Last Life

Last Life
Trik Psikologi


__ADS_3

Kabar gembira tersebut membuatku terkesiap sembari menunjukkan senyuman tipis menatap Sekai lekat, dia ternyata bekerja keras selama ini sesuai dengan dugaan ku sebelumnya.


Itulah sebabnya matanya seperti panda terdapat bekas kehitaman.


Spekulasi yang dapat aku jelaskan mengenai hal itu sepertinya berhubungan langsung dengan ruang waktu. Ya, mungkin saja.


Dan dalam ruangan itu ia begadang demi menyelesaikan ciptaan atau penemuan terbaru buatannya.


Tak lama setelahnya, Yanwu seperti biasa memutuskan memilih orang-orang yang ikut dalam misi kali ini.


Salah satunya Sekai, diriku, dan Leonin. Sekai sebagai pemandu sedangkan diriku membantu keduanya, sementara Leonin penyerangan jika terjadi hal tidak diinginkan.


Kemampuan utama ras manusia dewa itu adalah elemen api serta yang ku ketahui dari Sekai mengenai sifatnya yaitu angkuh dan sombong.


Dia adalah anak kecil berumur 15 tahun seorang laki-laki nakal diketahui suka memerintah orang yang lemah.


Bahkan Sekai mendapati informasi bahwa dia sedang dicari-cari oleh sang kaisar lantaran berani menculik anak perempuannya yang berumur 18 tahun. Sama sepertiku.


Dengan sebuah lift yang dapat terbang dan tak terlihat dari luarnya aku dan Sekai sedang mendarat.


Berbeda dengan Leonin yang tak ikut masuk ke dalam lift, dia lebih memilih untuk mendarat seorang diri dengan kemampuannya.


Kami bertiga mendarat di sebuah tempat sepi disekitar bangunan tua yang berjejer rapi disebelah kanan dan kiri.


Sekai bilang ras manusia dewa itu sebentar lagi akan melewati tempat ini.


Menunggu beberapa saat akhirnya pria kecil terlihat bersama dengan rekannya berjalan sambil berbincang-bincang.


Salah satu rekannya aku lihat sedang membawa peti di punggungnya. Dan anak perempuan bergaun pink memegang rantai yang mana mengikat beberapa orang dengan rantai itu dibelakangnya.


"Dia kriminal, bagaimana bisa anak kecil jahat sepertinya dianugerahi menjadi salah satu ras manusia dewa, kenapa tidak aku saja!" gerutu Sekai kesal dengan nada kecil terhadap mereka.


"Hihi kamu tenangin diri dulu Sekai.. tarik nafas panjang kemudian keluarkan!" ujar ku kepada Sekai, saat dia marah tadi wajahnya terlihat begitu menggemaskan.


Beberapa detik kemudian aku terkejut melihat Leonin sudah mencegat mereka seorang diri, sebelumnya aku merasa dia berada di sampingku.


"Apa isi peti itu?" tanya Leonin dengan nada ketus, biar ku tebak, tatapannya pasti datar saat berbicara.


"Peti ini berisi manusia didalamnya, kami berniat ingin menjadikannya sebagai tumbal!" jawab rekan ras manusia dewa itu, entah jujur atau sedang berbohong.


Sekai mencegat diriku saat aku hendak keluar dari tempat persembunyian. Dia bilang menunggu momen.


Aku pun menurut dan hanya menyaksikan saja untuk sekarang ini.


"Biarkan aku lihat!" titah Leonin.


"Oh.. baiklah, silahkan."


Swosh...


Saat akan membuka peti itu yang disodorkan kepadanya Leonin mendapati kejutan berbahaya hampir membuatnya terluka.

__ADS_1


Tangan pria dari rekan ras dewa itu berubah menjadi runcing.


"Memangnya aku bodoh menunjukkan peti ini dan menuruti perkataanmu tuan, heh.. jangan mimpi!" celotehnya dengan senyum sinis.


Untungnya sebelumnya Leonin sigap dalam menghindar, dirinya pun selamat namun dalam keadaan terdesak.


Simbol aneh berada di bawah kakinya dan simbol itu sepertinya menahan pengerakan Leonin.


"Sekai.. kita harus bantu Leonin...!"


"Belum saatnya, aku yakin dia bisa lepas dari keadaannya sekarang!"


Wosh...


Grep.


Kletak...


Pria rekan ras manusia dewa itu sebelumnya bergerak zig zag kemudian menyerang Leonin dari arah samping.


Tak disangka Leonin mampu bergerak secara spontan menghindari serangan lawannya dari arah samping, meskipun dirinya berada dalam simbol itu. Apa mungkin simbol itu tidak menahan pergerakannya, tapi mempengaruhi Leonin.


Orang yang menyerangnya itu pun membeku hingga menjadi es dalam cengkeraman tangan Leonin, pria kecil dari ras manusia dewa itu terlihat marah lantaran rekannya teraniaya.


Dia kemudian melesat sembari melakukan serangan api dari jarak dekat.


Blarrr...


Blarrr...


Blarrr...


Gelisah aku rasakan sekarang ini, namun sentuhan tangan Sekai membuatku tenang.


"Dia akan baik-baik saja!" katanya lembut menatapku lekat, membuatku percaya.


Api membentuk Kuba tersebut tiba-tiba saja membeku lalu hancur berantakan, bekas tajamnya mengincar ras manusia dewa itu seperti dikendalikan atau saja diperkirakan sebelumnya.


Tak..tak..tak..


Tep.


Tep.


Tep.


Rekan perempuannya ikut membantu dengan pecut yang dapat memanjang seperti ular kemudian menghalau serpihan es tadi.


"Bagaimana jika kita membuat kesepakatan, berikan peti itu atau hal buruk bisa saja di alami oleh rekanmu!" ucap Leonin.


"Jangan hiraukan dia Kiki, orang itu cuma mengancam kita saja dengan rekan kita yang dalam genggamannya!" sahut gadis itu menyarankan kepada Kiki, nama ras manusia dewa itu.

__ADS_1


Aku bahkan tak menyangka jika cara Leonin membuat ras manusia dewa itu ikut dengan cara yang terbilang egois, apa tidak apa-apa?


Dilihat dari tadi pun Sekai sepertinya tidak mempermasalahkan cara yang dilakukan oleh Leonin.


"Ya... kalau begitu aku bunuh saja dia, lagian nyawa seseorang bagi kalian tidak ada artinya!" ucap Leonin mendekatkan tangannya pada leher pria yang dibuat membeku itu.


"Tunggu. Aku sepakat, dengan syarat dia selamat!" sahut Kiki datar, namun nadanya menekan dan terlihat serius.


"Kiki!! Jangan!! Dia itu cuma..."


"Ah.. maaf, aku tidak bermaksud memerintahkan dirimu..."


"Bagaimana?" tegas Leonin sekali lagi.


Usai melakukan pertukaran secara bersama-sama akhirnya kedua belah pihak mendapati wujud keinginannya masing-masing.


Leonin kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga dengan berjalan santai sembari membawa peti itu.


"Gitu doang, terus ras manusia dewa itu gimana... sama orang-orang yang dalam manipulasi gadis itu Sekai, kita harus menyelamatkannya!?" tanyaku dengan nada kecil bingung di akhir terhadap perilaku Leonin.


"Untuk orang-orang itu sebentar lagi akan terlepas dari pengaruh, karena diriku sudah mengepung mereka bertiga sejak awal dengan robot yang tak bisa dilihat! Dengan tembakan khusus seperti jarum mampu menyadarkan mereka, sementara ras manusia dewa itu... Sekarang giliran kita yang mengakali!"


"Caranya?"


"Sini, aku aku bisikkan!"


"Stwstssaw..."


"Hmm."


"Iya, aku mengerti."


Sekai bilang diriku hanya perlu mengundang ras manusia dewa itu dengan baik sekalian mengajak kerjasama dengannya.


Dan aku baru mengetahui jika aksi yang dilakukan oleh Leonin adalah demi menyelematkan putri kaisar.


Aku pun keluar dari tempat persembunyian dimana saat itu aku lihat Kiki hendak melakukan pergerakan dengan ekspresi marah.


Dia mungkin saja akan mengejar Leonin.


"Hii..."


"Hii..."


Salam manis yang aku tunjukkan dibalas oleh gadis ini dengan antusias dan senyuman manis pula. Dia sepertinya menyukai kedatanganku yang mendadak.


"Waa ada Kakak cantik, aku boleh kenalan nggak kak?"


"Boleh, boleh. Um.. sebenarnya aku memiliki maksud ingin mengundang kalian berdua untuk singgah ke sebuah tempat. Tempat dimana ras manusia dewa berkumpul, tujuan kami adalah kembali ke dunia asal!" jelas ku.


"Dunia asal, berarti... dunia diriku sebelum melakukan bunuh diri kak?" tanya gadis itu.

__ADS_1


"Hmm iya, kalian akan dapat tempat tinggal yang nyaman juga disana."


Entah kenapa Kiki sama sekali tidak terlihat tertarik dan dia aku lihat malah mengepalkan kedua tangannya erat-erat.


__ADS_2