Last Life

Last Life
Berdua Ternyata Lebih Baik Daripada Sendiri


__ADS_3

Mengelabuhi orang itu pada arah lain dengan melakukan kepura-puraan dengan pantomim aku pun berhasil menipunya. Dia kini menuju arah berlawanan denganku.


Sehingga memberikan waktu bagiku untuk keluar dari mall ini.


Hujan masih mengguyur wilayah kota A dan sangat deras dibandingkan hujan di hari-hari sebelumnya, menurutku. Saat sudah keluar dari mall aku langsung melindungi diri dari hujan deras tersebut dengan kemampuan berlian.


Agar pakaian dan diriku tidak basah saat terbang di tengah derasnya hujan yang tidak diketahui kapan berhentinya.


Blash!


Nyatanya orang itu masih menyerang diriku terdengar dari tekanan terhadap serangannya pada pelindung berlian yang aku ciptakan.


Aku sendiri tidak sempat berbalik untuk melihatnya, Alex bilang diriku harus tetap lari dan menjauh dari orang itu terlebih dahulu.


Hingga dirinya lelah tak mengikuti lagi hanya saja orang itu tidak terlalu jauh dariku dan sekarang ini menyerang pelindung ini tanpa jeda. Yang mana bisa berakibat buruk jika pelindung ini rusak.


Brak!


Di tidak setengah-setengah menghancurkan apa saja yang menghalangi jalannya, sementara diriku selain mengatur kecepatan terbang aku harus menghindari pepohonan di depanku.


Belum lagi suara petir dan kilat yang membuatku tidak nyaman, benar-benar hal ini adalah momen yang akan selalu aku ingat sepanjang hidupku.


"Arkk!!!"


Dan lagi beberapa menit kemudian aku dikejutkan suara hewan yang terdengar keras di tengah guyuran hujan ini. Aku sempat menoleh dan ternyata orang itu menciptakan hewan terbang menggunakan gelombang, dilihat dari wujudnya yang transparan saat aku melihat seluruh tubuhnya.


Kali ini aku harus extra hati-hati dan waspada dengan hewan buas itu maupun serangan gelombang mematikan, niatnya aku akan bersembunyi pada suatu kesempatan dan menyerangnya secara diam-diam.


"Hancurkan saja apa yang memang menghalangi jalanmu! Tidak usah ragu karena merasa tidak enak. Menilik keadaan kita sekarang ini sedang terancam!" ujar Alex padaku.


Lama diriku menjauh orang itu yang dapat terbang sama sepertiku tanpa bantuan sayap, kini aku rasa dia tidak mengejar diriku lagi.


"Dia sudah malas kah, mengejar diriku?" tanyaku setelah berbalik badan mengejek ke arah belakang.


"Jangan senang dulu, dia mungkin bersembunyi dan akan menyerangmu secara diam-diam. Jadi harus tetap waspada, sebaiknya kita memutari jalan pulang agar tidak berpapasan dengan orang itu lagi!"


"Hm, akan aku laksanakan tuan."


Wos...

__ADS_1


"Huh...?"


Barusan di samping diriku sesuatu melesat cepat seperti halnya angin dengan kecepatan tinggi yang aslinya bisa membelah wajahku, namun aku memiliki keberuntungan yang berpihak padaku.


Diriku yang tidak menyadari akan serangan itu digerakkan oleh Alex guna menghindari serangan mematikan sebelumnya.


Sama seperti sebelumnya aku pun langsung melesat cepat meninggalkan tempat diriku singgah sekarang ini, saat ini aku terbang pada ketinggian umum setinggi rumah penduduk kota.


Sesekali aku menukik saat cahaya kilat terlihat olehku, yang aku takutkan jika saja petir menyambar pelindung ini.


Saat aku menoleh bersamaan dengan terangnya cahaya kilat aku sempat melihat orang itu membentuk jarinya seperti halnya senjata api.


Yang mana serangannya kali ini lebih berbahaya dari sebelumnya.


Dan baru aku ingat jika cincin ruang milik Yanwu berada di jari manisku artinya aku bisa memanggil seseorang dari penjara tempat itu untuk melawan orang yang terus mengikuti diriku dan menyerang secara membabi-buta


Aku pikirkan kembali, bahwasannya memanggil seseorang dalam arti mengeluarkannya dari cincin ruang akan beresiko.


Bisa saja setelah salah satu orang yang aku panggil keluar dia akan lebih memilih kabur daripada membantuku, apalagi menyerangku.


Malahan akan menjadi beban lagi buatku.


Pada akhirnya aku memanggil salah satu orang dan setiap dari mereka yang terkurung dipenjara untuk memanggilnya memiliki sebutan pelafalan berbeda.


Untungnya aku mengingat beberapa kata kunci guna memanggil mereka.


Saat salah satu orang sudah ku panggil dan muncul secara tiba-tiba didepan ku, aku sempat memasuki ingatannya lalu menjelaskan perihal diriku membutuhkan bantuan padanya.


Karena orang yang aku panggil ini tidak memiliki kemampuan terbang, dia pun aku bantu untuk mendarat dengan baik menggunakan kemampuan berlian.


Aku pun mengandalkan dirinya sembari bersembunyi pada sebuah rumah, namun masih berada diluar nya. Sambil diriku mengamati orang ini melawan orang dengan kemampuan gelombang mematikan.


Orang ini seingat ku memiliki kemampuan berpindah tempat dalam sekali kedipan di tambah informasi lain jika dia mampu memperkuat tinjunya setara dengan kecepatan cahaya.


"Aku memanggil orang yang berbahaya hehe.."


"Ternyata kamu memanggil seseorang untuk membantu melawan orang itu, itu adalah hal yang bagus dan brilian menurutku!"


Spontan aku sempat berkata hal yang dapat menjelaskan situasi, kurasa aku keceplosan sampai Alex mengetahuinya.

__ADS_1


Saat terjadi duel sengit antara keduanya orang berkemampuan gelombang itu menyerang dalam posisi melayang di udara, sementara orang yang aku panggil masih menghindar dan menghindar. Dia belum melakukan serangan balasan.


Dam!!


Aku melihat Light "nama samaran orang yang aku panggil" berteleport dan berada di dekat orang itu seraya meninju pelindung dari gelombang.


Bugh!


Wuss...


Brakkk!!


Menjatuhkan orang itu kebawah dengan sekali pukulannya.


"Orang yang kamu panggil lumayan hebat, dia sebelumnya mencari celah pada lawannya. Itulah mengapa dia menghindari serangan orang itu sebelumnya!" ucap Alex dalam diriku.


Lalu terpikirkan olehku untuk memanggil seseorang lagi dari dalam cincin ruang waktu sebagai wadah tempat Alex memasuki tubuh seseorang.


"Hei... kamu melamun dalam kondisi ini, kita seharusnya membantu orang yang kamu panggil. Agar hal menyusahkan ini bisa cepat kita selesaikan!"


"Iya, iya aku bantu. Tapi kamu jangan kendalikan diriku jika tidak diperlukan!"


"Tak masalah."


Tak lama kemudian aku berhasil meringkus orang itu dengan bantuan orang yang aku panggil, sebelumnya dia sangat susah untuk dikalahkan.


Flashback on


Untungnya hujan lebat telah reda sehingga diriku mengetahui kelemahan orang itu. Dia rupanya memanfaatkan bunyi hujan dan petir serta lainnya guna menciptakan serangan gelombang itu.


Saat benar-benar suara dan bunyi disekitarnya berkurang kemampuan serangan gelombangnya berkurang drastis.


Bahkan dia sampai menyerang beberapa bangunan agar menghasilkan bunyi gaduh untuk dia serap pada kemampuannya.


Saat itu, tanpa diberitahukan pun orang yang aku panggil memahami jalan pikiranku. Dan pada aksi selanjutnya aku mendesak orang berkemampuan gelombang mematikan itu agar kehabisan bunyi yang diserap.


Lalu dia pun mengakui kekalahannya dan berkata akan bunuh diri jika dia pada akhirnya akan di siksa, meskipun begitu dia sebenarnya meminta agar dirinya tidak dibunuh.


Setelah aku mengungkap apa yang tidak bisa dia sampaikan.

__ADS_1


Sementara orang yang aku panggil menyarankan agar diriku memenjarakan orang berkemampuan gelombang itu untuk dimasukkan kedalam cincin ruang.


__ADS_2