Last Life

Last Life
Seperti Halnya Memiliki Cerminan Lain Diriku


__ADS_3

Anehnya, di waktu ini sifat Willy agak berbeda dari dirinya di dua waktu yang pernah aku tempati sebelumnya. Harusnya, saat dia terbangun dan mengetahui dirinya dalam keadaan terikat Willy masih bisa melepaskan ikatan itu, meskipun melekat kuat pada dirinya.


Anggapan tersebut aku pikirkan jika saja benar-benar terjadi sesuai prediksi maka aku akan melakukan trik lain untuk mempermudah mengajak Willy bekerjasama dengan iming-iming keluar dari dunia misterius ini.


Pada akhirnya Willy menerima tawaran tersebut setelah mendengar penjelasan dariku, bahkan dia bersemangat memulai petualangan.


Bukannya sikapnya itu lain dari dirinya yang pernah aku kenali.


Mencari keberadaan Nie maupun Geisha pada tempat dimana mereka berdua tinggal saat aku berbicara pada dirinya di waktu kedua.


Willy mengobrol banyak denganku di tengah perjalanan terlihat sabit tajam miliknya yang dia taruh pada salah satu punggungnya terdapat noda darah.


Di sisi kanan diriku memperlihatkan sebuah sungai dengan mata airnya yang jernih bak air mineral dari dalam gunung, di sisi kanan ku hanya rumah-rumah penduduk terbengkalai yang sudah ditumbuhi oleh lumut, rumput liar, dan tumbuhan menjalar pada bagian rumah.

__ADS_1


Aku melihatnya dari dinding berlubang dimana isi rumah itu sudah layak di sebut pot tumbuhan acak di tempat ini.


Willy kemudian memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu, mungkin saja karena dia sebelumnya sempat melihat diriku sekilas dalam nafas tersengal.


Karena aku tidak memiliki kemampuan apapun kondisi tubuhku sekarang tidak sama saat diriku memiliki kemampuan, perubahannya pun sangat signifikan.


"Sebenarnya apa yang kamu bawa dalam tas ransel besar itu, apa barang yang berharga bagimu yang tak bisa lepas kapanpun. Hehe tapi jika iya akan sangat lucu!" ucap Willy saat kami berdua sudah berteduh dibawah pohon rindang. Duduk melihat ke arah sungai.


"Ini cuma bekal yang aku bawa secukupnya saja, selainnya... kebutuhan sehari-hari. Tanpa aku beritahu pun kamu sudah pasti tahu!"


Aku menawarkan pada Willy sebotol air mineral yang sudah aku bukakan sebelum dia membukanya dibalas dengan senyuman sekilas darinya.


Willy lalu berbicara kepadaku tentang bagaimana dunia ini bisa tercipta beserta aturan melekat pada dunia misterius ini.

__ADS_1


Sama halnya dengan diriku aku juga berpikiran sama seperti Willy apalagi rasa penasaran menggebu dalam diriku ini, tentang dunia bagi orang-orang setelah mengalami bunuh diri.


Akibat perkataannya aku jadi melamun sesaat hingga Willy membuyarkan lamunanku, sontak aku tersadarkan kembali.


Menurutnya ada eksistensi seperti dewa yang mampu menciptakan dunia ini, namun ada ketidakcocokan pada waktu maupun latar setiap tempat.


Serta ada kehancuran pada seluruh kehidupan dimana hal itu bisa disebut kiamat perkataan Willy tersebut sama halnya dengan pendapat tuan Mizu.


Mengingatkan diriku pula mengenai ras manusia dewa yang dikatakan oleh seseorang sayangnya aku lupakan namanya, mengatakan jika ras manusia dewa bisa menciptakan dunianya sendiri.


Mustahil, tapi kenyataannya memang seperti itu. Buktinya pun terdapat pada isi cincin ruang milik Yanwu.


"Hei... dirimu selalu melamun saat aku berbicara agak lama, apa dirimu sedang bersedih. Maaf, tapi aku ini orangnya langsung to the point, jika benar begitu ungkapan saja kepadaku, mungkin aku bisa mengurangi perasaan sedih pada dirimu!"

__ADS_1


Lagi-lagi aku disalah pahami oleh Willy kali ini sampai dikatakan aku sedang bersedih membuatku tertawa didalam hati. Tapi sepertinya Willy mengetahuinya, mungkin ekspresiku masih terlihat.


__ADS_2