Last Life

Last Life
Bagian 4: Ada aku disini!


__ADS_3

Bagian 4 : Ada Aku Disini


Sepulang sekolah, Zoe berdecak kesal melihat rumahnya sudah terang dengan hidupnya lampu depan yang menerangi halamannya. Perlahan-lahan dia berjalan pelan dan memutar engsel pintu rumahnya. Namun dia malah disambut tamparan panas bertengger di pipinya.


Plak!


Sebuah tamparan keras bertengger panas di pipi Zoe. Sakit. Dia menatap ayahnya yang tiba-tiba menarik pintu dan langsung melayangkan tamparan itu tanpa ada alasan yanga jelas. " K-kenapa A-ayah menamparku?" Ucapku syok


melihat tindakan ayahku barusan. " Apa kamu gak tahu sekarang jam berapa? Ngapain aja kamu malam malam hah? Main sama laki-laki? Kakakmu sudah menunggumu. Hey, kok diam aja masuk! Dan bantu kakakmu mengerjakan tugasnya sana!" Seraya menarik bahu anak perempuannya itu kedalam dan mendorongnya ke tangga. Didalam kamar bercat putih dan bergaya klasik itu Zoe melempar tasnya dan membiarkan jas sekolahnha tergeletak berserak di lantai sehabis mencampakkannya. Hatinya begitu kesal dan sakit. Mengapa ayahnya menuduhnya sebejat itu? Sudah jelas anaknya tidak melakukan tindakan kotor itu! Kenapa? Kenapa dunia begitu kejam kepadaku? Mengapa?! Kupukul dinding kamarku sekuat mungkin hingga membekas cat merah di dinding


yang kupukul itu. Aku ingin menangis tapi tidak bisa! Ibu! Aku ingin pulang sama ibu! Kapan ibu menjemputku?Kenapa?! Kebenaran apa yang disembunyikan dunia dariku?! Katakan!


^_^


Pagi seperti biasanya Zoe bangun mempersiapkan sarapan dan kopi ayahnya kini dia tidak mau lagi duduk di sana dia tidak mau menganggu ayah dan kakaknya yang sedang berbincang dengan senangnya. Mata Zoe yang terkatung-katung ditahannya sekuat tenaga. Usai ayah dan kakaknya sarapan keduanya pergi meninggalkan Zoe seakan dirinya tak ada di rumah itu.


" Gak apa, Ayah begitu biar Zoe kuat kan? Zoe tahu ayah sayang...Zoe" Akhirnya tangisnya pecah namun ditahannya dan segera melupakannya. Buru-buru dia mandi dan memakai seragamnya. Saat tiba di sekolah Lila dengan berani menyapa Zoe walau tangannya yang menayap terlihat sedikit bergetar.

__ADS_1


" Selamat pagi, Zoe!" Sapa Lila kearahku. Aku cuek seakan tidak ada dihadapanku. Matanya memandang tajam kearah tangan Zoe yang terluka itu. Dengan cepat tangannya menyergap tangan Zoe yang terluka.


" Kenapa kamu selalu luka begini sih?" Ucap Lila sedikit kesal.


" Ayo ikuti aku!" Aku menghempaskan tangannya yang menarik tanganku.


" Sia-"


" Diam, dan ikuti aku!" Bentak Lila kearah Zoe, gadis itu terdiam menurut pada gadis yang menarik tangannya yang menurutnya cerewet.


Di ruang UKS sendiri, Lila mengambil perkakas P3K kemudian membersihkannya. Usai membersihkannya Lila dengan hati hati meletakkan betadine kemudian membalutnya dengan telaten dan lihai. Usai mengobati tangan Zoe, Zoe bangun kemudian pergi. Namun tangan Lila mencekalnya tapi Zoe tidak suka diperlakukan seperti itu. Dia menarik tangan Lila dan memojokkannya ke dinding. Seseorang lewat dan melihat kejadian itu namun Zoe bergegas melepas tangannya dan menjauh. Mata Lila dengan cepat menangkap itu dan segera memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan itu. Jina terkejut dengan Lila dan Zoe yang berdua di UKS.


^_^


Aku seperti robot yang seperti hendak kehabisan baterai sehingga jalanpun tak menentu. Kini tangan kanannya tercetak dua perban. Dirinya sendiri tidak merasakan sakit hanya saja dirinya merasakan sakit begitu hebat di hatinya. Aku melangkah keluar sekolah ini hari pertamanya ada yang mau mendekat kepadaku. Walau rumorku itu lebih berbahaya tapi kenapa dengan beraninya gadis itu mendekat dan mencoba akrab? Apa yang di dalam pikiran gadis itu sehingga dia berani akrab denganku? Dan yang pasti aku sedikit senang kali ini. Ada senyum kecil terkembang di sana, ya di wajahnya. Wajah yang selalu di rundung masalah dan kesepian tiada hentinya.


Di sebuah rumah mewah tak jauh dari komplek tempat tinggal Zoe terdapat seorang anak gadis disambut oleh ayah dan ibunya yang sedang menunggu di ruang depan. Sebuah kecupan mendarat di kening dan pipi anaknya. Berbagai senyum dan kata kata semangat menyertai sambutannya pulang ke rumah. Usai makan malam gadis itu membuka ponselnya dan menatap seorang gadis berjalan membelakanginya dia sempat memfoto gadis itu dari belakang. Pikirannya mulai bekerja begitu melihat foti gadis misterius itu. Tanpa pikir panjang dia membuka sebuah nomor dan mengirim pesan.

__ADS_1


" Hai! Benar dengan Zoe?"


Pesan itu terkirim bersamaan hatinya berkata kalau dia juga salah karena menyelinap mengintip buku data siswa kelasnya di ruang guru, dia mengakui kalau sebaiknya dia menjadi pencuri saja. Pesan yang kukirim itu tak kunjung terbalas. Kakinya dingin merinding menunggu pesan itu terbalas. Hanya centang satu yang terlampir di layar roomchat itu. Rasa kecewa menghampirinya dia lalu menutup layar ponselnya dan kembali belajar. Tepat pukul 20:27 bunyi dering menyambar ponsel Lila, Lila yang terkejut segera melihat pesan itu pikirannha heran mengapa ada yang mengirim pesan di jam segini padahal dirinya hendak beranjak tidur.


" Ya, siapa ini?"


Apa? Dia membalas pesanku? Aku tidak menyangka itu! Aku mencubit pipiku apakah aku bermimpi ternyata tidak. Ini adalah hal yang langka bagi seorang manusia es seperti Zoe sendiri.


" Sudah tidur?" Balasku menelan tuts. Aku kembali menunggu tidak sabar balasannya.


" Belum" . Benar-benar singkat! Ternyata dia sangat simpel dan dingin. Jariku kembali mengetik pesan dan mengirimnya, sent!.


" Boleh minta tolong?"


" Apa?"


" Besok jemput aku, kita naik angkot bareng terus aku mau beli peralatan belajar. Boleh?" Mungkin ide satu ini akan hangus seketika, jika kupikir. Belum ada balassan, tanganku mengetik kembali namun sesaat kemudian sebelum aku mengirim pesan minta maaf dia malah memberiku pesan kejutan.

__ADS_1


" Oke:)"


Aku senang ketika mendapatakan pesan dari manusia yang langka dan misterus seperti Zoe rasanya seperti menaklukkan hati pria, omong omong soal pria Calvin mengajakku dinner kan? Ah habislah, aku bakal kena ocehan mautnya! Malam itu juga setelah tersadar Lila hanya pergi ke rumah Calvin menge akan drees merah. Untungnya keluarganya barus bersiap-siap. Dan syukurnya dirinya tak terkena semburan naga jantan itu, Calvin. Namun dalam hati aku sangat senang bisa berteman dengan Zoe, jarang jarang loh aku punya teman sepertinya walu aku terbiasa dengan sifat cuek ini ajauh berbeda dengan Zoe. Aku tidak sabar bertemu dengannya besok!.


__ADS_2