Last Life

Last Life
Pertemuan dengan Pangeran


__ADS_3

Pria dengan penampilan bak seorang pangeran berkata akan menjemput ku, diiringi dengan dirinya yang sedikit membungkuk kepadaku saat di awal dia berbicara.


"Aku tidak mengerti. Kamu sebenarnya siapa? Apakah kamu orang yang di utus oleh sang raja untuk membawaku?"


Berbagai pertanyaan aku lontarkan dengan ekspresi tegang di wajahku, aku memang sengaja menampilkan diriku seperti ini.


"Ya. Aku adalah anak dari sang raja itu sendiri!"


"Kebetulan sekali aku sedang mencari seorang wanita yang dapat menemaniku, dan kamu adalah tipe wanita yang sangat cocok dengan kepribadian ku, Putri. Atau aku sebut Anita."


"Tapi..."


"Tenang saja, kamu akan aku jadikan ratu suatu hari nanti! Serta aku akan membersihkan namamu setelah kamu menyetujuinya!"


Bersamaan dengan itu dari arah belakang sosok tangan makhluk berwarna hitam menutupi mata anak raja.


Lalu dengan cepat para makhluk itu mulai mendekatinya.


Aku hanya bisa menatapnya dengan tatapan kosong. Lalu salah satu makhluk itu berbicara kepadaku.


"Jangan hiraukan dia. Dia itu orang paling berbohong di dunia ini! Banyak sekali wanita yang dia bohongi dan berakhir tragis. Jadi untuk kedepannya kamu harus menjauhinya!"


"Apa alasannya aku harus percaya kepadamu?"


"Tentu saja karena aku adalah salah dari wanita yang dia bodohi. Dan dia sendiri sudah berumur ratusan tahun!"


Begitu makhluk menyeramkan itu berbicara kepadaku tentang pangeran atau anak raja, dan setelah mendengar informasi lain darinya, aku jadi dibuat tercengang mendengar informasinya itu.


Dia mengatakan jika anak raja telah berumur ratusan tahun yang berarti hidupnya sudah sangat lama. Tapi bukan hanya itu saja yang membuatku tercengang, tapi mengetahui makhluk ini adalah korban dari salah satu wanita yang kemungkinan di dibohongi oleh anak raja.


Lalu mengapa dia bisa jadi makhluk seperti ini? Aku masih belum faham dengan kemampuan milik Geisha. Dan merasa sangat penasaran untuk mengetahuinya.


Dalam air aku masih bisa bernafas normal karena bantuan makhluk yang Geisha panggil, salah satu dari mereka ada yang masuk kedalam diriku. Itu sebabnya aku jadi bisa bernafas dalam air dan tidak takut akan kehabisan nafas.


Aku pun berhasil keluar dari dalam air, sementara Nie dan Geisha menungguku dari tadi.


Air bah setinggi gedung lantai empat itupun masih diam di areanya, sedangkan aku meninggalkan nya demi keselamatan.


Pria itu masih dikerubuti oleh makhluk-makhluk yang Geisha panggil sampai menutupi seluruh tubuhnya.


"Badanku basah kuyup semua."


"Kamu tidak apa-apa kan, Anita? Kelihatannya kamu baik-baik saja, hanya bajumu saja yang basah kuyup."

__ADS_1


"Em, aku baik-baik saja."


"Beneran kamu tidak apa-apa, sini aku cek!"


Geisha kemudian menyentuh keningku berusaha untuk mengecek apakah aku sakit atau tidak karena hujan-hujanan begini, itu yang bisa aku tangkap dari perlakuannya.


Dilihat dari tadi aku sepertinya telah melupakan sesuatu yang berharga bagiku, tapi aku masih lupa-lupa ingat. Hingga akhirnya aku mengingat-nya dan menyadari, bahwa si pus dari tadi aku lupakan.


Aku pun bertanya kepada mereka karena terakhir kali aku melihat si pus sedang bersamanya, kedua juga pernah bermain dengan si pus sebelumnya.


Tapi mereka mengatakan jika si pus mengikuti ku sebelumnya.


Lalu aku memikirkan jika si pus telah...


"Maafkan aku, Anita. Sebenarnya kami tahu kamu pergi memasuki bangunan itu. Dan sebenarnya aku juga menyadari ada kehadiran seseorang di dalamnya."


"Jadi mereka sengaja membiarkanku agar aku memasuki bangunan itu, mungkin itu adalah rencana mereka agar orang yang berpura-pura menjadi Willy datang menyelamatkanku!"


"Tapi mereka kok jadi agak baik ya sama aku, meskipun Nie masih cukup jauh sih..."


"Apa kita akan terus kabur?" ucapku seraya menoleh ke arah Geisha yang ada di sampingku, hanya Geisha yang mudah untuk aku ajak bicara.


"Iya, kita akan terus lari dari pria itu. Karena dia memang pria yang licik!"


"Emm, jadi... dia memang korban dari pria itu, cuma dia ingin membalas dendam namun tidak kunjung kesampaian."


"Hmm, kayaknya ada yang Geisha sembunyikan dariku. Dilihat dari senyumanya."


"Oh, ya. Sebenarnya pria itu yang membunuh salah satu teman kami atau sebut saja dia teman wanita Willy yang lainnya!"


"Huh, jadi... saat itu...?"


Flashback on


"Apa mau mu sampai menghadang kami?"


"Heh.. terus terang saja. Aku sedang kesepian karena kekasihku sudah tiada!"


Flashback off


"Jadi memang benar perkataannya saat itu."


"Willy menyebutkan teman wanitanya sebagai seorang kekasih!"

__ADS_1


"Aku turut berduka atas kepergiannya."


"Iya, lagipula itu memang takdirnya."


Sepertinya aku tidak akan bisa tidur malam ini, karena si pus kemungkinan sudah tiada.


Meskipun begitu aku harap si pus masih hidup agar aku dapat mendengar suaranya kecilnya sekali lagi. Dan melihat tingkah lakunya yang mengemaskan.


Dan aku ingat aku pernah memiliki hewan peliharaan yang selalu menemaniku kala aku merasa sendiri tidak punya siapa-siapa sebagai tempat berbagi cerita maupun berkeluh-kesah.


Seekor kucing berwarna oranye yang sangat aktif dan lincah. Yang selalu menghiburku dalam situasi apapun.


Lalu ketika aku kaitkan dengan diriku yang ada di dunia ini, kemungkinan kucingku berada di dalam rumah sendirian. Menunggu kapan waktunya aku pulang.


"Ada apa aku ini! Kalau aku terus mengingatnya maka aku akan cepat tiada!"


Hujan masih turun mengguyur wilayah kota ini dengan derasnya. Kami pun tidak bisa turun karena dikhawatirkan pria itu akan memburu lagi.


Geisha bilang pria itu terlihat mudah untuk diatasi namun tidak dengan emosinya, karena apapun yang dia inginkan maka dia akan berusaha keras untuk mendapatkannya.


"Kamu tahu, wajah asli pria itu sangat menakutkan!"


"Ya, memang saat aku lihat tadi dia sangat tampan ketika ku amati."


Mungkin sudah sangat lama kami terus menjauh sampai aku pun berpikir bahwa bukan seperti ini seharusnya.


Bukankah tujuan ku pergi ke kastil itu kembali karena untuk menyelamatkan Kino. Dan harusnya aku menghasut kedua wanita itu agar mau pergi bersamaku.


Dengan cara aku mengatakan Willy yang di tangkap dalam kondisi baik-baik saja.


Dia hanya sebagai jaminan agar aku datang menghadap raja.


"Aku mau mengatakan sesuatu!"


"Hm? Apa itu?"


"Saat terakhir kali aku melihat Willy dia masih dalam kondisi hidup dan kemungkinan dia di bawa pergi oleh orang-orang kerajaan, yang memang sedang mencari ku. Lalu sebelumnya Willy berusaha melindungiku mati-matian!"


"Iya, kami tahu!"


"Kalian tahu!?"


"Kami hanya mengetahui jika Willy masih hidup, bukan kejadian yang kamu ceritakan tadi. Lalu untuk saat, ini kami sedang mempersiapkan rencana terlebih dahulu, demi menyelamatkan Willy!"

__ADS_1


__ADS_2