
Satu kaki orang itu terangkat lalu menjejakkan nya pada sebuah bongkahan puing bangunan besar sembari kedua tangannya bersedekap dengan sorot mata mengarah kemari.
Nampaknya dia tenang tenang saja seperti tidak perlu ada yang dikhawatirkan, wajahnya yang tertutup oleh topeng membuat diriku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
"Yanwu, dia..."
"Tenang saja, pria ini sudah dalam kendaliku. Dia tidak mungkin lepas kendali saat membantuku melawan orang yang ada disana."
"Sementara untuk perempuan ini aku tidak mengendalikan dirinya, lebih baik dia menunjukkan saja aksinya agar lebih berguna dan membantu, karena aku telah memberikan kesempatan bagi dirinya untuk hidup lebih lama lagi."
"Terimakasih, aku pasti akan berjuang sebisa ku agar dapat berguna nantinya."
Perempuan ini tidak terikat oleh tali cahaya milik Yanwu yang sebelumnya terikat pada kedua lengannya, jadi aku takut dia bakal memberontak. Apalagi membelot. Jadi untuk berjaga-jaga aku akan mempersiapkan skenario hal terburuknya terlebih dahulu.
"Bagus kalau kamu mengerti situasinya sekarang, lawan ini sepertinya tidak mudah untuk aku habisi sekedar dengan kecepatan!"
"Apa artinya Hyun? Apakah dia lebih cepat dibandingkan pergerakan dirimu?" tanyaku penasaran pada ucapannya barusan.
"Pengguna ilusi bisa saja membalik fakta dan kenyataan, ilusi bisa menjadi nyata dan kenyataan bisa saja menjadi ilusi, kita tidak tahu dia sekarang ini adalah yang asli."
Aku ingat ingat lagi peristiwa yang pernah aku alami di dunia ini pasti tidak lepas dari kemampuan ilusi, seakan akan kemampuan tersebut beberapa persen nya mendominasi kemampuan lain yang ada di dunia ini.
Saat diriku menciptakan sebuah busur panah terbuat dari berlian bercahaya dan anak panah dari kristal berwarna biru. Orang yang disebut sebagai profesor mulai bergerak dari posisinya sekarang.
Terlihat pula puing puing disekitarnya berterbangan yang lama kelamaan menjadi bentuk sosok manusia raksasa.
Syut...
Abah panah yang melesat tersebut langsung hilang begitu saja, saat aku arahkan pada orang itu.
"Itulah kenapa aku tidak mencegah dirimu dari awal, Anita. Yang gegabah melepaskan anak panah pada orang itu, lihat sekarang. Kondisinya yang sebenarnya malah berbalik pada kita dan beberapa kali lipat lebih membahayakan dari sebuah serangan anak panah saja!"
Karena diriku yang terlalu gegabah berpikir melepaskan anak panah tadi guna memaksa orang itu untuk menunjukkan kemampuannya, kini diriku berserta Yanwu serta dua orang lain berada dalam keadaan berisiko.
Bisa disebut sebagai hujan anak panah, karena anak panah yang menghilang tadi malah bertambah menjadi banyak dan hendak menghujani kami.
Sementara puing bangunan besar tadi menuju kemari.
"Biar aku saja yang tangani!" ucap perempuan berkemampuan listrik. Dia kemudian menghalau panah terbuat dari kristal biru dengan listrik yang keluar dari telapak tangannya.
Dorrr…
__ADS_1
Sementara pria berkemampuan senjata api mengeluarkan tembakan mesin dari portal yang tengah terbuka.
Mengarahkannya pada puing bangunan yang membentuk sebuah manusia raksasa.
"Apa!?"
Diriku dibuat tercengang dengan adanya kemunculan banyak portal tepat di atas orang itu, yang kemudian keluarlah satu tangan mengengam berbagai tipe senjata api.
Dorr...
Dor!
Blush...
"Dia bisa meniru kemampuan?" tanyaku spontan karena tak percaya pada keadaan saat ini.
"Mungkin itu hanya kemampuan ilusinya saja, bukan kemampuan asli miliknya!" ucap Yanwu.
Jrash...
Dhar!!!
Listrik yang keluar dari telapak tangan perempuan ini dapat menghancurkan amunisi yang keluar dari berbagai senjata api, sebelum dekat kemari.
Tak lama setelah serangan tersebut tidak menyentuh kami sedikitpun bahkan sehelai rambut pun dari berbagai serangan yang sejatinya bukan kemampuan orang itu.
Diriku tak kalah dibuat terkejut pada keadaan sekarang ini. Dataran tempatku berpijak seakan akan miring padahal aku rasa sudah berdiri tegak pada daratan yang datar.
Mengakibatkan diriku terdorong pada kemiringan tersebut secara perlahan-lahan. Yang tentu saja menurutku hanya terjadi dalam ilusi ini saja. Sementara pada kenyataan tempat kami tadi tidak terjadi apa apa.
Sebagai tambahan paling mengejutkan daripada serangan awal, portal yang keluar tadi bertambah banyak seperti halnya telah mengepung kami.
Diriku yang terdorong pada kemiringan arah samping langsung menggunakan kemampuan baruku dan mengubah berlian sebagai sayap kristal.
Keuntungannya lagi aku dapat memberikannya juga kepada yang lain sehingga pria berkemampuan senjata api dapat terbang menggunakan sayap tersebut.
Anehnya orang itu sama sekali tidak terpengaruh pada kemiringan ini, dia hanya memainkan tangannya yang menurutku memunculkan portal dari kemampuan orang lain.
"Kita terkepung. Jujur dalam keadaan ini aku tidak bisa mengatasi serangan amunisi secara bersamaan pada berbagai arah!" ucap perempuan berkemampuan listrik dengan ekspresi pasrah.
"Tenang saja, aku yang akan menghalau berbagai serangan. Kalian berdua fokus dalam menyerang orang itu saja!" perintah Yanwu kepada kami berdua.
__ADS_1
Dor!!!!
Berbagai portal yang telah muncul sudah keluar berbagai senjata api dan menembakinya kearah kami. Yanwu dengan sigap langsung menahannya dengan pelindung transparan.
"Awas!?"
Dor!
"Argh!!"
Perempuan tersebut tertembak pada bagian kepalanya setelah sebuah portal muncul di bagian samping kepalanya.
Sayangnya aku telat menyadarinya hingga dia harus menerima kenyataan kepalanya yang tertembak tanpa dia sadari.
"Yanwu!!"
"Tch... kemampuan ilusi sangat merepotkan sekali!"
Pelindung berubah menjadi tertutup yang tidak menampakkan keadaan diluar, bahkan portal yang muncul sebelumnya sudah lenyap bersamaan perubahan mendadak pelindung ini.
"Dia tidak kenapa kenapa kan?" ucapku gelisah saat darah segar mengucur deras pada bagian kepala perempuan yang tengah aku sanggah.
"Kemungkinannya begitu, karena kita ini dalam ilusi. Prinsipnya jika kita ada enam orang dan kelima dari kita tewas, misalnya saja satu orang berhasil keluar dari ilusi yang menjebaknya, maka ada kemungkinan rekannya yang telah terbunuh bisa hidup kembali!"
"Apa semua ilusi begitu?"
"Tidak semuanya, tapi aku yakin ilusi ini seperti itu. Karena aku pernah keluar dari kemampuan ilusi terkuat lainnya!"
Kemudian Yanwu menenangkan diriku agar tetap tenang dan tidak terlalu memikirkan sesuatu yang menimpa perempuan ini.
"Ada cara untuk dapat menghidupkan dirinya kembali!" tandas Yanwu kepadaku.
Sebenarnya saat kami berdua mengobrol didalam pelindung ini bersamaan dengan itu suara menganggu terus terdengar dari luar pelindung.
Namun sedikit terendam sehingga tidak terlalu berisik. Suara suara tersebut berasal dari berbagai senjata api yang keluar dari portal.
"Kita akan menyerang orang itu secara bersamaan sembari menemukan celah ilusinya, setelah pelindung ini terbuka. Tidak usah khawatir pada amunisi yang melesat, karena aku jamin tidak akan menembus pelindung yang telah aku berikan kepadamu dan pria yang telah aku kendalikan. Untuk perempuan ini, seperti biasa aku masukkan dia kedalam cincin ruang milikku."
Yanwu kemudian menghentikan pendarahan pada kepala perempuan ini dengan kemampuan meregenerasi.
"Heh!? Kamu bisa menyembuhkan juga Yanwu?" tanyaku kepadanya.
__ADS_1
"Tentu saja bisa, dia sebentar lagi akan bangun."