Last Life

Last Life
Kenapa Hatiku Merasa Sakit Saat Dia Menjauh?


__ADS_3

Kini aku maupun Sekai mengikuti Yanwu yang akan menunjukkan jalan menuju kediaman salah satu ras manusia dewa di wilayah sebelah ini.


Memilih berjalan ketimbang menggunakan kemampuan saat melihat penduduk di kota ini, membuatku berpikir jika wilayah ini memiliki aturan mengenai batas tertentu dalam menggunakan kemampuan.


Apalagi ingatanku samar-samar pernah mendapati informasi tentang kedua wilayah berbeda status sosial di negara yang dirumorkan dengan peradaban maju.


Melewati jalanan dengan tenang dan melihat-melihat apa kami lewati aku sangat tertarik pada nuansa kuno tempat ini.


Yang terasa segar dan menenangkan apalagi ditambah cuaca cerah ini, sangat bersahabat sekali hari ini.


"Sekai, kamu kenapa?" ucapku kaget melihat Sekai terduduk dengan wajah lesu serta pucat sembari dia menyentuh wajahnya.


"Ini pasti karena aku tidak berada didalam air selama beberapa jam!" jawabnya lirih.


"Kalau begitu kita cari tempat berendam untuk dirimu, kau pasti membutuhkannya. Jika kau berpikir aku tahu identitas dirimu, aku memang sudah mengetahuinya dari awal."


Yanwu berpikiran sama denganku untuk mencarikan tempat berendam di wilayah ini guna menghilangkan efek yang dirasakan oleh Sekai.


Pasti dia begitu karena dirinya adalah seorang putri duyung masih sebangsa ikan yang apabila berada di daratan cukup lama pasti akan berefek pada tubuhnya.


Menemukan sebuah Onsen kami pun lalu masuk dengan sambutan hangat oleh gadis yang notabenenya resepsionis.


Dia kemudian memanggil dua gadis pelayanan VIP guna menyambut tamu terhormat ini.


Karena Sekai bilang dirinya akan menempati private room untuk dirinya sendiri.


Melihat harga sewa VIP dengan private room sangat mahal pada secarik kertas khusus membuatku terbelalak, bagaimana Sekai akan membayarnya.


Dia tidak mungkin kan mempengaruhi orang-orang Onsen ini.


Bruk.


Mengejutkan, dia menaruh wadah kecil terlihat dari kain emas pada tempat pelayanan.


Yang berarti dia benar-benar membayar, tapi darimana dia mendapatkan mata uang negara ini.


"Terimakasih sudah berkunjung ke tempat kami tuan... silahkan ikuti gadis VIP yang akan mengantarkan tuan!" ucap resepsionis itu dengan senyum mengembang dan ramah.


"Oke. Oh ya Anita, apa kamu mau ikut pergi bersama denganku. Kamu mungkin ingin bersantai sejenak, lagipula aku sudah melakukan sewa VIP. Jadi kamu bisa leluasa disana."


"Aku..."

__ADS_1


"Maaf ya, waktu itu sangat berharga. Dan tujuan kita kemari adalah untuk mencari seseorang, benar begitu sayang?" ucap Yanwu sembari melingkarkan satu lengannya padaku, bahkan dia berani memanggilku sayang secara terang-terangan.


"Jangan bertindak macam-macam dengannya, atau kau akan merasakan akibatnya! Aku tahu waktu berharga, tapi aku hanya menyarankan sebuah pilihan menguntungkan untuknya, mendengar perkataanmu barusan, membuatku tidak nyaman jika Anita bersamamu!"


Astaga, malah makin runyam masalah ini gara-gara urusan sepele yang menurutku diperlebar karena pernyataan mereka berdua yang bertentangan.


Dan aku merasa malu di lihat oleh wanita itu dengan senyuman terpaksa itu, dia mungkin menganggapku wanita yang rakus.


Diperebutkan oleh dua pria yang begitu tampan dan mempesona.


Aku menjauh dari dekat Yanwu kemudian menghampiri Sekai sembari membisikkan sesuatu padanya tentang Yanwu. Kedua tanganku pun digunakan sebagai penutup, walaupun aku harus berjinjit lantaran dirinya lebih tinggi dariku.


Bahwa dia memang orangnya begitu suka mencari gara-gara, apalagi karena diriku mirip dengan istrinya yang dicari-cari.


Usai berbisik aku melihat wajah tersipu Sekai, sebab perkataan terakhir aku bisikan sesuatu yang bisa membuat pria arogan sekalipun tunduk.


"Baiklah, aku setuju dengan dirimu yang sekarang ini mengunjungi orang yang kita cari dengan Anita, aku harap dirimu tidak melampaui batas. Kalau begitu aku pergi dulu, dan aku titipkan Anita padamu!" ucap Sekai sorot matanya tertuju kepada Yanwu terlihat datar sembari melipatkan kedua tangannya didepan dada.


"Tanpa disuruh pun aku pasti akan melindunginya," sahut Yanwu yang ku lihat dia begitu dingin lalu melenggang pergi.


Aku pun meninggalkan Onsen ini dan mengikuti Yanwu yang sudah lebih dulu pergi. Langkahnya begitu panjang sampai aku harus lari kecil mengejarnya.


"Tunggu, hosh... jangan cepet-cepet!" ujarku padanya sembari menyentuh pakaiannya.


"Yanwu pasti sedang marah padaku, yah tidak salah lagi."


Terpaksa aku pun mengikutinya, meskipun tertinggal beberapa langkah darinya.


Melihat pasar aku sempat berdesakan dengan orang yang lalu lalang disini lumayan ramai seperti pasar pada umumnya.


Hanya saja aku harus berhati-hati pada orang yang membawa barang bawaannya yang begitu banyak dan tidak memperhatikan sekitarnya itu.


"Kyaa..."


Grep.


"Cih, menyusahkan."


Karena tersenggol aku pun sempat jatuh namun tubuhku secara tak terduga di tangkap oleh Yanwu, entah mengapa dia berada di dekatku. Sebelumnya aku lihat dia lumayan jauh dariku.


"Maaf, aku tadi tidak berhati-hati. Lain kali aku pasti akan waspada dan tidak akan menyusahkan dirimu lagi..." ucapku meminta maaf kepada Yanwu sembari menundukkan wajahku.

__ADS_1


"Jelas-jelas yang salah adalah orang menyenggol dirimu, jadi tarik kembali permintaan maafmu tadi. Lagipula tadi cuma kebetulan, aku tidak ada niatan membantumu sama sekali! Baiklah, lanjutkan jalannya!" titahnya sembari melenggang pergi, sementara diriku tak bergeming lantaran perkataannya tadi masih terbayang di kepalaku.


Yanwu seperti sudah sangat marah padaku aku memahaminya dari raut wajah dan sikapnya begitu lain dari dirinya saat aku mengenalnya di kedua pengulangan waktu.


Jujur saja hatiku merasa sakit saat aku merasa jauh darinya seperti ini.


Dan tanpa sadar bulir air mata jatuh pada sebelah alisku.


"Hei! Jika dirimu tidak cepat-cepat bergegas aku akan pergi dan memutuskan membatalkan perjanjian kita!" tandas Yanwu dari sana.


"Iya, iya cerewet sekali..." aku mendengus kesal padanya.


Beberapa menit kemudian akhirnya kami berdua sampai di depan kediaman salah satu ras manusia dewa yang tinggal di negara ini.


Rumahnya tidak terlalu elit seperti yang aku bayangkan, walaupun dia tinggal di wilayah ini. Malah seperti rumah kecil sederhana terlihat begitu tenang.


Tok..tok..tok..


Yanwu langsung saja mengetuk pintu.


Tidak ada jawaban hingga dirinya menoleh kebelakang sedikit menengadah seperti melihat sesuatu.


"Dia mau bermain kucing-kucingan!"


"Eh, apa dia melihat kita sebelumnya?" tanyaku bingung.


"Begitulah, jadi pegang tanganku erat, aku akan membawamu melesat di atas rumah-rumah sembari mengejar kucing tadi!"


Tidak ingin membuatnya semakin membenciku aku pun langsung menyetujuinya begitu saja dengan deheman seraya anggukan.


"Bagus bila dirimu menurut."


Wosh...


Kini aku berada di sisi kiri tangannya begitu dekat dengannya sampai-sampai aku mendengar suara detak jantungnya.


"Kenapa ya dia lari setelah melihat kita?"


"Dia pasti melihat pakaikan kita!"


"Hmm??"

__ADS_1


"Aku sekarang mengerti, sebelumnya aku sempat menjadi pusat perhatian. Mungkin saja karena mereka melihat pakaianku ini seperti orang-orang di wilayah sebelah!"


Aku merasa seperti melihat senyuman sekilas dari bibir Yanwu.


__ADS_2