Last Life

Last Life
Kemungkinan Yanwu Masih Hidup


__ADS_3

Tap.. tap..tap


"Aku sudah menunjukkan diriku sekarang, lalu apa yang akan kamu perbuat kepadaku?" tanya orang berpakaian ninja ini padaku entah maksudnya apa dia menanyai aku begitu.


"Cuma memastikan saja, siapa tahu kamu itu patung yang bisa hidup atau manusia yang dikutuk menjadi batu," jawabku asal ceplos.


"Oke, jadi begini saja, karena adikmu itu sudah membangunkan diriku dari pengaruh ilusi seseorang yang menjadi kenyataan, sehingga diriku sebelumnya menjadi batu. Jadi... aku akan melepaskan dirimu tapi dengan satu syarat."


"Sebentar, kamu bilang anak kecil ini sudah membangunkan dirimu, memang gimana caranya?"


"Oh, kamu tidak tahu ya. Anak itu sudah membangunkan diriku lewat mimpi, begitulah. Nah, kita bahas lagi syaratnya yaitu kamu harus menemukan cara untuk keluar dari dunia ini."


Jadi dia sebelumnya berasal dari dunia misterius itu, berarti ada alasan tertentu yang membuatnya berada disini. Pelakunya pasti tak jauh-jauh kalau bukan Yanwu.


Hanya saja aku tidak menyangka jika Yin menggunakan kemampuannya pada patung, yang kebetulan adalah manusia terkena ilusi dari seseorang.


"Aku mau keluar..."


"Iya, iya, aku keluarin."


Entah kenapa Yin merengek sampai berteriak meminta dirinya dikeluarkan dari penjara berlian yang aku ciptakan.


"Heh anak kecil, kamu kan yang menggunakan kemampuan ilusi padaku?" ucap pria itu dengan nada seperti membentak sampai membuat Yin ketakutan dan bersembunyi dibelakang ku.


"Kak... siapa orang aneh itu?"


"Dia orang baik kok tenang aja, dia cuma mau menyampaikan rasa terimakasihnya padamu."


"Hmm..."


"Apa kamu seorang esper bisa membaca pikiranku. Aku memang ingin menyampaikan terimakasih pada anak itu."


"Enggak, aku kebetulan cuma menebak. Jadi, aku setuju pada syarat mu itu, mari kita bekerjasama untuk kedepannya," sahutku sembari menyelipkan hubungan kerjasama padanya. Karena kebetulan sekali aku bertemu dengan orang sepertinya.

__ADS_1


"Oke. Asalkan aku keluar dari sini permintaan apapun akan aku sanggupi. Dan tenang saja, aku ini orangnya selalu menepati janji."


Orang ini meskipun belum aku ketahui identitasnya secara detail maupun penyebab dirinya bisa ada disini, tapi yakin jika dia adalah orang baik untuk sekarang ini.


Aku lalu bertanya pada Yin mengenai dirinya yang sebelumnya menggunakan kemampuan ilusi pada patung, aku sebenarnya ingin memastikan jika dia hanya menggunakan kemampuannya pada satu patung saja.


Dan untungnya Yin hanya menggunakannya pada satu patung saja sehingga diriku sekarang ini di buat lega.


Menjelajahi keseluruhan tempat bawah tanah aku hanya menemukan ruangan kosong tidak berisi apa-apa dan sampai seterusnya.


Hingga terakhir ketika hendak memutuskan meninggalkan tempat ini aku menasehati suatu nasehat kepada Yin agar dia tidak nakal dan bandel.


Alhasil Yin tidak berniat lagi untuk membawa gaun dan pakaian yang dia temukan pada peti. Yang artinya nasehatku tersampaikan padanya, syukurlah.


Pria bernama Gerry kini mengikuti diriku karena aku sendiri telah terikat dengannya pada sebuah perjanjian melalui syarat agar diriku terlepas olehnya. Tapi bukannya dia malah semakin dekat denganku saja.


Dengan kecepatannya dia tidak aku sangka sudah memasuki kamar yang aku suruh untuk dia masuki, sementara aku baru saja sampai didepan kamarku dan hendak masuk.


"Kamar ini masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah. Dan aku mau bertanya kenapa kamu bisa ada disini, dilihat-lihat lagi kamu tidak seperti seorang perempuan jahat, malahan seperti bidadari?"


"Ada alasan lain mengapa aku bisa berada disini, dan itu bukan karena aku melakukan kejahatan!"


"Jadi pria itu menawan mu ya, sebagai pemuas kebutuhan dirinya. Aku tidak menyangka jika perempuan sepertimu bernasib malang terkurung di dunia," ucap pria ini yang salah paham padaku.


"Kamu salah paham, aku bukan tawanannya tapi temannya. Terus memangnya kenapa kalau terkurung di dunia ini sangat lama?" tanyaku pada perkataan pria ini barusan yang salah satu kalimatnya terdapat suatu maksud.


"Tentu saja dirimu akan lenyap dalam sekejap, lebih tepatnya mati dengan cepat. Karena dunia ini memang tercipta dari sebagian nyawa si pembuat, yaitu salah satu ras manusia dewa. Maka saat dia tiada secara otomatis kehidupan di dunia ini akan lenyap, seperti tidak pernah ada kehidupan sama sekali."


Jika benar demikian maka seharusnya aku sudah tidak ada lagi di dunia ini, karena Yanwu si pencipta dunia ini sudah tiada menurut informasi.


"Mungkinkah... Yanwu masih hidup?"


Hingga aku pun mengajaknya untuk mengobrol tentang dunia ini sampai beberapa jam lamanya. Dan banyak informasi yang aku dapatkan darinya, entah itu identitas Yanwu maupun tentang ras manusia dewa. Beserta orang-orang yang telah menjadi patung di ruang bawah tanah.

__ADS_1


Saat ini aku tidak bisa merebahkan diri kasur karena pria ini tertidur pulas setelah mengobrol lumayan lama denganku.


Wajahnya yang masih tertutup topeng membuatku penasaran dengan rupanya seperti apa, tapi aku tidak berani untuk membuka topeng tersebut dari wajahnya.


Pintu kamar ini sudah ku kunci dari dalam sebagai antisipasi bila ada yang kemari, niatnya aku ingin berbicara empat mata dengan Brain mengenai dirinya yang asli kenapa bisa berada di wilayah manusia tidak berkemampuan.


Yang membuatku agak curiga kepadanya bahwa dirinya telah berkhianat, meskipun ada kemungkinan lain yang lebih kearah positif. Tapi aku ingin memastikan sejelas-jelasnya tanpa ada yang perlu dia sembunyikan lagi.


Mengingat rekanku yang lain sudah tiada karena rencana yang direncanakan oleh Hiyou.


Kwen, Nie, Geisha, Kino, Willy, dan lainnya yang sudah tidak bisa aku lihat lagi. Kecuali Yanwu aku memiliki firasat kuat jika dia masih hidup setelah mendengar perkataan pria ini sebelumnya.


Aku pun duduk di sebuah kursi mengurungkan niat untuk membuka topeng pria ini.


"Hoamm... aku ketiduran ya, eh kenapa aku ada di kasur?" ucapku selepas bangun dari tidur nyenyak.


"Kamu sengaja aku pindahkan karena ketiduran sambil duduk, tidak tega melihatmu aku langsung membopong dan merebahkan tubuhmu di kasur. Dan jangan menatapku dengan tatapan curiga seperti itu, aku tidak melakukan apa-apa padamu!"


"Ya.. kalau gitu terimakasih banyak."


"Sebenarnya aku ingin keluar untuk melihat pemandangan sore hari di luar, tapi rasanya aku tidak bisa meninggalkan dirimu begitu saja."


"Iya, iya aku mau cuci muka dulu, kamu disini saja!" sahutku yang tidak terlalu memahami perkataannya barusan, malah aku bertanya dia bicara apa.


Aku pun beranjak dari tempat tidur memutuskan untuk mencuci muka.


"Tunggu, aku mau menanyakan sesuatu hal padamu?"


"Apa itu hoam..."


"Kamu belum menikahkan, entah itu dunia asalmu ataupun di dunia berbeda?" tanyanya yang membuatku memutar bola mataku malas.


"Gak penting, aku pergi ke kamar mandi dulu."

__ADS_1


Saat aku hendak melangkah diriku di buat terkejut, karena dia sudah ada tepat didepan ku.


"Kalau kamu tidak mengatakannya aku akan berbuat sesuatu yang tidak kamu sukai!" ancamnya padaku.


__ADS_2