
Sekejap tempat sepi kotor dan terkesan sunyi senyap berubah menjadi tempat mengerikan bernuansa horor disekitarnya.
Seolah-olah aku sedang bermimpi buruk sehingga berada di tempat seperti ini.
Tempat ini lebih mirip seperti latar di game horor yang terdapat monster didalamnya. Pemandangan yang aku lihat kini sama persis dengan game bertemakan horor pernah aku lihat pada PlayStation milik temanku.
Keadaan ruangan ini nampak sangat nyata dan asli tidak seperti dibuat-buat oleh seseorang hingga aku bertanya-tanya apa mungkin aku sebelumnya pingsan dan sedang bermimpi buruk sekarang.
"Tapi kalau iya ini mimpi kenapa aku merasakan rasa sakit saat ku cubit tanganku?"
Memastikan saat ini benar-benar nyata terbukti dari trik lama aku pun melihat seksama sekitaran tempat ini sampai ke atapnya.
"Ada yang menggunakan kemampuan ilusi!" ucap Kay memberitahukan pendapatnya dalam situasi ini. Kupikir dia hanya NPC dalam mimpi tapi ternyata bukan sama sekali.
Aku sendiri sependapat dengan perkataannya barusan karena pada situasi sekarang hal logis tidak ada artinya melawan apa yang terjadi di dunia ini dari segala keanehan di dalamnya.
Kesimpulan ada seseorang yang menggunakan kemampuan ilusi adalah rujukan yang tepat.
__ADS_1
"Ya, mungkin saja ada seseorang disini, dia sebelumnya mengetahui kita memasuki bangunan ini. Bisa saja dia sedang bersembunyi,"ucap Willy membenarkan perkataan Kay.
Tes..tes..tes..
Darah dari langit-langit menetes kebawah terus menerus tanpa jeda sedikitpun dan tidak diketahui dari mana asalnya atau milik siapa darah tersebut.
Kami mengeksplor tempat ini lebih lanjut dan Kay yang mengawalinya berada didepan, jujur aku bukannya takut pada keadaan ini terus-terusan menutup hidung dan bernafas pada kain. Aku hanya jijik saja berada disini.
Semenjak tempat ini berubah secara tiba-tiba sekitarannya membuatku jijik apalagi bau amis yang menyengat.
"Sial, kita harus temukan segera pengguna kemampuan ilusi, benar-benar aku benci bau tidak sedap ini," keluh Willy seraya menutup hidungnya dengan kedua telapak tangan.
"Syukurlah, kamu memiliki cara tersendiri untuk menemukan si pengguna ilusi," ucapku sembari mengeluarkan nafas kasar.
Ceprak..ceprak..ceprak..
Terdengar suara yang ditimbulkan dari langkah kaki seseorang yang melewati tempat terdapat genangan air cukup dalam.
__ADS_1
"Ada suara orang berjalan di ruangan itu, kita sebaliknya cek siapa tahu dia orangnya!" ucap Willy sembari menunjuk pada sebuah ruangan bertuliskan "lemari pendingin" yang tidak terbuka lebar.
Kamipun menghampiri ruangan tersebut dan mendapati jejak kaki seseorang di lantai.
Lantai di ruang ini dipenuhi lubang berisi genangan air keruh yang mungkin saja bekas air hujan, karena di langit-langit tempat ini anehnya terdapat lubang dari atap yang sangat jauh.
Dan terlihat ada genangan air seperti bergerak bekas seseorang telah menjejaki genangan air tersebut.
Arrg!
Dari arah belakang lalu muncul monster berbadan besar terdapat mata-mata berkedip yang sangat banyak.
Tubuhnya berwarna merah darah dan mungkin saja itu darah sungguhan.
Brak!!
Dia lalu menyerang tanpa berpikir panjang untuk mengatakan kehadiran seseorang di tempatnya, ya, itu mungkin karena ini pasti adalah sebuah ilusi mimpi buruk.
__ADS_1
Buktinya aku pernah melihat monster ini pada suatu mimpiku dan aku masih mengingatnya.