
Dengan ini kesimpulan sudah jelas bahwa Yui bisa menjadi dua orang yang berbeda lebih tepatnya mempunyai dua sifat. Polos dan jahat, sebut saja begitu.
Kletak!
Woosh...
Brak!
Es yang menahan Yui pecah hingga membuatnya kabur melalui jendela dan membangunkan yang lainnya.
"Apa terjadi sesuatu? Di-dimana Yui?" tanya Reina nampak kebingungan apalagi sorot matanya kini menatap jendela yang rusak dan bekas es dari kemampuan Leonin.
"Sepertinya Yui bukan orang baik-baik, namun melihat sifatnya dari awal aku sadar bahwa dia memiliki dua kepribadian!" ucap Doro menjelaskan tentang Yui, dia rupanya sangat jeli dan menyimpulkan tentangnya lumayan mendetail dan rinci.
"Jadi begitu, lalu dimana pria itu?" tanya Reina lagi yang ketika ku teliti ternyata merujuk pada Leonin yang tidak ada saat ini.
"Tidak ku sangka ternyata dia bisa pergi tanpa aku sadari, bukannya sebelumnya ada didekat ku ya, aneh?"
Semua keluar dari rumah ini lalu diriku melihat di depan sana ada yang sedang bertarung melihat dari cahaya api dan butiran es yang berjatuhan di dekat area itu.
Ternyata Leonin sedang menghadapi Yui dari kepribadian lain dirinya itu.
Aku pun ikut membantu karena jatuhan butiran es dapat ku ubah menjadi air.
Sementara Reina dan kekasihnya mengepung Yui.
__ADS_1
"Beraninya kalian main keroyokan, kalau begitu..."
Tep.
Dia menyatukan kedua telapak tangannya lalu tubuh seakan terbakar oleh api disekelilingnya hanya saja tidak membakarnya.
Api itu kemudian semakin membesar dan serang dengan air yang ku kendalikan untuk menghentikan Yui.
Tapi tetap saja air ku tidak mempan.
Srash...
Bahkan serangan kemampuan es dari kedua telapak tangan Leonin pun tak mampu menembus pertahanan Yui.
"Menyusahkan, biar aku saja yang menghentikannya!" ucap Reina.
Mungkin Reina mengira jika membuat Yui bergerak dan tidak menyatukan tangannya maka api yang melindunginya akan lenyap.
"Bisa!" ucapku sembari tersenyum saat Yui berhasil digerakkan oleh Reina dan api disekitarnya menghilang dalam sekejap.
"Luar biasa sayang, kamu sungguh bisa diandalkan!"
"Humph, aku ini orangnya kuat."
"Kalian memang bodoh, mengira jika tadi adalah kemampuan terkuat ku hahaha padahal aku sedang memanggil hewan-hewan berkekuatan untuk kemari!" ungkap Yui dengan raut mengejek dan wajah sinis perkataannya itu justru memberikan Reina marah.
__ADS_1
Bugh!
Reina terkena pukulan dari Yui saat dia melesat ke arahnya untuk menghajar, kemungkinannya seperti itu. Karena gerakan Reina terlalu cepat untuk ku lihat dengan mata normal.
"Leonin, cepat bantu... eh? Dia nggak ada?" keberadaan Leonin kini tidak ketemukan dalam situasi penting ini kemana dia.
Blarr....
Swosh...
Swosh...
Kini Doro menggunakan kemampuannya yaitu puppet mirip seorang bangsawan bersenjatakan pedang untuk melawan Yui.
Sementara Reina ku lihat dia tak sadarkan diri dengan pipi kanannya terdapat luka bakar dan sedang papah oleh dua puppet lainnya.
Melihat keadaan diriku yang tak bisa ikut membantu Doro aku pun berniat untuk membantu Reina dengan kotak obat yang ada didalam tasku.
"Anita, jaga Reina baik-baik ya, aku akan sibuk melawannya sekarang!" pinta Doro kepadaku sembari membawa Yui agak jauh dari tempatnya kini.
"Mmm, aku akan menjaganya."
Langsung saja aku keluarkan kotak obat dari tas setelah itu aku cari obat luka.
Jrstst...
__ADS_1
"Eh!?"
Petir berjumlah banyak kini mengarah padaku dan Reina.