
Dataran indah bak surga yang menjadi tempat bagi orang-orang berkemampuan layaknya seorang pendekar, dan juga memiliki sistem kultivasi.
Menurut informasi juga disebutkan bahwa tempat itu melayang di udara karena seseorang yang memiliki kemampuan luar biasa.
Entah siapa orangnya aku tidak tahu, dalam berkas yang ku baca ini tidak disebutkan nama orangnya. Yang pasti dia adalah orang yang hebat.
Karena mampu membuat dataran yang luas berada di atas langit selama bertahun-tahun.
Di berkas ini juga di sebutkan setiap pencapaian kultivasi terdapat sebutannya ranah awal, berkembang, menengah, puncak, akhir, dan god.
Setiap ranah memiliki tingkatannya masing-masing.
Lalu dataran langit itu diambil dari wilayah bak surga yang menawan dimana sumber daya dan kekayaan alam lainnya sangat melimpah.
Tertulis juga di berkas ini bahwa tempat itu memiliki beberapa julukan menurut orang yang pernah singgah disana.
Lebih menakjubkan lagi disana terdapat lembah-lembah dan sungai yang indah, bahkan pengunungan tercantik ada di tempat itu.
Membayangkannya aku jadi tak sabar ingin kesana.
"Benar-benar, dunia ini begitu berwarna," gumam ku.
"Lalu siapa yang akan menyelesaikan misi kali ini?" tanya Doro kepada Yanwu dan aku memperhatikannya sekarang.
"Hmm, karena ras manusia dewa itu adalah seorang pria yang tak pernah berhubungan dengan wanita semasa hidupnya, kurasa yang cocok untuk membawanya kemari adalah Anita!" jelas Yanwu yang entah kenapa malah melibatkan diriku lagi.
Lalu apa hubungannya dengan diriku yang bisa membawa ras manusia dewa itu kemari. Aku masih bingung.
"Kalau begitu aku akan ikut menemaninya!" usul Sekai.
"Tidak, tidak kurasa yang cocok menemani gadis kecil itu di misi kali adalah diriku," timpal Leonin sembari menyebutku asal.
"Haa siapa yang kamu panggil gadis kecil, aku sudah dewasa!" balasku menatap tajam Leonin, namun dia malah terlihat senang.
"Kalian berdua sangat bersemangat sekali ya, kurasa misi kali ini adalah giliran diriku, maaf ya..." ucap Yanwu dengan senyum ramahnya. Ku tahu ada maksud dari senyumanya.
"Cih, kalau begitu misi selanjutnya adalah giliran-ku," sahut Leonin.
"Apa dua orang saja yang ikut misi kali ini?" ucap Reina yang akhirnya bertanya mewakili diriku.
"Dua orang saja, dikarenakan misi ini bisa dikatakan terlalu mudah dan teramat sulit!" balas Yanwu membuatku berpikir.
__ADS_1
"Intinya jika pria itu tergoda oleh bujuk rayu Anita maka misi kali ini akan sangat mudah untuk diselesaikan. Dan yang teramat sulit karena pria itu adalah seorang paranoid! Pasti kalian mengerti, kan sifat itu?"
"Humph, Yanwu pasti mengerti, diakan paranoid juga aslinya!"
Astaga lagi-lagi aku lupa jika Yanwu bisa membaca pikiran maupun isi hati, dia sekarang menatap ke arahku.
Pada akhirnya semuanya setuju, karena memahami alasan Yanwu menunjuk diriku untuk ikut dalam misi kali ini.
Apalagi aku harus merayu ras manusia dewa itu agar dia mau bergabung, bakalan jadi catatan untuk diriku nantinya.
Di sebuah kamar aku bersiap untuk memakai pakaian yang bernama hanfu seperti yang dipakai oleh Yanwu selama ini.
Katanya diriku harus menyesuaikan etnis di tempat itu.
Dan hanfu yang ku kenakan harus cocok dengan Yanwu katanya, karena Yanwu saat ini mengenakan gaun putih polos dengan motif khusus.
Harusnya, menurut pandangan pribadi aku bebas memilih hanfu yang ingin aku kenakan atau lebih ke arah tipe ras manusia dewa itu.
Dan setelah aku pikir-pikir hanfu yang ku kenakan ini lebih kearah diriku adalah pasangan Yanwu saja.
Usai berganti pakaian aku pun keluar dari kamar nampak Yanwu yang tengah menunggu diriku sembari membaca buku.
"Humph, terlalu percaya diri.." langsung saja aku pergi meninggalkannya.
Saat aku menunjukkan diri kepada yang lain entah mengapa mereka menatapku begitu aneh, terus-terusan melihatku hingga aku menjadi canggung.
Apalagi ku lihat Leonin si mata perempuan menatapku seakan tidak berkedip.
"Waa cantik sekali adikku yang manis ini, biar aku peluk saking gemasnya..." ucap Reina sembari berhamburan ke arahku. Lalu memelukku.
"Hei... kenapa wanitamu memanggil Anita adik?"
"Entahlah, mungkin dia menginginkan seorang adik seperti Anita, lagian dia itu adalah gadis yang baik!"
"Lalu bisakah kamu jelaskan dirimu yang melihatnya intens tadi?"
"Pria sepertimu pasti berpikir negatif selalu, aku malas berbicara denganmu."
Di saat yang sama pun aku mendengar pembicaraan Doro dan Leonin, mereka sedang membicarakan diriku.
__ADS_1
Tak lama Yanwu datang kemudian dia menarik tanganku pelan hingga diriku bersebelahan dengannya.
"Bagaimana, apa aku cocok dengannya?" dan baru kali ini aku melihat Yanwu menunjukkan eksistensinya begitu mencolok, tidak seperti dirinya yang biasa.
"Apa mungkin dia sedang... aku dan dia... Argh! Tidak, lagian untuk apa aku memikirkan hal itu, mana mungkin kan Yanwu sedang memperlihatkan kepada mereka bahwa aku ini adalah pasangannya kelak, haha mustahil!"
"Ah... aku lupa mengatakannya, aku ini memiliki harapan bersama dengannya..."
Entah apa yang dipikirkan oleh Yanwu sekarang dia benar-benar berani mengatakannya.
Di satu sisi aku melihat tatapan tajam dari dua pria itu, Sekai dan Leonin.
Tak lama diriku dan Yanwu keluar dari kastil setelah jarak dari dataran itu sudah tak jauh lagi.
Menggunakan sebuah pedang berukuran besar sebagai kendaraan menuju kesana kini diriku harus di tuntut untuk selalu berpegangan pada Yanwu.
"Um... pria dari ras manusia dewa itu.. apakah dia jahat?" ucapku yang ingin mengatakan pernyataan yang mengganjal di hati kepada Yanwu, dia pasti mengetahuinya. Aku yakin sekali.
Yanwu lalu menyentuh daguku lembut agar diriku menatapnya.
"Segitu tak sabarnya kah, dirimu ingin menggodanya?"
Aku langsung saja tersipu malu walaupun perkataan Yanwu barusan adalah suatu kesalahan, apalagi diriku yang bereaksi terlalu berlebihan saat dia mengatakannya.
Membuatku terlihat seakan-akan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Yanwu sebelumnya.
"A-aku... cuma mau bertanya..."
"Bagus kalau begitu, hanya saja saat misi berlangsung kamu jangan sampai terbawa oleh arusnya. Apa kamu mengerti!?" tatapan Yanwu saat mengatakannya begitu serius, sepertinya ada maksud tersirat. Dan aku berusaha untuk memecahkannya.
"Pria itu bernama Zhang Jiangwu, selain sifatnya yang paranoid dia juga memiliki kebebasan terhadap dirinya sendiri. Dia itu bisa disebut orang yang baik dan juga orang yang keji!"
"Apa seperti Yui yang memiliki dua kepribadian?"
Yanwu menggeleng "Lebih ke arah situasi dan kondisi, karena pria itu akan menjadi pembunuh berdarah dingin saat melihat orang yang berbuat buruk! Dan sebaliknya, dia baik pada waktu menolong orang yang kesusahan. Namun sejatinya dia itu adalah orang yang kesepian!"
"Eh, detail sekali informasi tentangnya, bagaimana kamu tahu?"
"Sayangnya sekali aku tidak bisa mengatakannya sekarang."
"Kenapa?"
__ADS_1
"Kamu belum menjadi kekasih dan calon istri masa depanku!"