Last Life

Last Life
Orang Misterius


__ADS_3

Turun dari kastil setelah menentukan titik koordinat pada tempat yang sepi dan jauh dari wilayah kota itu, aku dan Sekai kini berjalan kaki menuju kesana.


Dalam perjalanan aku mengobrol dengannya sembari melihat-lihat sekitaran kota mati ini.


Latarnya sama seperti di kota A hanya saja tumbuhan liar yang tumbuh bebas tidak sebanyak yang aku lihat disana.


Bangunan kosong pun terlihat aman-aman saja tidak di tumbuhi oleh rerumputan terlalu banyak. Hanya bangunan disini saja yang nampak kotor tidak terawat, dibiarkan terbengkalai.


Jalanan setapak yang aku lalui pun berlubang disepanjang perjalanan.


Wus...


"Heh..!?"


"Ada apa Anita?"


Aku menghentikan langkah barusan aku melihat sekelebat bayangan bergerak cepat lalu tertutupi oleh bangunan.


"Tadi seperti ada orang, bayangannya nampak berjalan sangat cepat lalu tertutupi oleh bangunan, aku yakin itu!" ujarku memberitahukannya kepada Sekai.


"Hmm, kurasa memang ada seseorang yang sedang mengamati kita selama memasuki kota ini!"


"Eh, kamu sudah sadar dari awal?"


"Iya, hanya saja aku masih belum yakin seratus persen. Mungkin saja dia memiliki maksud tertentu mengapa menampakkan dirinya sekilas tadi!"


"Yang penting sekarang kita harus berhati-hati!"


ku balas ucapan Sekai dengan anggukan setelahnya.


Air bening lalu keluar secara ajaib di udara kemudian melindungi diriku membentuk kurungan dan mengikuti setiap langkahku kemanapun.


Pelindung air ini sengaja digunakan padaku oleh Sekai sebagai antisipasi apabila seseorang itu memang benar ada dan melakukan serangan mendadak.


Kemampuan Sekai sebenarnya bervariasi menurutku dan kemampuan air ini sama seperti yang dimiliki oleh Pangeran.


Siut...


Bom...


Wosh...


Aku tidak mengetahui dari mana asalnya ledakan tadi, tapi ku dengar dari arah belakang, sepertinya ada yang diam-diam menyerang lalu di halau oleh Sekai.

__ADS_1


Sementara Sekai sudah tidak ada di sisiku setelah aku menoleh kesamping.


Brak!


Bom...


Dari arah jam sembilan suara ledakan mengalihkan perhatianku dan langsung saja aku bergegas mengeceknya, mungkin perkelahian Sekai dengan orang misterius itu.


Dan benar saja, mereka kini bertarung di atas bangunan-bangunan pencakar langit. Lalu tidak terlihat lagi lantaran mereka selalu berpindah tempat disertai lesatan tubuh abnormal.


Menyulitkan diriku untuk melihat lawan yang dihadapi oleh Sekai dengan jelas.


Aku bergerak agar dapat melihat mereka.


Tap..


"Diam, bergerak sedikit saja aku akan langsung mengakhiri hidupmu!" titah seseorang yang berada di belakangku secara mengejutkan dan tiba-tiba tanpa aku rasakan kehadirannya. Dia mengancam ku menggunakan senjata tajam.


Dan pisau dengan noda darah yang mengering sudah dekat dengan leherku.


"Lepaskan dia, akulah lawanmu!" ujar Sekai dia barusan datang dari atas.


"Heh.. tapi pertama-tama siapa kalian ini, kenapa bisa berada disini?"


"Ada urusan penting yang ingin kami lakukan ketika berada di kota Higerari!" jawab Sekai langsung to the point kepada orang yang tak dikenal ini.


Dia sepertinya serius akan membunuhku jika aku bergerak sedikit saja.


"Heh...!?'


Entah apa maksudnya orang ini, dia melepaskan diriku begitu saja dengan mendorongku ke arah Sekai.


"Kamu tidak apa-apa Anita?"


"Aku baik-baik saja, tapi..."


"Tujuan kita sama memasuki kota itu, bagaimana jika kita bekerjasama!" sela orang itu mengungkapkan maksudnya, mungkin itu sebabnya dia melepaskan diriku begitu saja.


"Aku tidak mengerti kenapa kau mengajak kami untuk berkerjasama?" tanya Sekai memperjelas.


"Intinya kalian akan mencari pemimpin kota itu bukan, aku sudah mengetahuinya. Dan tenang saja, aku akan menjadi rekan kalian."


Selepas itu mulutku ku dekatkan ke telinga Sekai kemudian berbisik kepadanya.

__ADS_1


"Sekai.. dia sepertinya bisa membaca pikiran kita jadi untuk berikutnya kamu jangan memikirkan tentang tujuan bertemu dengan pemimpin kota itu!"


Usai berbisik entah mengapa wajah Sekai terlihat merah merona.


"Baik, aku setuju untuk bekerjasama denganmu!"


Usai Sekai berbicara aku mencubitnya dari belakang karena dia memutuskan hal penting yang dapat berpengaruh misi kali ini begitu saja, tanpa bertanya kepadaku terlebih dahulu.


"Kenapa kamu setuju bekerjasama dengannya... dia memiliki aura membunuh yang sangat kuat, aku rasa dia orang yang berbahaya!" ucapku dengan suara kecil kepada Sekai sembari mengemukakan pendapat dan memperingati, meskipun sudah terlambat.


"Justru itu, aku sengaja setuju berkerjasama dengannya karena dia ini orangnya jujur!"


Aku masih tidak mengerti apa maksud dari perkataan Sekai barusan.


"Dengarkan aku baik-baik Anita.. aku memahami orang sepertinya, dia tidak akan membahayakan kita jika bekerjasama dengannya. Kamu tenang saja ya, jangan khawatir, aku akan selalu berada di dekatmu!"


"Iya..."


Kali ini aku percaya kepada Sekai maupun orang itu, ku harap dengan adanya orang sepertinya misi sulit ini bisa dengan mudah diselesaikan.


Sebenarnya Yanwu aslinya ikut bersama menjalankan misi ini, ya aku menyebutnya begitu. Tapi karena dia percayakan misi ini kepada Sekai selama dirinya menyelesaikan urusan pribadi. Kami berdua harus serius menyelesaikan misi ini.


Sedangkan teman lama Yanwu pergi bersama dengannya, yang artinya di dalam kastil hanya ada Reina dan kekasihnya.


"Tapi kan kamu sendirian, sedangkan peraturan kota itu mengharuskan sepasang kekasih yang boleh memasuki kota?" tanyaku kepada pria itu. Dia bersenjatakan pedang namun masih dalam sarungnya termasuk pisau tajam tadi dan dia berpakaian ketat, dengan area mulut tertutupi oleh kain berwarna hitam.


"Aku tahu itu, kesampingkan cara diriku masuk kesana. Kita akan bertemu lagi setelah kalian memasuki kota, baiklah aku pergi duluan!"


Wosh...


Sekarang aku mengerti kenapa dia mengabaikan peraturan kota itu, beberapa detik yang lalu atau lebih jauh dari milidetik dia menghilang dalam sekejap. Bisa dibilang bergerak menyamai kecepatan cahaya.


Atau bisa saja melesat secara cepat memperlambat waktu.


"Lihatkan, dia itu sangat berguna jika kita berkerjasama dengannya. Kecepatannya sangat dibutuhkan saat dalam kondisi mendesak saat kita di kepung," ucap Sekai.


"Kamu terlalu cepat memutuskan bekerjasama dengannya Sekai, belum lagi kamu tidak mengetahui alasannya bekerjasama dengan kita selain tujuan yang sama. Spekulasi ku dia mungkin... memiliki dendam dengan pemimpin kota itu, kemungkinan terburuknya dia hendak membunuhnya!"


Setelah aku mengatakan pendapatku mengenai keputusan Sekai, kini aku lihat dia membuka matanya lebar-lebar sekilas.


Apa Sekai tidak yakin dengan keputusannya?


"Ha... aku terlalu ceroboh langsung mengiyakan tawarannya tanpa berpikir panjang, melihat dari skillnya tadi... saat di melawan ku dia menggunakan berbagai jurus layaknya ninja, hanya saja seakan tidak serius mengalahkan diriku dengan cara membunuhku!" ujar Sekai raut wajahnya jelas menggambarkan rasa penyesalan.

__ADS_1


Dari perkataan Sekai barusan aku mendapati alasan pria itu sengaja menunjukkan kelebihan dirinya guna menarik perhatian Sekai.


"Hanya saja kenapa dia meminta bantuan kepada kami? Apa untungnya?" Dia bahkan sama-sama ingin bertemu dengan pemimpin kota itu?"


__ADS_2