
Bruk!
Seketika sosok berkepala ular tersebut ambruk dengan perutnya yang berlubang, kemungkinan akibat pukulan yang diarahkan oleh Yanwu kepadanya sesaat yang lalu.
Tentu saja hal itu menimbulkan decak kagum bagi yang melihatnya dengan seksama. Kejadian sebelumnya tidak diketahui pasti apa kemampuan yang digunakan Yanwu untuk mengalahkan sosok menyeramkan tersebut.
Bahkan aku pun hanya tahu jika Yanwu mengepalkan tangannya di waktu ia terbang dan melesat ke arah yang dia tuju.
Suara hujan deras terdengar begitu jelas sebab keheningan ini berlangsung lumayan lama sesaat setelah sosok besar tersebut berhasil dikalahkan oleh Yanwu.
Dress...
"Kemampuan yang luar biasa, bisa mengalahkan sosok menyeramkan itu dengan sekali serangan, aku bahkan tidak menduga jika serangan Yanwu bisa seefektif itu sehingga mengalahkan lawannya dengan mudah tanpa halangan apapun, tapi... apa benar begitu?"
Aku sendiri masih belum seratus persen nyakin jika sosok itu terbunuh oleh Yanwu dengan sekali serang. Spekulasi ku mengatakan ada hal janggal sebelumnya.
"Apa dia sudah mati?" ucap Willy memperhatikan apa yang disaksikannya.
"Aku juga tidak tahu, kejadiannya seakan tiba-tiba saja dan tidak diketahui oleh mata," sahutku.
"Apa mungkin dia orang dengan kemampuan yang dicari-cari ya?" ucap Willy menanyakan hal yang belum aku ketahui, bisa saja Yanwu juga orang yang memiliki kemampuan spesial sama sepertiku.
"Apa maksudnya?" aku berbalik bertanya.
"Kemampuan ras dewa yang melebihi kemampuan ras lain di dunia ini, mengalahkannya pun sangat sulit dengan perbandingan yang lumayan jauh. Bahkan ras dewa dapat hidup abadi!" jelas Willy panjang lebar.
"Aku masih belum mengerti?" ucapku berpura-pura.
"Kalau begitu nanti aku akan jelaskan, sepertinya kamu baru pertama kali ada di dunia ini."
"Hm, aku baru kemarin-kemarin," balasku menunjukkan senyum.
Beberapa saat setelah salah satu dari kedua sosok menyeramkan tersebut tumbang penyerangan sosok berjubah terhenti. Para pasukan manusia yang sudah diubah pun menghilang bersamaan dengan sosok yang mengendalikannya.
__ADS_1
"Sepertinya mereka sedang menyiapkan rencana untuk penyerangan lagi!" ujar Yanwu agak jauh dari kami namun ucapannya masih bisa didengar, sedangkan aku dan Willy memperhatikan langkah Yanwu yang menuju kemari.
Pada akhirnya kamipun melanjutkan langkah untuk mencari orang yang menggunakan teknik Voodoo sebelumnya.
Ruangan di setiap tempat ini pun kembali gelap seperti sebelumnya hanya lilin yang menyala pada setiap tempat dan lorong.
Yanwu mengatakan jika sebelumnya ia menggunakan kemampuan ilusi yang memungkinkan orang yang terkena dapat melihat realita yang berbeda.
Memang sebelumnya lorong tempat para makhluk menyeramkan itu datang sangatlah gelap dan menakutkan.
Namun karena pengaruh kemampuan ilusi milik Yanwu berhubungan dengan seseorang disekitarnya maka tempat yang tadinya gelap bisa menjadi terang seperti di siang hari.
Anehnya, ilusi tersebut seakan-akan bisa membuat rumah besar ini ada di waktu siang hari dan tanpa memiliki atap di dalamnya, pada rumah besar tersebut.
Ya. Memikirkannya membuatku pusing karena dunia ini sangat-sangat lah misterius menyimpan suatu rahasia besar menurutku, dari mulai aku terbangun sampai bisa mengulang waktu kembali adalah suatu hal yang ngeri sekaligus di luar nalar menurutku.
Pada awalnya aku berniat mencari informasi tentang dunia ini apakah ada cara agar aku dapat kembali ke tempat asalku, namun sepertinya belum bisa aku pastikan hingga kini.
Meskipun aku sudah mendapatkan banyak informasi dari beberapa sumber tapi informasi tersebut seolah-olah menjadi bumerang bagiku yang haus akan rasa penasaran.
Memang aku ini agak sedikit paranoid tidak mempercayai perkataan orang lain sebelum aku pastikan dulu kebenaran, atau menyaksikan sendiri dengan mata kepalaku.
Di waktu alternatif dunia ini yang sebelumnya, aku memiliki tujuan lain untuk menghapus kemampuan milikku pada tempat khusus yang berada di dalam wilayah ras manusia tidak berkemampuan.
Hanya karena satu kesalahan aku tidak berhasil menghapus kemampuan pada saat itu, dikarenakan penghianatan Nie yang tidak aku duga sebelumnya.
Yang untungnya karena hal itu pula aku terselamatkan pada kemungkinan terburuknya.
"Kemana kita akan mencarinya, ruangan demi ringan ini seperti labirin. Kita berulang-ulang berada di tempat yang sama!" ucap Willy.
Penuturan Willy memang benar karena sejak tadi kami seperti berada di tempat yang sama, walaupun sudah berjalan pada tempat yang kiranya berbeda.
Sebelumnya aku memang tidak terlalu memperdulikan, karena belum terbukti kebenaran yang aku rasakan.
__ADS_1
Dan kebetulan sekali karena Willy menyadari hal sama sepertiku atau mungkin dia yang lebih dulu menyadarinya.
"Benar juga, kita pernah melewati tempat ini?" kata Yanwu yang terlihat kaget setelah baru menyadari perkataan Willy yang memang benar.
"Apa Yanwu sekarang berpura-pura kaget, hmm? Dia kan orangnya misterius seperti kemampuannya."
"Sebelumnya pun... dia... Ah aku ingat. Dia katanya akan mencari tahu tentang altar! Sebaiknya aku tanya langsung saja kepadanya, kalau ada raut muka yang menunjukkan dia berbohong aku pasti akan mengetahuinya!"
"Reaksimu seperti orang yang pura-pura terkejut?" kata Willy mengomentari Yanwu.
"Aku serius, sebenarnya aku baru sadar jika kita ini dalam pengaruh ilusi!" ujar Yanwu mengedarkan pandangannya.
"Kemampuan ilusi?" sahutku.
"Itu, kemampuan yang memiliki efek tertentu pada target maupun penggunaannya, bisa juga keduanya sama-sama terpengaruh!" jelas Willy.
"Makasih infonya..."
"Hem sama-sama."
Willy lalu menyarankan agar Yanwu menggunakan kemampuan rahasianya lagi untuk dapat lolos dari pengaruh ilusi ini.
Perkataan Willy tadi terlalu blak-blakkan sekali yang membuat Yanwu jadi waspada, menurutku.
"Aku memang bisa menggunakan kemampuan ilusi hanya saja tidak terlalu mengerti semuannya tentang cara keluar dari pengaruh beberapa ilusi!" jawab Yanwu.
"Baiklah. Kali ini aku yang akan maju!" ucap Willy.
Kakinya memang sudah terpotong sebagian, tapi dia tetap tenang tanpa memperdulikan hal tersebut. Awalnya aku mengira Willy adalah orang yang tidak berperasaan, melihatnya di waktu alternatif sangat kejam dengan sifat egoisnya.
Aku ingat saat melihat masa depan yang akan terjadi melalui perantara Kino, disaat aku mencari tempat berisi makanan dan minuman atau mall.
Saat itu aku dan Kino dihadang oleh Willy dengan ekspresi wajahnya yang saat itu kesal memandang kami berdua. Lalu dengan paksaan bahwa aku akan dijadikan kekasihnya Kino pun jadi menolak mentah-mentah.
__ADS_1
Terjadilah perdebatan antara keduanya hingga duel satu lawan satupun tak dapat dihindari. Upaya Kino melawannya memang sudah cukup baik namun gagal, karena rencana sempurna milik Willy lebih penuh taktik untuk kemenangan mutlak dirinya.
Hal sadis dan berdarah-darah pun terlihat jelas oleh pandanganku saat itu, yang memperhatikan Willy menyerang Kino secara membabi buta.