Last Life

Last Life
Tujuan Berikutnya


__ADS_3

Kini aku berada di suatu ruangan ku sebut sebagai ruang tamu terdapat meja lumayan panjang dan kursi lebih dari lima.


Kami lalu duduk dan membahas tentang tempat yang selanjutnya akan kami tuju sebab, kami tidak ingin terlalu banyak membuang waktu. Pendapat itu diteruskan oleh Reina dan setujui oleh semuanya.


Dan aku sendiri setuju mengenai keputusan itu yang pertama kali disampaikan oleh Sekai pada saat Yanwu berkata "Aku mengetahui semua lokasi mereka di dunia ini!" lalu Sekai langsung saja menyampaikan pendapatnya agar waktu dipercepat untuk mengumpulkan para ras manusia dewa itu.


Tentu saja sesuai dengan kebutuhan guna membuka portal dimensi lain, yaitu dunia tempat asal manusia yang berada di dunia misterius ini.


"Ya... meskipun kau bilang sudah tahu semua lokasi mereka di dunia ini, tapi jangan terlalu terburu-buru, Itu pendapatku saja!" kekasih Reina mulai ikut dalam pembicaraan lagi serta memberikan saran.


Termasuk diriku, yang masih saja berbeda keinginan atas dua pilihan antara kembali ke dunia asalku atau menetap di dunia ini.


Justru, disini sebenarnya aku bebas melakukan apapun asalkan memiliki kemampuan itupun hanya sebagai pengaman dan jaminan.


Jujur saja disini sangat menyenangkan menurutku, tapi di satu sisi aku rindu dengan kampung halaman dan keseharian ku di dunia alternatif.


Bisa saja kemungkinan terburuknya aku mati mengenaskan disebabkan oleh kebebasan orang lain, ketika masih berada di dunia ini. Dan itu yang tidak kuinginkan sama sekali.


Lainnya aku bisa saja mengingat kembali kenangan sebelum aku bunuh diri bila itu terjadi pasti akan merusak skenario yang telah aku rancang selama ini.


"Aku senang sekali bisa bertemu dan berkenalan dengan Yanwu sebelumnya, dia ternyata ras manusia dewa yang berbeda dari ras dewa lainnya, menurutku. Karena dia bisa mengetahui semua ras manusia dewa di manapun mereka berada, hal itu sesuai dengan perkataannya sebelumnya."


"Selanjutnya... kita akan menuju ke kota Tirani, disana ada ras manusia dewa yang sedang menyembunyikan identitasnya!" ucap Yanwu setelah membahas hal sebelumnya. Mengatakan nama tempat yang akan di tuju berikutnya.


"Kota Tirani.. aku pernah mendengar tentang kota itu. Di sana tidak ada yang namanya hukum, beda dengan negara yang kita singgahi sebelumnya. Walaupun kasta sosial dibedakan menjadi dua, akan tetapi hukum masih berlaku disana!" sahut Sekai sembari menjelaskan tentang kota Tirani, kota yang akan menjadi tujuan berikutnya, serta membandingkannya dengan negara kunjungan sebelumnya.


Jelas perbedaannya jauh diantara keduanya.


Dan aku baru tahu mengenai latar belakang kota itu. Bukannya tidak ada hukum manusia akan bertindak sewenang-wenang terhadap apapun dan siapa saja, mengakibatkan kota itu dalam keadaan kacau pastinya.


"Ya begitulah, sesuai sebutannya!" sahut Yanwu kembali yang ternyata kota itu memiliki sebutan lain.


Berarti ada nama asli kota itu, semakin membuatku tertarik saja.

__ADS_1


Mereka melanjutkan obrolan selama Sekai terus menjelaskan beberapa informasi mengenai kota itu ditengah perbicangan.


Lalu berganti gantian aku maupun yang lain memberikan informasi yang mereka ketahui mengenai kota itu.


Sebenarnya aku tahu dari Sekai dia memberiku kertas berisi informasi mengenai kota itu agar diriku tidak canggung dalam pembicaraan lantaran minim informasi.


Begitulah, dia pria yang baik.


Lalu di menit-menit berikutnya diriku hanya menjadi pendengar dari pembicaraan mereka yang seakan tidak ada hentinya.


Tapi dari mendengarkannya saja aku mendapati berbagai informasi dari mereka entah itu dari Yanwu, Sekai, Reina, maupun kekasihnya. Dan aku garis bawahi hal penting-penting nya saja.


Kota Tirani adalah julukan dari sebuah kota bernama asli Higerari memiliki sistem kekuasaan yang diperuntukkan bagi orang dengan kemampuan terkuat.


Jadi siapa saja yang memiliki kemampuan terkuat dan setelah melewati serangkaian tes akan diangkat menjadi pemimpin.


Sementara bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan kuat dan cenderung terlihat dari kepintaran, teknik dedikasi, mendominasi, dan lainnya hanya berada di bawah kekuasaan orang terkuat di kota itu.


Intinya membagi hasil kehidupan atau bisa disebut pajak hidup yang terlalu mencekik.


Itulah beberapa dari perkataan mereka yang ingat-ingat dan aku garis bawahi dan ku simpan baik-baik dalam memori selama perbincangan berlangsung.


Sebagai modal selama berada di kota itu, jika aku ikut.


Sisanya ternyata kota itu bisa digambarkan seperti neraka.


•••


Empat jam lamanya menuju kota tujuan akhirnya perjalanan ini pun di jeda kembali demi menampung orang baru lagi.


Berdasarkan informasi dari Yanwu.


Flashback on

__ADS_1


"Wajar sih, ras manusia dewa memiliki kemampuan terkuat, makanya dia bisa menjadi pemimpin di kota itu!"


"Benar apa yang kamu katakan Anita, tapi sebenarnya dia menjadi pemimpin bukan hanya modal dari keberuntungan di dunia ini saja, tapi dia pernah membunuh banyak orang sekaligus, orang-orang yang dia bunuh adalah para berandalan di dunia ini!"


"Dia adalah ras manusia dewa yang menyembunyikan identitasnya, demi menyembunyikan sifat asli dirinya!"


Flashback off


Lantaran kota itu hanya dapat dimasuki oleh sepasang kekasih diriku diusulkan oleh Sekai untuk memasuki kota itu.


"Bukannya jika sepasang kekasih lebih cocok dengan mereka, apalagi keduanya memiliki kemampuan yang mumpuni. Melindungi diri maupun membantu satu sama lain. Dibandingkan mereka, gadis ini malah akan menjadi beban saja jika diajak!" ucap pria berambut putih bernama Leonin berpendapat mengenai diriku, agak sedikit sarkas sebenarnya.


Perkataan Leonin barusan aku terima apa adanya, karena aku ini memang tidak memiliki kemampuan apapun di waktu ini. Malahan berharap Yanwu dapat memberikan satu kemampuan saja padaku, apapun itu.


Sekiranya bisa ku gunakan untuk berjaga-jaga dan melindungi diri.


"Aku menolak. Sepertinya kota itu terlalu berbahaya bagi kami, jadi aku tidak mau ikut campur dalam mengajak ras manusia dewa kali ini, lain kali saja. Alasannya bukannya sudah jelas, kami akan mati jika salah satu dari kami mati!"


"Dan aku tidak mau itu terjadi, sebelum aku menikmati kehidupan tenang sepasang kekasih!" imbuh Reina bersih keras menolak usulan Leonin sebelumnya.


Alasannya pun memang selaras dengan keadaan mereka saat ini.


"Baiklah, aku terima penolakanmu kali ini. Karena perempuan disini tinggal Anita, maka dia yang akan memasuki kota itu, bersama Sekai!" ucap Yanwu memutuskan masalah siapa yang akan memasuki kota itu, dan ternyata diriku lah yang ditunjuk.


Melihat Sekai diam saja dan tidak berkomentar lagi menandakan bahwa dia menyetujuinya.


Terkait kota itu yang memiliki aturan nyeleneh terbilang mengejutkan bagi mereka yang pertama kali tahu.


Yaitu sepasang kekasih yang hanya diperbolehkan untuk memasuki kota Tirani.


Seperti yang ku ketahui dari Sekai terdapat pelindung ilusi guna menyulitkan seseorang ketika memaksa untuk masuk kesana.


Dan menurut penuturannya di setiap batas kota berbatasan dengan kota mati dan di jaga oleh banyak penjaga.

__ADS_1


__ADS_2