali.
Jadi kesimpulan nya, perasaan dejavu yang aku rasakan ini berkaitan dengan tubuh Willy yang dikendalikan oleh Kay kembaran Ryu. Memiliki kemampuan sama dan dapat merubah wujud menjadi air.
"Dalam situasi ini Lina mengendalikan Kay lalu melalui pengendalian itu Kay mengendalikan Willy juga."
"Hahaha tidak kusangka Klie yang memiliki kemampuan luar biasa pun bisa kalah oleh kalian. Sangat disayangkan, aku tahu dia orangnya tidak main-main pada misi dan waspada dalam segala hal, yang artinya salah satu dari kalian menggunakan trik licik untuk bisa mengalahkannya?" ucap Lina yang kemudian berbicara setelah cukup lama mempertahankan senyumanya tadi.
Ekspresi Lina tadi menunjukkan kemarahan dalam dirinya yang meluap dan haus akan rasa balas dendam, bukan ekspresi kecewa yang harusnya dia tunjukkan. Memberiku sebuah ide untuk langkah kedepannya.
Tap!
__ADS_1
Ting!!!
Willy kemudian bergerak dan langsung menuju kearah ku, tapi dengan sigap Yanwu menghunuskan pedangnya yang entah darimana dia mendapatkannya. Kemudian menahan serangan Willy.
Suara sabit dan pedang yang beradu dengan keras benar-benar menimbulkan suara yang dapat memekikkan telinga.
"Yanwu, Willy dikendalikan olehnya!" ujarku.
"Aku sudah tahu dari awal, itulah mengapa aku pernah memperingati Willy sebelumnya. Tapi dia tetap memaksa maju dan asal serang!"
Memang benar apa yang dikatakan oleh Yanwu jika dia sebelumnya pernah memperingati Willy namun tindakan Willy tersebut semata-mata untuk melindungi diriku.
Hanya saja yang salah dari Willy cuma kecerobohannya saja mengakibatkan dirinya sekarang ini dijadikan boneka oleh lawan.
Ting! Ting! Ting!
Swosh... swosh...
Keduanya terus saling serang hingga keberadaan perlahan-lahan menjauh dariku.
Aku pun menunjukkan senyuman hangat sebagai bentuk balasan dari tatapan Lina yang seakan memiliki dendam pribadi kepadaku, dan untuk sekarang aku harus bersabar terlebih dahulu.
Karena yang aku takutkan dia tahu jika aku yang mengalahkan Klie.
Dari sikapnya diawal tadi aku faham Lina mempunyai perasaan tersembunyi pada Klie. Aku harap dia tidak melakukan hal nekat sampai mau membunuhku, dia kan diperintahkan oleh raja untuk membawaku kehadapan nya.
"Apa kamu tahu dimana keberadaan Klie? Maksud aku orang yang mempunyai kecepatan gerak diatas rata-rata!"
"Tepat seperti yang aku kira, Lina benar-benar mengkhawatirkan Klie lebih dari apapun. Menandakan perasaan cintanya itu sungguhan."
"Dia barusan sudah ditangani, sebetulnya tadi aku melihat pertarungan sengit antara mereka!" jawabku guna memicu pertanyaan tentang keadaan Klie yang akan ditanyakan oleh Lina.
"Lalu dimana dia sekarang? Apa dia baik-baik saja? Kalian pasti menangkapnya kan tidak membunuhnya?" ucap Lina terus menanyakan tentang keberadaan Klie.
"...dia sudah..."
__ADS_1
"Tidak akan aku maafkan kalau kalian sampai membunuhnya!!"
Dengan ekspresi dibuat-buat menyesal dan bersedih aku berkata "Maaf, nyawanya tidak bisa diselamatkan lagi. Padahal aku sudah melakukan pertolongan sebisa mungkin untuk bisa menyelamatkannya..."
Aku harap Lina melepaskan pengaruhnya terhadap Willy.
"Katakan dengan jujur siapa yang membunuhnya?" ucap Lina yang kemungkinan ingin membalaskan dendam atas kematian Klie.
Kenyataannya Klie masih hidup dan terpenjara dalam cincin ruang milik Yanwu, aku hanya berbohong padanya untuk dapat melepaskan pengaruh kemampuannya yang sekarang ini mengendalikan Willy.
"Tapi kamu harus mengembalikan keadaan temanku agar kembali seperti semula, maka aku akan memberitahumu siapa orang yang telah membunuh temanmu itu," jawabku.
"Dia bukan sekedar teman, tapi orang yang aku cintai...hiks... Mengetahuinya terbunuh aku jadi menyesal sebelumnya tidak berada didekatnya..."
Pada tahap selanjutnya aku menyamakan diriku dengan kedudukannya sama persis seperti yang dia ceritakan tadi. Tentunya supaya menarik simpati Lina.
"Aku juga sama sepertimu, ada orang yang aku sayangi dan aku cintai. Dia saat ini dikendalikan olehmu. Aku jujur sangat sayang kepadanya... jadi aku harap kamu mau melepaskan pengaruh kemampuan mu dari temanku!"
Tak lama Lina terpedaya oleh aktingku selama ini, akhirnya dia melepaskan pengaruhnya pada Willy yang mungkin saja pada Kay juga, karena sebelumnya aku tidak pernah sekalipun memberitahukan kepadanya siapa yang aku cintai dalam aktingku tadi. Diantara Kay dan Willy.
"Terimakasih karena kamu sudah melepaskan temanku, sebenarnya orang yang membunuh Klie masih ada di tempat ini. Dia bukan salah satu dari temanku yang ada disini, tapi dia ruangan sebelah sedang mencari sesuatu!" jelasku penuh kebohongan pada Lina.
Tanpa sepatah katapun dia langsung pergi meninggalkan diriku dengan mata sembab setelah menangis sebelumnya.
"Apa dia lupa tujuan awalnya kemari?"
Di waktu ini tinggal tahap akhir aku menyelesaikan aktingku. Sembari mendekati Yanwu dan membisikkan sesuatu kepadanya.
Yanwu lalu menggunakan cincin ruangnya guna melepaskan Klie dari dalam.
Disaat itupun aku membisikkan sesuatu juga kepada Willy dan Kay yang kini kembali pada wujud dirinya. Lalu.
"Tunggu!!" aku memanggil Lina dengan keras karena dia sudah jauh.
Dia menoleh bahkan terkejut melihat Klie yang sekarang ini berdiri dihadapan diriku sambil melambaikan tangannya kepadanya.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang Lina langsung berlari menuju kemari.