Last Life

Last Life
Yang direncanakan


__ADS_3

Sedang asyik mengobrol dengan Riana tiba-tiba aku dikejutkan oleh kedatangan seseorang. Suaranya pun membuatku flashback karena aku mengenalinya.


"Tuan Mizu? Kenapa Tuan bisa ada disini? Bukannya ada rapat khusus ya, sekarang ini!" tanya Riana kepada orang yang datang tersebut, yang melainkan adalah Tuan Mizu.


"Aku ada keperluan mendadak yang menyangkut tentang Putri!"


"Keperluan? Kalau gitu... aku boleh kan ikut gabu.."


"Tidak usah Riana!"


"Tapi Tuan, aku ini yang bertanggung jawab terhadap Putri. Kata Raja siapapun itu aku harus selalu bersamanya."


"Apalagi saat ini masih dalam penyelidikan kerajaan, takutnya..."


"Ya, sudah kamu boleh ikut."


Aku pun mengikuti pria ini bersama dengan Riana dibelakangnya, berharap yang dikatakannya bukan sekedar basa-basi.


"Baiklah, kita bicarakan saja disini! Pertama-pertama mengenai kejadian tadi pagi, aku turut menyesali perbuatan itu . . ."


"Padahal semua itu sudah direncanakan olehnya!"


"Terus terang saja, saya sendiri tidak bermaksud untuk menyudutkan Putri sebelumnya. Hanya saja bukti itu memperkuat kan argumen, bahwa Putri dan Noel melakukan hubungan itu."


"Lalu Apalagi? Apa Tuan kesini hanya untuk membicarakan hal itu? Tandas Riana kepada Tuan Mizu sementara aku terlalu malas untuk sekedar berbicara.


"Tidak ada. Hanya itu saja yang ingin aku tegaskan, intinya mengklarifikasi!"

__ADS_1


"Maaf karena menggangu waktu kalian."


Tuan Mizu pun akhirnya pergi meninggalkan kami, entah apa maksudnya dia datang aku masih tidak mengerti.


Bahkan tatapan Riana saja terlihat mencurigai Tuan Mizu.


"Ayo Putri, kita makan siang!"


"mm."


Malam ini aku berada di sebuah perpustakaan kerajaan yang tak jauh dari kastil hendak mencari tahu informasi mengenai di dunia ini.


Catatan lama mungkin saja masih tersimpan di Perpustakaan lama yang telah berabad-abad lamanya berdiri kokoh, kata seorang penjaga ketika aku wawancarai.


"Ini catatan yang Putri mau, semuanya sudah saya kumpulkan!"


"Eh, iya. Makasih banyak Tuan."


Ada catatan yang mengungkapkan tentang sejarah dunia ini, ada yang membahas kemampuan yang sangat berbahaya menurut kategori, ada juga mengenai hukum tertulis dan tidak tertulis, dan masih banyak lagi.


Berhubung selain mencari informasi aku juga akan merencanakan sesuatu disini.


Di dalam kerajaan. Tengah membahas beberapa hal mengenai kemampuan Putri dan pengaruhnya.


"Kalau bisa kita akan secepatnya melakukan serangan!"


"Belum.. belum saatnya. Tunggu sampai Putri sudah mahir menggunakan kemampuannya!"

__ADS_1


"Bukannya akan memakan banyak waktu Yang Mulia? Apalagi perempuan itu aku lihat dia sangat cerdik!"


"Apa maksudmu mengatakan itu?"


"Pangeran lebih cerdik daripada dia, lagi pula pangeran sangat berpengalaman dilihat dari umurnya!"


"Lalu. Kenapa kamu mengatakan wanita itu cerdik?"


"Dia bisa menguasai kemampuannya dengan cepat!"


"Apa!? Jadi kemarin malam dia yang melakukannya?"


"Sebenarnya aku ingin mengatakan hal tersebut kepada Yang Mulia, sebelumnya. Hanya saja jika aku membicarakannya dipersidangan itu akan membuat kecurigaan jika mengatakannya secara langsung!"


"Setahuku kemarin malam itu sangat heboh. Jadi apa dampaknya jika diumumkan lagi? Bukannya itu normal?"


"Orang sepertimu tidak akan memahaminya, karena ancaman itu butuh kejelian!"


"Sudah sudah! Kita bahas lagi rencana penyerangan."


"Jadi. Saat Putri dikembalikan ke tempat itu, kita akan mencari tau infomasi yang ada sana. Mustahil jika penyerangan dilakukan jika kita belum memahami pertahanan musuh!"


"Bukannya itu artinya kita melepaskan sesuatu yang berharga, emas kedalam pasir."


"Lagi lagi kau ikut campur. Intinya kita gunakan strategi itu."


Di Perpustakaan

__ADS_1


"Fufufu jadi begitu ya, kenapa Raja masih sangat baik kepadaku. Padahal seharusnya dia bertindak sebijak mungkin, tapi mala membuka celah bagiku."


"Untungnya ponsel yang kutemukan masih aktif. Jadi semua percakapan mereka aku mendengarnya..."


__ADS_2