Last Life

Last Life
Keanehan


__ADS_3

Bunyi yang ditimbulkan alat memasak serta kebisingan lain yang ku buat ternyata membawa petaka bagiku. Saat ini aku sedang di datangi oleh seseorang dan aku pun tidak tahu siapa orang itu?


Sebelumnya aku perlahan lari kecil untuk menghindarinya, sehingga beberapa saat kemudian dia sudah tidak terdengar lagi. Dan aku berinisiatif untuk memasak.


Arah samping kanan aku mendengar suara langkah kaki yang masih samar-samar pada awalnya. Lalu beberapa saat suara tersebut mulai terdengar jelas di telingaku.


Dari suaranya saja bisa di pastikan sedang mendekat ke arahku.


Lantas aku langsung menutup pintu dapur secara perlahan dan kemudian menguncinya dari dalam.


Kompor kini aku matikan serta aku menjeda dulu aktivitas memasakku.


Tap! Tap! Tap!


"Suaranya sudah semakin dekat!"


Sambil bersembunyi di suatu tempat aku bersiap-siap untuk antisipasi. Sambil mengengam semprotan cabai.


"Eh!? Mana si pus?"


Kucing tadi tiba-tiba menghilang dari pandanganku.


Tok! Tok! Tok!


"Apa ada seseorang? Hallo aku orang yang tersesat!" cowo itu berkata dengan suara yang keras.


"Suara cowo."


"Aku tahu kamu ada di dalam! Tadi aku kebetulan mendengar suara aktivitas mu."


"Lagian suruh siapa sih dia kepo sampai segitunya. Dateng-dateng langsung teriak-teriak."


"Baiklah, kalau begitu aku yang akan datang ya!"


Karena aku tidak meresponnya sama sekali orang itu bilang akan datang kepadaku.

__ADS_1


"Ee..?"


"Lagian mana mungkin dia bisa masuk, pintu kan sudah aku kunci dari dalam," gumam ku dengan suara kecil.


Beberapa menit kemudian, aku tidak mendengar suara darinya lagi. Suasananya pun kini menjadi senyap selepas terakhir dia bersuara.


Aku pun berdiri setelah berjongkok empat menit hitunganku.


Crapp!!


"Aa!? Apa ini!"


"Sudah kubilang kan! Aku akan datang."


Tiba-tiba saja pria yang berteriak tadi sudah ada di belakangku sambil menepuk kedua pundak ku. Dia tepat sekali berada di posisi rawan, karena...


Hiyaa!


Brukk!!


"Sekarang aku akan bertanya kepadamu, kenapa kamu bisa masuk kesini?"


"Hahaha."


"Hem?"


"Kamu ini detail sekali. Harusnya yang kamu tanyakan begini "Siapa kamu ini? Kenapa bisa ada disini?"


"Aku tidak peduli. Sekarang jawab pertanyaan ku tadi!"


"Hem.. baiklah. Mungkin kamu bakal tidak percaya dengan perkataan ku ini, tapi apa yang akan kukatakan mungkin saja kamu sudah mengetahuinya."


"Sebenarnya kemampuan ku adalah teleportasi. Dimana saat ada seseorang disekitar ku yang sedang berbicara di dalam hati maka aku dapat teleport kearahnya!"


"Jadi benar apa yang dikatakan dalam memo itu," gumam ku ketika mengingat perkataan salah satu keempat pria yang aku temui sebelumnya.

__ADS_1


"Barusan kamu bilang kemampuan?"


"Ya, kemampuan. Aku mendapatinya saat pertama kali berada di tempat ini, yang saat itu aku bingung kenapa aku bisa berada disini."


"Kalau begitu aku juga, kita samaan," ucapku antusias.


"Hm, kemungkinannya sih begitu. Karena dunia ini sangat aneh sekali!"


"Nah. Bagaimana kalau kita berkenalan, aku Kiru," dia pun duluan hendak berjabat tangan.


"Aku..."


"????"


Seketika aku merasa seperti tersadar dari pengaruh hipnotis.


"Kok aku bisa ada disini lagi ya?" seraya aku memegang kepalaku karena merasakan pusing.


Tepat berada di depan pintu mall. Aku sekarang ini sedang kebingungan, mengapa aku bisa berada di disini lagi?


Meow


"Pus!"


Aku mencoba mengingat kembali ingatanku sebelumnya. Dari awal aku kabur lalu berhenti dan berada disini( Di depan mall).


Lalu aku memasuki mall seorang diri, bedanya sekarang ini si pus lebih dahulu menunjukkan dirinya.


Meow! Meow! Meow!


"Apa kamu mau aku mengikuti mu?"


Efek bingung sempat aku rasakan saat berbicara dengan kucing.


Meow...

__ADS_1


"Haruskah aku mengikutinya?


__ADS_2