
Dalam keadaan ini aku masih bingung memikirkan tujuan dan maksud orang ini menghadang kami dari awal. Kalaupun orang ini memiliki niat jahat dia mungkin saja sedang mengincar diriku saat ini.
Yang mungkin dia sudah tahu mengenai kemampuan milik ku dalam rangka mengamankan senjata terkuat. Namun itu masih spekulasi ku.
Aku tidak tahu apakah perang besar dunia akan terjadi di waktu ini, yang pasti, sebisa mungkin akan aku cegah supaya tidak terjadi.
"Aku menyerah. Bagaimanapun aku berusaha dengan sekeras yang ku bisa untuk melawan, kamulah yang akan menjadi pemenangnya. Jadi kalau boleh aku meminta belas kasian mu!" tanyaku dengan tatapan serius kepadanya saat ia hendak mengayunkan rantai ke arahku.
Bruk!
Dia ambruk begitu saja setelah aku mengatakan hal barusan kepadanya, membuatku semakin penasaran terhadap dirinya yang begitu aneh.
Bukan aneh lagi karena dia memilih kemampuan yang lumayan hebat sampai bisa mengalahkan mereka berdua, aku mengatakannya begitu dari sudut pandang orang tersebut yang bebas menyerang Nie dan Geisha tanpa bisa melawan.
Tak lama mereka sadar setelah diam mematung tak bergeming.
"Ada apa barusan?" tanya Geisha sambil menyentuh kepalanya, kelihatannya dia merasakan sesuatu.
"Kalian dari tadi diam mematung, mungkin gara-gara kemampuan orang itu, dia ambruk begitu saja setelah aku mengatakan menyerah keadaannya!" jelasku.
"Tapi kenapa aku tidak ingat ya kejadian sebelumnya, aku hanya ingat kita yang akan memasuki gedung itu!" kata Geisha.
"Kayaknya kemampuan orang ini adalah mengendalikan diri seseorang!" ucapku sambil mendekati orang yang aku sebutkan.
"Heh... kemampuannya mengendalikan, bukannya itu mirip dengan kemampuan milik Nie!"
"Tsk, kamu ini!" terlihat Nie yang melirik Geisha dengan kesal.
"Begitu ya, ya udah kita lanjutkan tujuan kita kemari aja. Orang ini mending dikendalikan oleh Nie dari pada dia membahayakan kita lagi," ucapku sambil memberikan saran kepada mereka berdua.
"Aku... setuju," sahut Geisha.
"Iya deh, aku ikutin arahan kamu aja meskipun kamu itu ini lebih muda dari muda!"
"Maaf, kak. Aku hanya ingin kita semua tidak dalam bahaya untuk kedepannya."
"Hmm."
Kamipun memasuki gedung mall ini yang sudah tidak terurus dan dalam kondisi kacau didepannya. Dengan pohon rimbun yang menutupi mall ini sehingga dedaunan dan cabang sukses menutupi mall.
__ADS_1
Sebelumnya aku mengetahui bahwa di dekat sini ada mall saat melihat petunjuk yang sudah rusak namun masih jelas menunjukkan letak mall.
Beberapa menit kami habiskan untuk membuka jalan demi masuk kedalam mall. Karena pintu macet jadi Nie memecahkan kaca dengan batu.
Dari celah masuk tersebut kami gunakan untuk masuk kedalam mall demi mengambil apa saja yang bisa dimakan.
Kami lalu berpencar ke setiap area mall, aku menuju ke arah yang berlawanan dengan mereka berdua karena aku mengatakan ingin sendiri.
Beda dengan kebanyakan mall-mall yang aku temui sebelumnya, kali ini mall yang aku temukan tidak dalam keadaan baik-baik saja. Kondisinya pun sudah rusak di beberapa area dengan lantai yang sangat kotor.
Tapi masih untung karena produk-produk yang berceceran di lantai masih dalam kondisi aman-aman saja tidak kadaluarsa.
Aku pun mengambil beberapa produk yang bisa bertahan lama jika disimpan lagi, setelah aku mengecek kembali tanggal expired nya dengan teliti.
Selain berbagai produk makanan yang aku ambil dan memasukkannya kedalam karung, aku juga mengambil beberapa persediaan minuman yang tak kalah pentingnya.
Beras pun tak lupa. Masuk kedalam daftar apa yang aku butuhkan.
"Hehehe kamu berani sekali masuk kedalam mall ini, apalagi kamu seorang wanita!"
Aku mendengar suara seseorang yang sedang berbicara kepadaku.
"Aku kemari cuma untuk mengganjal isi perut, bukan bermaksud untuk menganggu ataupun berbuat yang tidak baik!" jelas ku sambil melirik sekitaran perlahan.
"..........."
"Hmm kamu tidak bicara lagi? Apa kamu kalah argumen jadi..."
"Bukan. Aku diam karena lapar. Perutku belum terisi sama sekali sejak pagi!"
"Baiklah, karena alasan mu jelas aku akan memperbolehkannya."
"Sebenarnya siapa orang yang berbicara denganku ini? Dia seakan si empunya tempat yang mengharuskan orang lain untuk ijin terlebih kepadanya."
"Makasih..."
Selama aku memasukkan banyak produk yang aku butuhkan orang yang berbicara tanpa wujud terus menerus mengajakku untuk berbicara.
Yang anehnya mereka berdua sama sekali tidak menyadari suara-suara seseorang. Mungkin karena dari tempat mereka suaranya tidak terdengar.
__ADS_1
"Kamu sudah lama berada disini?"
Sebenarnya saat ini aku kesal karena dia terus bertanya kepadaku, namun demi peran wanita polos di awal aku rela menahan emosiku.
"Maksudmu aku yang kemari ke mall ini?"
"Bukan, maksudku kamu yang berada di tempat ini sudah berapa lama?"
"Umm kayaknya baru kemarin-kemarin, aku berada di tempat ini!"
"Jadi aku tidak tahu dimana aku sekarang ini. Kalau boleh... aku mau minta penjelasan padamu untuk menjelaskan tempat menakutkan ini. Tolong beritahu aku!"
"Begitu ya, ya sudah aku beritahu. Karena kamu orang pertama yang mau berbicara denganku!"
"Eh?"
"Tempat ini yang aku tahu bukan di bumi tempat kita berada, disini kita seperti diberikan kesempatan untuk menikmati kebebasan. Namun dengan artian kamu sudah mati!"
"Mati!?"
"Begitulah, kamu ini sebenarnya sudah meninggal di bumi hanya saja jiwa atau ragamu berada di tempat ini yang mirip dengan bumi, bahkan tempat ini sama persis seperti di bumi."
"Tapi aku berpikiran jika aku ini hilang ingatan dan tidak memikirkan hal jauh seperti yang kamu katakan?"
"Dengar ya, kamu ini sudah tiada aslinya. Hanya saja alasan kamu meninggal aku tidak akan memberi tahukan!"
"Kenapa? Apa kamu tahu tentang ku?"
"Bukan begitu, aku mengetahuinya dari syarat tertentu kami berada di dunia aneh ini. Mungkin kamu belum menyadarinya. Kalau boleh aku jelaskan sedikit."
"Disini kamu akan menemui orang-orang yang memiliki kemampuan khusus seperti kekuatan superhero!"
"Hahaha kamu bercanda ya?" ucapku menertawainya.
Dari tadi aku terus bertindak polos dan berpura-pura tidak tahu apa-apa. Hal ini karena aku penasaran dengan orang yang berbicara kepadaku saat ini.
Dia tidak menampakkan dirinya hanya suara laki-laki yang terdengar olehku. Meski disaat aku memasukkan produk kedalam karung dan melirik sekitaran, tetap saja aku tidak menemukannya.
"Kayaknya kamu tertawa puas saat ini, apakah aku selucu itu?"
__ADS_1
"Dia teryata tahu aku tertawa lepas, apa jangan-jangan dia memperhatikanku dari kejauhan. Tapi dimana dia sekarang ini?"
"Baiklah sudah cukup obrolannya, kita lanjutkan nanti saja. Dan aku sangat berterimakasih kepadamu karena telah mau berbicara kepadaku. Karena mu aku jadi bebas sekarang!"