
Aku langsung saja masuk kembali kedalam kamar serta mengunci jendela setelah apa yang aku perbuat kepada salah satu penjaga di luar.
Dia lenyap begitu saja ketika aku secara tak sengaja memasuki alam bawah sadarnya. Lalu kutemukan kenangan lamanya waktu sebelum penjaga itu meninggal, saat itu dia masih berada di dunia alternatif.
Sekaligus menegaskan jika aku ini memiliki kemampuan yang sangat berbahaya.
Bermodalkan kemampuan jarak jauh dengan masuk kedalam alam bawah sadar seseeorang yang aku targetkan, aku bisa saja membunuhnya dengan mudah.
Meski dibilang sepele kemampuanku ini, tetapi pengecualian bagi dunia dengan sistem alam yang sangat aneh.
Seseorang bisa saja mati konyol apabila mengingat kembali kenangan sebelum dia meninggal.
Lagipula dunia ini diciptakan bagi orang-orang yang telah lelah hidup di dunia(alternatif). Berbagai macam masalah kehidupan membuat seseorang itu lari dari masalahnya.
Note: Menurut pendapat Anita.
Kejadian malam ini sungguh membuatku bergidik ngeri sekaligus khawatir, sebab selain aku menyaksikan secara jelas kematian tragis penjaga itu aku mungkin saja akan dihadapkan pada situasi menyulitkan jika aku ketahuan.
Sambil meringkuk masuk kedalam selimut besar ini aku mencoba mencari cara untuk menghadapi hari esok nanti.
"Sungguh aku tidak mempunyai niat jahat apapun kepada penjaga itu sama sekali. Kejadian tadi murni karena unsur ketidaksengajaan ku," ucapku dengan suara kecil bergumam.
Esok hari aku terbangun petang-petang karena semalaman aku tidak bisa tidur karena memikirkan kejadian itu.
Tidur dalam waktu kurang dari setengah jam, lalu terbangun kembali di jam lima.
"Emm..."
Aku pun beranjak dari tempat tidur untuk menuju ke kamar Noel berencana untuk meminta bantuan kepadanya.
__ADS_1
Setahuku kemarin malam dia membisikkan lokasi kamarnya kepadaku, dia beralasan memberitahukannya untuk berjaga-jaga.
Dan di malam itu, setelah makan malam selesai. Noel berencana mengajakku untuk kabur.
Flashback on
"Serius!? Kamu mau ngajak aku kabur, padahal belum lama lho aku berada di kastil ini. Masa hitungan jam aku harus pergi."
"Karena aku sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jadi sebisa mungkin kita harus meminimalisir bahaya yang menanti di depan mata!"
"Hhmp, kamu ini. Bicaranya seperti orang dari masa depan aja!"
"Lalu bagaimana? Kamu setuju tidak ikut denganku?"
"Nggak! Soalnya kamu ini orang yang misterius, ketika aku amati sifat mu bisa saja berubah-ubah."
"Ya, sudah aku pergi dulu. Nanti jika ada apa-apa kamu pergi ke kamarku aja! Kamar aku ada di . . ."
Flashback off
Tok! Tok! Tok!
"Siapa pagi-pagi begini?"
Ceklek!
"Noel aku mau bicara denganmu!"
"Emm, mari masuk!"
__ADS_1
"Ada apa kamu pagi-pagi buta kesini? Dan mata mu kenapa ada lingkaran hitamnya?"
"Aku kesini karena ada urusan denganmu!"
"Urusan seperti apa, aku tidak mengerti?"
"Kemarin malam kamu bicara kepadaku bahwa kamu akan mengajakku kabur!"
"Serius, aku berkata begitu? Setahuku kemarin malam aku sedang berjaga di luar gerbang!"
"Huh!? Jadi kalau bukan kamu siapa dong?"
"Biar aku pikirkan."
Mengetahui kejelasan kemarin malam membuatku jadi resah dengan percakapan pribadi saat itu.
"Menurutku dia mungkin saja penyusup yang menyamar menjadi seseorang yang mirip denganku!"
"Terus buat apa dia melakukan hal itu?"
"Pintunya!"
"Hmm?"
"Apa yang kalian lakukan pagi-pagi begini?"
Tiga orang penjaga memperggoki kami saat pembicaraan Aku dan Noel masih berlangsung.
"Sepertinya aku telah dijebak oleh seseorang, dia mungkin saja orang yang menyamar menjadi Noel kemarin malam."
__ADS_1