
"Yanwu, kamu ternyata..."
"Yah, aku ini ras dewa. Kamu sepertinya pernah mendengar cerita tentang ras dewa dari orang lain bukan? Orang sepertimu pasti mengetahui banyak hal, tentangku."
Bukan karena fakta sebenarnya yang membuatku terkejut sekarang ini, tapi lebih kearah pada pengakuan langsung Yanwu kepadaku.
Malahan aku mengarahkan keberadaan dirinya di dunia ini yang menurutku penuh tanda tanya.
Apa dia sebelumnya berasal dari dunia yang sama sepertiku?
"Hmm aku mengetahuinya pun dari orang lain, mana mungkin aku mengetahuinya sendiri!" jawabku dengan alasan seadanya.
"Justru setelah kamu mendengar cerita itu dari orang lain, belum tentu juga dirimu langsung percaya. Kamu pasti akan mencari tahunya sendiri sedikit demi sedikit sampai kebenarannya terkuak, karena kamu ini adalah tipe orang yang percaya pada kenyataan yang dilihat, bukan sekedar opini dan omongan saja."
Apa yang dibilang Yanwu barusan memang ada benarnya dan persis menggambarkan tentang diriku, hanya saja aku masih memikirkan jika Yanwu selama ini tahu tentangku. Namun dia selalu menyembunyikan nya hingga menunggu waktu yang tepat, seperti sekarang ini.
Tapi kenapa dia baru mengungkapkannya sekarang, setelah mengakui dirinya berasal dari ras dewa?
Yang sebenarnya hal ini memberi keuntungan tersendiri bagiku, karena aku tidak perlu susah payah dalam mencari ras dewa di dunia ini.
Menurut cerita masa lampau tentang adanya ras dewa yang pernah aku dengar, mereka dapat memberikan seseorang kemampuan. Dari yang awalnya tidak memiliki kemampuan sama sekali hingga menjadi penjahat atau pahlawan dikemudian hari, setelah diberi kemampuan.
Lebih mengejutkannya lagi, katanya dapat mengembalikan seseorang ke dunia asalnya. Meski ada kemungkinan cuma mitos.
Misalnya saja aku ini memang benar-benar mati karena bunuh diri, kemudian berada di dunia ini dan ragaku di dunia alternatif hanya tinggal jasadnya saja tanpa jiwa.
Yang pasti diriku akan membusuk dan dinyatakan telah meninggal, kecuali waktu di dunia alternatif sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan waktu di dunia ini.
Aku berharap waktunya berbeda, bahwa waktu di dunia ini 1 harinya seperti 1 menit ketika aku masih hidup.
Yang aku takutkan jika saja aku dapat kembali ke dunia tempat asalku, lalu waktunya sejalan dengan waktu di dunia ini, maka ragaku sudah terkubur.
"Biar aku tebak, kamu sedang memikirkan sesuatu yang belum dipastikan kebenarannya?" ucap Yanwu kepadaku hingga membuatku tersadar dari alam lamunan. Serta membuatku bertanya-tanya.
__ADS_1
"Aku cuma masih terkejut saja dengan identitas dirimu, sama tebakan mu itu, yang aku rasa kamu bisa membaca pikiranku?"
"Hahaha kamu ini suka bercanda, mungkin cuma tebakanku saja, tadi hanya kebetulan."
Kamipun terus mengobrol dan mengoceh di sepanjang perjalanan dalam mencari rekan-rekan yang lain tanpa memperdulikan rasa takut dan bahaya sedikitpun.
Begitulah tengah yang aku rasakan, mungkin Yanwu juga merasakan hal yang sama. Karena kami sangat asyik dalam mengobrol.
Brain rupanya sedang melawan seseorang berkemampuan listrik, bisa disimpulkan dari kemampuan orang yang dilawannya itu. Yang dengan mudah menghancurkan robot-robot ciptaan Brain.
Jrash...
Jrash...
"Yanwu, kita sebaiknya membantu Brain!"
Melihat Brain yang kesusahan dalam melawan perempuan berkemampuan listrik membuatku harus turun tangan membantu. Maupun menyarankan Yanwu untuk bertindak semestinya.
Sekarang ini kami masih mengintai dan memperhatikan Brain dari kejauhan, terlihat dirinya berusaha menahan listrik bak cahaya menyorot pada pelindung, yang didalamnya terdapat Brain.
Beberapa menit berlangsung antara Yanwu melawan perempuan berambut panjang dengan mantel hitam dan celana jeans. Saling menyerang satu sama lain.
Keduanya memang sama-sama bisa melayang di udara, tapi semakin lama perempuan tersebut aku lihat sangat kewalahan. Setelah beberapa kali terhempas dan menahan serangan Yanwu, yang pada akhirnya perempuan tersebut memutuskan untuk menyerah.
Dia menginjak tanah kembali dan mengatakan "aku menyerah, kau terlalu kuat untuk aku lawan" benar-benar Yanwu selalu membuatku terkejut.
"Untuk berjaga-jaga, aku akan menggunakan tali pengikat bercahaya untuk menahan dirimu sementara waktu. Dan aku menerima pengakuan menyerah dirimu!" ucap Yanwu bersamaan dengan diriku yang mendekati Brain, dia tengah tertunduk dengan nafas tersengal.
Sebelumnya aku sempat masuk kedalam rumah salah satu penduduk terlebih dahulu, guna mencari air untuk aku berikan kepada Brain.
"Kamu tidak apa-apa Brain, ini minum dulu!"
"Tidak apa-apa, terimakasih air minumnya."
__ADS_1
"Sama-sama."
Brain tidak meminumnya namun malah menunjukkan tangan satunya yang hancur, tapi tangannya itu bukan tangan manusia melainkan robot.
"Apa maksudnya?" tanyaku kebingungan.
"Aku bukan Brain yang asli, sebenarnya diriku yang asli berada di..."
"Dimana?" cecar ku.
"Maaf, aku tidak bisa mengatakannya. Biar aku informasi saja keadaannya sekarang terkait rencana penyerangan ini, bahwa di arah jam 2 tak jauh dari sini rekan kita yang lain sedang kesusahan menghadapi diri mereka sendiri!"
"Maksudmu melawan imitasi?"
"Benar. Saranku jika ingin mengalahkan semua imitasi tersebut tanpa membuang banyak waktu adalah dengan cara membunuh atau memaksa si pengguna kemampuan untuk menyerah. Robot-robot yang lain ciptaan ku sudah mendapati informasinya, si pengguna itu sekarang berada di dalam kerajaan!"
"Baik, aku faham situasinya. Tapi apa kamu bisa lebih detail menjelaskan keberadaan rekan-rekan kita semuannya?" tanyaku lagi, menurutku sekalian saja aku menerima informasi dari Brain.
"Sungguh. Kalau begitu dengarkan aku baik-baik, Billy masing dalam kendali orang berkemampuan es, dia sedang berhadapan dengan Kwen!"
"Lalu Ryu, Lina, dan orang berkemampuan psikis sedang menghadapi profesor Fox si pengguna ilusi yang lebih berbahaya daripada kemampuan ilusi milik Yin!"
"Dan dua orang Queen dan Kay mereka sebenarnya..."
Ada perasaan sesak di dadaku saat Brain berhenti memberitahukan keberadaan Queen dan Kay. Aku harap mereka berdua dalam keadaan baik-baik.
"Apa telah terjadi sesuatu kepada mereka berdua, Brain?" tanyaku penasaran.
"Keduanya melarikan diri dari wilayah kerajaan, beberapa saat yang lalu!"
Yang berarti Queen dan Kay berhasil lolos dari kendali Yanwu sebelumnya. Tapi bagaimana bisa, apa ada trik khusus sehingga mereka berdua dapat lolos dari kemampuan pengendali Yanwu dan pengaruh ilusi mimpi milik Yin?
"Nanti aku akan bertanya saja kepada Yanwu."
__ADS_1
"Aku lanjutkan. Dan yang paling tidak bisa aku temukan keberadaannya lewat drone ciptaanku yang berjumlah 2000 lebih adalah Hiyou, dia masih belum ditemukan dan terdeteksi keberadaannya. Sepertinya menurut perkiraan ku Hiyou berpisah secara diam-diam ataupun sebaliknya dengan tim penyerangan."
"Hmm, jadi kuncinya ada pada Yanwu, Lisa, orang berkemampuan psikis, dan Willy. Mereka bisa dijadikan saksi atau orang yang aku tanyai mengenai keberadaan Hiyou, si otak rencana penyerangan ini!"