Last Life

Last Life
Sulit Dijelaskan


__ADS_3

Kembali aku melihat kematian yang tragis di depan mataku lagi. Kali ini menimpa seorang pria yang kondisinya sudah tak terurus.


Kurus kering yang sudah kelihatan tulang di sekujur badannya. Setelah aku usut lebih jauh, aku mendapati sejumlah informasi mengenai jati dirinya.


Adapun barang-barang berbahaya yang aku kutemukan di dalam kamarnya, beserta identitas asli pria itu.


Namanya Zuel berumur 23 tahun seorang Mahasiswa jurusan hukum.


"Sayang sekali, padahal dia ini memiliki masa depan yang bagus, namun... takdir berkata lain."


Dia meninggal karena melakukan bunuh dengan cara mengantungkan lehernya pada seutas tali yang menggantung di langit-langit rumah.


Wujud ku ini memang bebas dapat melakukan apapun dalam memori pria ini, seperti berkeliling maupun menyentuh barang-barang yang ada disana. Meskipun begitu ada batas tertentu yang tidak bisa aku gapai.


Yaitu aku tidak dapat menyentuhnya dan mencegah apa yang akan terjadi di dalam memori pria ini. Sebelumnya, aku sudah berteriak agar pria ini tidak melakukan aksi bunuh diri namun tetap saja.


Dia tidak bisa mendengar dan melihat keberadaan ku, meskipun aku sudah berada dekat di depannya dan mewanti-wanti.


Ketika aku memejamkan mata, kini aku kembali ke tempat semula. Dan mendapati pria berkemampuan angin yang tergeletak di tanah.


"Aku kembali.." masih dengan nafas tersengal kala aku berbicara.


"Kelihatannya aku sudah mengalahkan pria ini dengan kemampuan milikku, dan sudah kedua kalinya aku membunuh seseorang di dunia ini," gumam ku sambil beranjak.

__ADS_1


Di satu sisi pria pembawa sabit itu menuju kearah ku, namun kondisi kedua lengannya sudah kembali utuh tidak seperti keadaan sebelumnya. Dimana saat itu kedua lengannya hancur.


"Kamu tidak apa-apa?"


Harusnya dalam situasi ini aku berpura-pura ketakutan agar sesuai dengan kepribadian polos karakter ku ini, tapi melihatnya, aku merasakan firasat buruk untuk sekedar berbohong kepadanya.


"Kamu.. kena..pa bisa kembali seperti semu..la?"


"Aku ini memiliki kemampuan regenerasi. Yang memungkinkan anggota badanku kembali seperti semula saat dalam keadaan hancur dan terpisah!"


Ketika aku mencari cari keberadaan Kino, dirinya tidak bisa kutemukan, sehingga membuatku berspekulasi jika Siniken pelakunya.


Mungkin saja dia kabur sembari membawa Kino yang masih pingsan.


"Bagaimana? Aku sudah melakukan hal yang diperintahkan olehmu?"


Sepertinya dia menyesal karena syarat yang aku berikan kepadanya ada yang belum terpenuhi, yaitu untuk menyelamatkan Kino juga.


"Aku akan ceritakan semuanya, asal kamu bisa melindungiku kedepanya!"


"Kau kira aku ini bodyguard hah? Jangan main-main, aku bisa mendapatkan mu tanpa perintah dan mengikuti instruksi darimu!"


"Tapi aku sedang delima sekarang... temanku sudah dibawa lari... terus aku kini banyak di cari-cari oleh orang-orang kerajaan!"

__ADS_1


"Kalau masalah dirimu yang memiliki hubungan terlarang aku bisa mentolerir, yang penting kamu sudah ada digenggam ku. Cuma... aku bingung, sebenarnya siapa yang benar diantara omongan kalian?"


"Aku jujur, aku nggak bohong tadi. Orang-orang kerajaan memang mencoba menjebakku, supaya mereka bisa..."


Flashback on


"Dan ingat selalu ini, Putri! Jangan sesekali kamu ceritakan kemampuan mu kepada orang yang baru kamu temui."


Flashback off


"Apa?"


"Hmm, aaduh... kepalaku sakit...!"


"Huh, dasar cewek. Sini aku gendong, kamu sekarang bebas mau menentukan mau kemana!"


"Gapapa nih... Aku ngerepotin kamu?"


"Tidak masalah. Lagipula aku memiliki banyak waktu senggang."


"Kalau begitu aku mohon cari tempat persembunyian yang aman! Tapi sebelum itu, kita kembali dulu untuk jemput si pus."


"Si pus? Kamu memiliki teman pria lain ya...?"

__ADS_1


"Bukan...!?"


"Huh??"


__ADS_2