
Perasaan ini membuatku bersemangat entah apa yang akan terjadi setelah orang tanpa wujud tadi berkata hal demikian.
Katanya dia berterimakasih kepadaku karena aku sudah mau berbicara dengannya, yang padahal aku hanya menjawab apa yang dia tanyakan kepadaku.
"Kamu sebenarnya siapa, apakah iblis yang terkurung lalu terbebas setelah mantra penyegelan telah ter-patahkan olehmu?" ucapku dengan raut wajah gelisah dan jatuh di antara kedua lutut.
"Kalau iya memangnya kenapa? Aku mala suka daging gadis kecil sebagai santapan untuk merayakan kebebasanku!"
"Aah, aku tidak mau!!!" tangis telah aku lakukan dengan air mata yang keluar bak sungguhan.
"Hiks...hiks..."
"Kamu cengeng sekali ternyata."
"Itu karena aku tidak mau mati..."
Seketika suasana menjadi hening tanpa suara sedikitpun di tengah kegelapan mall ini, samar-samar aku melihat dalam kegelapan ada sekelebat bayangan yang melintas dengan cepat.
"Bangun gadis kecil!"
"Eh?"
Setelah aku melihat kebelakang ternyata aku menjumpai seorang pria dengan penampilan kekaisaran yang tengah berdiri di depanku.
Wajahnya terlihat datar namun ada kehangatan ketika aku menatapnya dengan seksama, rambutnya panjang dan ia terlihat sangat berwibawa dari sudut pandang ku sekarang.
"Ada apa? Apa kamu terpesona melihat ku gadis kecil, sampai kamu dibuat melamun begitu. Ayo, aku akan membantumu bangun!"
Dia kemudian membantuku berdiri dengan tarikan tangannya yang lembut. Tak disangka karena aku gugup kakiku tidak sengaja terpeleset dan jatuh dalam pelukannya.
"Hey... kamu bersemangat sekali!"
"Ah, maaf tuan. Aku tidak sengaja. Tadi kakiku terpeleset jadi..."
"Iya aku mengerti. Kalau gitu aku mau bertanya perihal tahun, apa kamu tahu tahun berapa sekarang ini?"
"Tuan bertanya tahun kepadaku?" aku bertanya balik untuk memastikan.
"Ya, itu karena aku sudah terjebak disini sangat lama sampai-sampai lupa tahun asli aku bereinkarnasi!"
"Jadi orang ini adalah suara yang tadi kudengar tanpa wujud, cuma kenapa dia bereinkarnasi?"
"Tahun 2012 aku tahu dari kalender yang terpajang!"
"Ternyata aku sudah lama terjebak, dan umurku sudah sangat tua," gumamnya.
"Tuan kenapa bisa terjebak disini, apa ada orang yang melakukan perbuatan jahat kepada tuan?"
"Apa aku ini terlihat seperti pria tua?"
__ADS_1
"Umm ngga tuan. Tuan ini terlihat berwibawa dan gagah!"
"Apa benar apa yang kamu katakan, umurku ini sebenarnya sudah sangat tua aslinya. Oh ya aku lupa untuk merayakan kebebasan ini!"
"Aku mohon tuan jangan bunuh aku... aku mau lakukan apa saja asal tuan mau berbelas kasih... Aku tidak bohong, tuan memang terlihat seperti apa yang aku sebutkan tadi. "
"Lupakan itu. Aku sama sekali tidak memiliki niat untuk membunuhmu, malahan aku sangat berterimakasih kepadamu karena mau berbicara denganku. Sebab itulah aku terbebas dari dalam penjara tua itu."
Ternyata di dunia ini reinkarnasi memang terbukti ada berbanding dengan dunia nyata maupun realita yang sesungguhnya. Dimana reinkarnasi masih menjadi perdebatan publik.
Pria ini kemungkinan adalah orang reinkarnasinya dari jaman kekaisaran, dilihat dari pakaian dan atribut yang ia kenakan. Sangat mencirikan sekali.
"Apa benar tuan?"
"Iya, aku serius. Jadi kamu tenang saja. Boleh aku mengambil ini darimu?" ucap pria ini sambil mengambil roti dari karung berisi produk mall milikku.
"Mmm enak sekali roti selai ini, rasanya nostalgia sekali."
"Tuan aku mau tanya, apakah tuan memiliki kemampuan khusus sehingga aku tidak diketahui keberadaannya oleh teman-temanku?"
"Kamu tahu juga ternyata, aku salah menyebutmu gadis cengeng. Ya. Aku memiliki kemampuan yang dapat menghilangkan keberadaan seseorang!"
"Jadi teman-teman ku..."
"Tenang saja, mereka masih disini tidak curiga kamu hilang."
"Kalau begitu syukurlah, aku jadi lega sekarang."
"Kesepakatan? Tapi tuan, aku memiliki urusan lain!" hindar ku menolak secara halus kesepakatan orang ini.
"Tidak bisa, aku memaksamu!"
"Tapi..."
"Tidak ada tapi-tapian, pokoknya kamu harus mau."
"Baiklah aku mau ikut, asalkan tuan bisa membantuku juga. Kita saling bantu bagaimana?"
"Gadis, dimana wajah cengeng dan sifat polos mu tadi, kamu mala berbeda sekarang?"
"Gawat kalau aku sampai ketahuan!"
"Maaf tuan, aku cuma ingin membantu temanku dalam perdamaian antar ras. Jadi kalau bisa aku ingin tuan berpartisipasi dalam membantu kami agar dapat mewujudkan harapan itu."
"Begitu ya, kamu memangnya punya hutang budi kepada temanmu sehingga kamu ikut terlibat dalam peperangan?"
"Bagaimana bisa dia tahu tentang peperangan"?
"Iya, aku memiliki hutang budi karena sebelumnya aku hampir mati, namun aku diselamatkan oleh seseorang yang kini menjadi temanku!"
__ADS_1
"Boleh saja aku membantumu, tapi apa kamu tahu kemampuanku tidak sehebat yang kamu kira?"
"Tidak apa-apa tuan, asalkan ada satu lagi orang yang mau membantu dan bisa meringankan beban aku akan sangat senang," jawabku dengan senyum bahagia.
"Hmm, baiklah. Aku akan membantumu terlebih dahulu baru sesudah itu kamu gantian membantuku."
"Mmm aku janji. Tapi tuan, kenapa bisa memilih aku untuk dijadikan sebagai bantuan dalam menemukan seseorang yang tuan cari?" tanya ku karena memang kebetulan aku ingin mengetahuinya.
"Kamu itu mirip dengan orang yang aku cari!"
"Hah?"
"...Apa tuan serius?"
"Ya, aku serius. Kamu itu mirip sekali dengan orang yang aku cari bahkan mendekati sepenuhnya. Rupa maupun wajah cantiknya. Bila perlu aku tidak mencarinya."
"...Aku... mana mungkin mirip?"
"Kamu kan belum tahu orang yang mirip seperti dirimu."
Tak berselang lama aku pun menyetujui kesepakatan pria ini dengan tujuan masing-masing tanpa ada yang dirugikan.
"Kamu bersama dengan siapa Anita?" tanya Geisha mendekat kepadaku sambil berbisik.
"Kenalin dia ini... Umm..."
"Siapa Anita?" tanya Geisha lagi.
Sebelumnya aku belum berkenalan dengan pria ini jadi aku tidak tahu nama dan latarbelakang dirinya.
"Biar aku saja. Namaku Yanwu kalian panggil saja aku Yan. Aku ini seorang cos... cos..."
"Cosplayer maksudnya?" ucap Nie membantunya.
Saat akan bertemu dengan mereka aku sempat menyarankan orang ini untuk menyembunyikan identitas dirinya yang telah bereinkarnasi.
Demi mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi dengan dalih bahwa pria ini sedang bercopslay ala-ala kekaisaran.
"Tepat sekali, kebetulan aku bertemu dengan Anita saat dia mengambil beberapa makanan di tempat ini."
"Jadi kalian baru berkenalan kan?" ucap Nie.
"Tentu saja, kami baru berkenalan di tempat ini!"
Setelah dirasa banyak makanan yang sudah aku ambil dari dalam mall, aku lalu berpisah sementara dengan mereka berdua. Sedangkan Yanwu memutuskan untuk ikut bersama denganku.
"Maaf ya, aku tidak bisa ikut membantu kalian saat ini..."
"Ngga papa kok, Anita. Malahan aku yang harus berterima padamu karena membantu kami dalam menemukan tempat berisi makanan, kami sangat terbantu olehmu!"
__ADS_1
"Mmm sama-sama."