Last Life

Last Life
Kecurigaan


__ADS_3

Semangkuk mie instan dengan toping telur sudah aku habiskan hingga tak tersisa. Sebelumnya aku merebus mie instan tersebut dengan air dari botol minum dalam kemasan, untuk wadah aku menggunakan peralatan dapur seperti panci bergagang.


Sedangkan api berasal dari gas yang masih layak untuk digunakan beserta kompor yang masih berfungsi dan terawat dengan baik. Hanya saja aku masih penasaran bagaimana cara Kino mengulang waktu demi waktu pada setiap pusat perbelanjaan.


Hal itu masih aku pertanyakan dalam diriku menunggu jawaban yang tepat agar bisa aku simpulkan.


Aku ingat Kino sudah tiga tahun berada di dunia ini, namun bukannya berabad-abad lalu belum ada supermarket dan fasilitas Secanggih seperti sekarang ini.


Dalam buku sejarah yang aku baca saat di perpustakaan waktu itu, dijelaskan. Jika awal dunia ini kemungkinan ada di fase jaman kuno sebelum Masehi.


Lalu diceritakan ada seseorang yang hidup abadi hingga bisa menuliskan cerita mengenai perjalanan hidupnya. Yang terdapat potret jaman ke jaman, dari dekade ke dekade, dan peristiwa besar maupun kecil.


Salah satu peristiwa mengejutkan yang masih aku ingat dalam kisah hidupnya adalah waktu dimana dunia ini pernah terjadi kiamat. Yang saat terjadinya manusia biasa maupun berkemampuan akan mati seketika.


Catatan yang digaris bawahi dalam kisahnya ini mengatakan "tidak semua manusia akan mati, akan ada sisa bagi mereka yang lolos seleksi"


Perlu ku tekankan kembali, bahwasanya kisah ini masih belum terbukti kebenarannya dan masih perlu ditinjau kembali untuk memastikan.


Hingga kini aku masih penasaran sampai-sampai di tegur oleh Willy(pria pembawa sabit) ketika aku hanyut dalam lamunan, membuatku melamun saat beristirahat sehabis makan.


Terakhir informasi disertai kalimat jenaka yang disampaikan oleh si penulis yang digambarkan pada saat pasca terjadinya kiamat, setelahnya. Dunia akan di modifikasi ulang pada era dan tahun tertentu.


"Kamu sedang memikirkan apa?"

__ADS_1


"Emm!?"


"Aku rindu dengan keluargaku, karena sebagian ingatanku mulai menyatu, sampai-sampai aku mulai Ingat lagi dengan kehidupanku!"


"Apa!?"


"... Bukannya hal tersebut bisa mengakibatkan nyawamu terancam! Sebaiknya kamu lupakan saja ingatan itu, dan jangan kamu ingat-ingat lagi!"


"Iya, tapi mau bagaimana lagi."


Malam yang semakin larut membuatku mengantuk. Malahan aku menguap sebegitu lamanya.


"Haa.... ngantuk sekali. Hm, dia sudah tidur!"


Keesokan harinya aku terbangun dengan badan yang segar dan fit. Sambil menggeliat sesaat aku pun beranjak dari tempat tidur.


Keliatannya Willy masih tidur dengan damainya, wajahnya pun terlihat tanpa pengawasan sedikit pun.


"Kalau aku bangunkan Willy takutnya dia marah, dia ini kan memiliki temperamen yang buruk," gumam ku yang masih menatap lekat wajahnya.


Baterai hp tertera 14 persen kini waktunya aku mencari cara agar daya hidupnya bertambah, tapi itu nanti. Karena sekarang ini aku akan memasak terlebih dahulu, baru setelah itu kembali berkelana menuju tempat penghapusan kemampuan.


Yang pada akhirnya aku akan memilih rencana pengorbanan demi keadilan di dunia ini.

__ADS_1


"Oh, ya. Kemarin malam aku rasanya curiga sekali sama Willy, bukannya dia selalu memanggilku dengan sebutan cewek, terus... nada berbicaranya juga berbeda dibandingkan pertemuan awal, bahkan sikapnya itu seperti bukan dirinya?"


Meow


"Bentar ya pus, aku cuci tangan dulu!"


Meow..


Kedatangan si pus membuyarkan kecurigaan ku terhadap Willy.


Aku pun memberikan makanan kucing kepada si pus.


"Dia kelihatannya lahap sekali."


Beberapa menit kemudian, aku telah selesai menyiapkan sarapan pagi dengan berbagai jenis makanan yang aku hidangan.


Hanya empat jenis menu seperti roti, kue, mie,dan olahan ikan dalam kaleng.


"Kayaknya segini udah cukup deh, praktis tidak memerlukan waktu lama."


"Hey...! Kamu bangun pagi sekali!?"


"Iya, aku sempetin buat masak. Kan hari ini kita mulai berkelana."

__ADS_1


__ADS_2