
Suara-suara gaduh ditimbulkan dari ledakan hingga bangunan yang hancur serta efek penggunaan kemampuan seseorang, menambah kesan menegangkan serta mengerikan pada area kerajaan yang sudah seperti medan pertempuran saja, menurutku.
Di langit aku bahkan melihat petir yang menyambar ke satu titik, sambarannya tanpa jeda sekalipun pada Incarannya. Dan aku belum mengetahui siapa yang telah diincar tersebut.
Jdar! Jdar! Jdar!
Dam!!!
Dharr!!
Lalu suara petir tersebut tidak terdengar lagi, namun langit disekitar petir itu keluar masih berwarna abu-abu kebiruan. Sementara langit disekitar nampak cerah.
"Apa kamu tahu siapa pemilik kemampuan petir itu?" tanyaku kepada Yanwu, yang mungkin saja dia mengetahuinya.
"Aku tidak bisa memastikan, siapa pelakunya. Namun dugaan ku tertuju pada warga desa yang tak mempan sama sekali terhadap kemampuan Lina."
"Yang aku tahu, warga desa pada wilayah ini memiliki kemampuan unik rata-ratanya, yang berarti salah satu dari mereka ada yang tidak terkena efek pemikat Lina, dan mereka sekarang tengah membantu orang-orang kerajaan dari serangan mendadak seperti ini!"
Justru karena mereka ada yang berhasil lolos dari kemampuan pemikat Lina, berarti rencana utama Hiyou tidak sesempurna yang dia katakan.
Yah, tapi semua kejadian ini terjadi lantaran diakibatkan oleh kesalahan dan kecerobohan anggota di setiap tim. Maka yang bisa dilakukan sekarang adalah melawan para prajurit dan pelindung kerajaan, hingga kami bisa mengalahkannya raja itu sendiri.
Walaupun keberadaan sang raja masih belum diketahui sampai sekarang, dan sedang dicari oleh rekan-rekan ku.
Begitulah gambaran persis yang masih aku ingat jika rencana utama tidak berjalan dengan semestinya maupun sesuai rencana.
Kini pelindung raja yang masih tersisa sepertinya tinggal Siniken, Rhino, dan Dion. Siniken sendiri masih bebas berkeliaran dan belum aku temui lagi setelah kejadian pengulangan waktu.
Rhino terakhir terlihat sama halnya dengan waktu alternatif saat aku berteleport meninggalkan wilayah kerajaan, dikarenakan kemampuan tuan Mizu.
Untuk Dion sendiri aku baru kemarin-kemarin bertemu dengannya, saat aku menjebaknya lalu dia diterkam oleh hiu zombie karena tubuhnya masih hidup meskipun badannya berlubang dan terluka parah.
__ADS_1
Menurutku, masih ada kemungkinan Dion selamat dari kejadian waktu itu.
Di tengah perjalanan mencari keberadaan rekan-rekan yang lain aku berpapasan dengan Willy, Kino, Yin, Geisha, Nie, Kwen.
Mereka masih terlihat baik-baik saja, tidak ada yang terluka maupun berkurang Semenjana terakhir kali aku melihatnya. Sayangnya ekspresi wajah mereka terlihat mengintimidasi kepadaku dan mungkin pada Yanwu juga.
Merasa canggung saat melihat mereka agak lumayan lama yang tidak satupun dari mereka berbicara sepatah kata, aku pun menoleh kebelakang. Berharap Yanwu mau memberikan petunjuk kepadaku tentang mereka sekarang ini.
"Mereka semua ini cuma imitasi dari kemampuan seseorang, Anita. Meskipun terlihat hampir sama dengan wujud orang yang kamu kenal, namun tiruan ini memiliki pembeda dari pada yang aslinya."
Kini Yanwu sedang menginformasikan kebenaran tentang mereka lewat telepati kepadaku. Dan aku baru mengetahui jika dia ini dapat menggunakan telepati.
"Wajahnya memang sangat mirip, namun tidak sesuai dengan kepribadian diri mereka masing-masing, dan nampak seperti memiliki ekspresi wajah yang sama. Artinya, salah satu berekspresi marah, maka yang lainnya juga akan sama. Begitulah!"
"Sekarang ini yang bisa kita lakukan adalah mengalahkan imitasi rekan kita ini, karena sangat merepotkan jika mereka tidak segera diatasi secepat mungkin."
"Berhubung imitasi ini tidak mempan pada kemampuan yang kamu miliki, jadi aku memberimu sebuah kemampuan spesial untuk dapat mengalahkan mereka, yaitu kemampuan berlian yang bisa kamu gunakan sekarang ini!"
Sebenarnya diriku sangat kaget dan juga shock mengetahuinya kenyataan tentang identitas Yanwu, saat dia mengatakan melalui telepati bahwa dirinya telah memberikan diriku sebuah kemampuan " "berlian" katanya.
Menggabungkan teka-teki identitas Yanwu dari berbagai informasi dan bukti yang aku rasa sudah konkrit, maka aku simpulkan bahwa Yanwu adalah manusia dari ras dewa.
Sedetik kemudian diriku mendapati pengetahuan dan informasi mengenai penggunaan kemampuan baru yang aku miliki sekarang ini.
Dan rupanya saat aku mencoba untuk memunculkan berlian dari telapak tanganku ternyata terbukti berhasil dan aku bisa mengeluarkannya.
Yanwu tersenyum penuh arti kepadaku saat aku menatapnya takjub. Bersamaan dengan itu terdengar suara langkah kaki yang menuju kemari.
Yang ternyata adalah imitasi Willy yang sama halnya dengan kepribadian dirinya yang asli, langsung menyerang lawan tanpa pandang bulu dan tidak memikirkan strategi lawannya terlebih dahulu.
Swosh...
__ADS_1
Saat sabitnya mengarah padaku aku sempat menghindari tebasan sabitnya dengan begitu mudahnya, yang aku rasa sangat cepat lesatan sabit tersebut.
Yanwu pun bergerak, dia menghilang dari belakangku dengan kecepatannya bagaikan cahaya.
Kurasa dia sengaja menyerahkan imitasi Willy padaku agar aku dapat mengalahkannya dengan menggunakan kemampuan baruku ini, bahkan mataku sekarang lebih awas dan gerakan ku serasa ringan.
Swosh...
Swosh...
Dua serangan beruntung mengarah tajam padaku namun semuanya bisa aku hindari sembari aku menciptakan sebuah pedang dari berlian pada satu tanganku.
Setelah pedang berlian tercipta aku langsung menahan sabit tersebut, kemudian membalas serangan dari imitasi Willy sebelumnya, ketika ada celah bagiku untuk menyerang balik.
Jleb!
Kini pedangku menancap pada area jantung imitasi Willy, meskipun tidak ada efek seperti dia kesakitan setelah tertusuk pedang, tapi aksi ini belum berakhir.
Saat dia mulai mencabut pedang yang menusuk pada tubuhnya, diriku kemudian mundur beberapa langkah, lalu mengerakan tanganku untuk mengaktifkan suatu jurus.
Jurus yang dapat membuat korbannya menjadi berlian dan mematung setelahnya.
Aku pun mendekati imitasi Willy yang sudah sepenuhnya menjadi berlian dan langsung menghantam tubuhnya dengan pukulan keras diselimuti berlian.
Brak!
"Huh... satu imitasi akhirnya sudah aku kalahkan, tinggal..."
Tidak ku sangka kini Yanwu menghadapi banyak imitasi sekaligus, kurasa karena diriku terlalu fokus pada satu lawan sampai-sampai diriku melupakan keberadaan Yanwu disekitar ku.
Aku perhatikan dengan seksama semua imitasi ini seperti hanya mengincar diri Yanwu seorang saja, mereka sama sama sekali tidak ada yang tertarik untuk menyerang diriku. Dan itu sangat aneh, dilihat dari jarak diriku dengan Yanwu saat ini yang tidak terlalu jauh sekali.
__ADS_1
"Padahal yang dilawan adalah Kino yang dapat mengulang waktu pada area tertentu dan juga massa, tapi kemampuan imitasi Kino tidak ada apa-apanya dihadapan Yanwu, bahkan sepertinya sudah berhasil dia kalahkan lebih awal."
Tak lama semua imitasi mirip orang yang aku kenal sudah dikalahkan dengan mudahnya oleh Yanwu. Beberapa menit menegangkan sebelumnya pun masih aku simpan dalam memori pikiranku.