
Mengetahui drone yang mengikuti tadi sebagian rusak parah akibat menabrak rating pohon besar, Kwen memutuskan untuk langsung kembali melanjutkan perjalanan.
Di langit kini berterbangan logam besar berbentuk tabung dengan sumbu dibawahnya, dan jika diamati lebih seksama maka luncuran logam besar tersebut lebih mirip seperti peluncuran roket pada umumnya.
Hanya saja jumlahnya lebih banyak dari yang bisa dibayangkan, karena memang sengaja dibuat untuk peperangan.
Bukan hanya luncuran logam tersebut saja yang membuatku dan Nie serta Kwen tercengang, melainkan karena ada robot besar yang menyerupai manusia ikut terbang bersama luncuran logam-logam itu.
Sepertinya perang memang tidak bisa dihindari, bahkan dunia ini sedang dalam ancaman kepunahan besar dalam waktu yang tidak lama.
Tuan Mizu pernah mengatakan kepadaku tentang bagaimana perang besar dunia sebelumnya dapat terjadi. Antara lain karena perbedaan ras manusia di dunia ini, kekuasaan manusia yang tamak, balas dendam pribadi, permasalahan yang sama seperti di dunia alternatif dan masih banyak lagi.
Kurasa ketika perang besar dunia terulang kembali maka dunia benar-benar dalam keadaan di ujung tanduk, dan akan mengalami masa-masa kesusahan lagi.
Mobil dengan parameter bahan bakar full membuat perjalanan kami terasa diberkati, dan hanya menemui gangguan kecil saja yang disebabkan oleh rencana Kwen ini.
Lokasi tempat tujuan semakin dekat, aku berharap tempat tersebut tetap masih terjaga dengan baik sampai sekarang.
Flashback on
"Tempat penghapusan kemampuan tersebut sangatlah unik, karena dikamuflase kan sebagai tempat harapan. Caranya hanya perlu dengan melempar koin emas agar masuk kedalam sumur tua lalu berharap dalam hati. Maka kemampuan orang tersebut akan hilang!"
"Apa benar tempat tersebut dapat menghilangkan kemampuan seseorang ketika sudah melakukan? Apakah bisa dikatakan seratus persen mungkin?"
"Tempat penghapusan kemampuan tersebut bisa berubah-ubah bentuk dan wujud seperti memiliki kemampuan magis dalam kurun waktu tertentu, jadi apa yang kamu katakan tadi mungkin berbeda untuk yang sekarang ini!"
"Memangnya masih ada yang memiliki kemampuannya lagi, ketika kemampuannya sudah dihapus?"
"Masih. Hanya saja kemampuan lama tergantikan dengan yang baru."
"Heh..? Itu diluar dugaan sekali..."
Flashback off
Sampai di tempat tujuan kamipun terkejut karena banyak sekali orang-orang yang mengerubungi sumur harapan tersebut.
Melihat antrian yang begitu panjang membuat kami harus berpikir ekstra untuk dapat memperpendek antrian.
"Kenapa di sumur banyak sekali orang ya, bukannya diluar gerbang wilayah ini hampir memulai perang?" ucap Kwen dengan suara kecil.
"Kayaknya mereka berharap supaya ras mereka menang dan dapat mengalahkan ras manusia berkemampuan!" sahut Nie sambil menjelaskan.
"Hmm kalau begitu mereka akan sia-sia, percuma saja berharap pada sumur itu. Aku tahu di dalam buku sejarahnya tempat penghapusan tidak akan mengabulkan permohonan hanya dapat menghapus kemampuan!"
"Hah? Kamu tahu soal itu, Kwen?" tanyaku agak terkejut mendengar perkataan barusan.
"Lumayan banyak mungkin, dari yang kamu kira," timpalnya lagi dengan senyuman.
__ADS_1
"Cepat nak, maju. Jangan membuat kami menunggu semakin lama!"
Kami semua ikut antri namun dalam urutan acak, rencananya kami akan memperpendek antrian.
Langkah pertama Nie berbohong kepada para orang yang sedang antri jika ada sebuah larangan untuk tidak mendekati area ini.
Beberapa menit omongannya selesai hanya sedikit yang keluar dari antrian, serta alasan untuk dirinya sendiri karena ia terpaksa mengikuti antrian.
Langkah kedua Kwen, sebelumnya dia yang menjelaskan semua ide ini meski kemungkinan keberhasilannya kecil.
"Sepertinya aku akan keluar antrian!"
"Ada apa memangnya?"
"Saya ini seorang peramal yang sedang jalan-jalan. Kebetulan ada antrian ini jadi saya penasaran dan mengikutinya."
"Hah, tapi kau tadi ingin keluar?"
"Benar. Itu karena akan terjadi hal berbahaya di tempat ini!"
"Masa?"
"Hey anak muda kamu tahu kan diluar sedang bersiap untuk peperangan!"
"Iya, aku mengetahuinya."
Kwen terlihat masih menjalankan langkah mengurangi antrian, sementara aku bersiap untuk keadaan selanjutnya. Berhubungan dengan langkah kedua ini.
"Mereka biasanya menyusup dan mengendap-endap, lalu muncul secara tiba-tiba."
"Hey... itu lebih mirip seperti dongeng, ya kan?"
"Ah, iya benar yang dikatakan anak muda itu!"
"Kamu pria yang disana. Seberapa tepat ramalan mu itu, kelihatannya aku baru mendengar tentangmu?"
"Ya, ampun. Rencananya berjalan sesuai rencana dan antrian kini acak-acakan. Tapi, kelihatannya Kwen sedang mengisyaratkan sesuatu. Apakah saatnya aku..."
"Sebentar lagi di detik, menit, dan jam yang aku sebutkan peristiwa itu akan terjadi!"
"Jadi waktunya..."
Dorr! dorr!
"Wah, benar yang dikatakan peramal itu!!"
"Cepat lari!!"
__ADS_1
"Lari!!"
Kini semua orang berhamburan pergi dari tempatnya. Dan mengabaikan antriannya. Menandakan langkah kedua ini atau rencana Kwen berhasil dengan sempurna, yang aku sangka kemungkinan keberhasilannya kecil.
Sebelumnya aku sempat memungut drone yang rusak tadi untuk jaga-jaga, yang sebenarnya aku sudah memprediksi jika sumur harapan tersebut bakal ramai.
Menggunakan drone yang rusak tadi langkah kedua rencana Kwen ku kolaborasikan dengan drone ini. Pertama-tama aku meminjam ponsel milik orang lain dan mengunduh suara senjata api, lalu aku hubungan perangkat ponsel ke drone tersebut.
Saat di dalam mobil aku memang memperbaiki sebagian sistem suaranya agar dapat berfungsi kembali.
Ketika sampai di tempat tujuan aku pun terkejut, karena prediksi ku sedari awal benar. Tempat sumur itu berada ramai dikunjungi oleh warga, sedangkan alasan mengapa mereka disini saat akan terjadi perang aku tidak mengetahuinya.
Mungkin seperti yang disebutkan oleh Nie tadi.
Beberapa saat hingga semua orang sepi, aku pun menghampiri sumur harapan tersebut. Lalu dengan koin aku langsung melemparkan koin emas kedalam sumur tersebut, namun secara tak terduga koin tersebut di tangkap oleh Kwen.
"Apa kamu benar ingin menghapus kemampuanmu, tuan Putri?" ucap Kwen.
"......???"
"Kamu sudah tahukan efek setelah kemampuan mu hilang, kamu bisa saja akan mati seketika!"
"Apa benar begitu Kwen!?" tanya Nie yang mungkin dia terkejut mendengarnya.
"Yap, benar sekali. Jadi apa kamu yakin Putri?"
"Kenapa Kwen memanggilku Putri pada saat seperti ini?"
"Tidak apa-apa, aku memang sudah mengetahuinya dari awal!"
"Ya, sudah. Kamu ambil saja koin itu, aku masih punya banyak!"
"Huh? Darimana kamu mendapatkannya?"
"Humph."
Lalu aku pun hendak melemparkan koin tersebut namun tiba-tiba saja Kwen mencegahnya.
"Maaf, aku tak akan membiarkanmu mati karena alasan seperti itu!"
"Ada apa dengannya... bukannya tujuan kita kemari untuk ini ya."
"Berikan semua koinnya kepadaku!"
"Memangnya aku dengan mudah ya akan mengikuti perkataan mu!"
"Tsk, aku sudah tahu jika kamu pasti akan menolaknya, jadi aku katakan saja kepadamu secara langsung!"
__ADS_1
"Bahwa aku ini suka denganmu, jadi... maukah kamu menjadi pasanganku, Anita!"
"Haaa, dari ekspresinya Kwen benar-benar serius!!"