
Aku akui kehangatan yang aku rasakan saat ini membuatku maupun siapapun dapat merasakan rasa nyaman dan menenangkan. Seperti Yin yang dibuat ingin tidur sebab dia menikmatinya.
Pendapatku mengenai kehangatan didalam tumpangan ini biasa-biasa saja, karena memang diperlukan untuk menjaga suhu ketika berada jauh di bawah permukaan.
Dan aku lihat dari layar kecil, rupanya kami sudah lumayan dalam memasuki tanah.
"Apa kita tidak menimbulkan kecurigaan, melakukan penyusupan dengan cara ini?" gumam Kino menghembuskan nafasnya kasar. Dia terlihat bosan.
"Menurut aku sih... tidak masalah dan aman-aman saja, kan udah kita sepakati bersama mengenai rencana penyusupan tim ini sebelumnya," sahut Nie yang duduk didepan bersama dengan Brain yang menjalankan kendaraan ini.
Sama seperti apa yang dikatakan dalam kertas yang dibagikan kepada setiap tim, salah satunya tim penyusupan agar melalui jalur bawah tanah.
Setiap rencana tersebut aku dengar adalah ide dari satu orang dan aku nyakin dia adalah Hiyou.
Yang mengharuskan melalui jalur bawah tanah untuk memasuki area kerajaan, bukan karena pertahanan orang-orang kerajaan yang sangat ketat. Melainkan untuk menyelamatkan tawanan yang dikurung di ruang bawah tanah kerajaan.
Kemarin malam aku setuju, mengingat tuan Mizu terakhir kali ditahan oleh orang-orang kerajaan.
Dengan menyesuaikan rencana tersebut aku bisa sekaligus membebaskan tuan Mizu dari belenggu.
Atau kemungkinan terburuknya di waktu ini beliau sudah tiada, dan bisa saja bersekongkol dengan pihak kerajaan.
Beberapa menit kemudian, Brain mengatakan jika kendaraan ini sedang menuju permukaan pada ruang bawah tanah kerajaan.
Dia memerintah Nie untuk langsung menggunakan kemampuannya ketika kendaraan ini muncul di permukaan. Guna mengendalikan beberapa penjaga disana.
Pas sekali kendaraan ini muncul di tempat yang cocok, kamipun langsung keluar dari bergegas mengamankan sekitaran.
"Penyusup!?"
Terdapat lima penjaga di ruang minim cahaya ini yang berjaga. Lalu saat salah satu dari mereka mengetahui kehadiran kami Nie langsung saja menggunakan kemampuannya.
Empat orang penjaga sudah dalam kontrol Nie hanya saja satu orang lagi tidak terpengaruh terhadap kemampuan pencuci otak.
Dia tetap berdiri tegak sambil mengamati kami sementara rekan-rekannya dibuatnya menunduk oleh Nie.
"Apa kalian mencurinya dari tempat ras manusia tidak berkemampuan? Hehe aku terkejut sekali mesin tersebut bisa bergerak didalam tanah."
Penjaga ini mengira tumpangan kami berasal dari wilayah ras manusia tidak berkemampuan, dan menuduh kami mencuri.
"Selain itu, aku ini abadi. Jadi kalian tidak akan bisa membunuhku dengan mudah!" gumamnya sambil tersenyum menyeringai yang terlihat samar-samar.
"Apa dia cuma menggertak?"
__ADS_1
"Waktu kita sedikit, Yin gunakan kemampuan milikmu!" perintah Brain.
Mengejutkan, kemampuan Yin tidak berefek sama sekali kepadanya. Dia bahkan masih berada di tempatnya dengan ekspresi sama.
"Percuma saja. Kemampuan seperti itu tidak mempan sama sekali kepadaku!"
Meskipun dia ini membuatku tertegun karena dia tidak terpengaruh terhadap kemampuan Yin, tapi sangat disayangkan dirinya terlalu besar kepala. Membeberkan tentang dirinya secara terang-terangan.
Saat ini Yin gelisah, begitu dengan Nie yang masih berusaha untuk mengendalikan penjaga tersebut.
"Bagaimana jika kita membuat kesepakatan, kau akan bergabung dengan kami. Sebagai imbalannya kau bisa menyebutkan apa yang dirimu inginkan!" ucap Brain bernegosiasi.
"Hey, belum tentu dia ini abadi. Dia mungkin saja sedang menggertak!" bisik Kino kepada Brain yang bisa aku dengar ucapannya.
"Bodoh. Aku tidak akan berkhianat sama sekali pada raja. Jadi terimalah nasib kalian!"
Bug!"
"Argh!!!"
"Terlalu banyak berbicara, telingaku jadi terganggu!" ucap Kino yang secara tidak terduga berada di samping penjaga tersebut dan menghajarnya di muka. Kelihatannya dia menghajarnya dengan sangat keras.
Bruk!
Dari apa yang aku lihat bisa disimpulkan jika ini bukan pertama kali Kino membunuh seseorang.
Sebuah logam berbentuk peti muncul dari bekas lubang tanah tempat kendaran tadi muncul. Sehingga tidak menimbulkan suara gaduh ketika logam tersebut keluar dari tanah.
Yang kemudian melayang dan sudah berada didekat jasad penjaga tersebut. Kino pun mengangkatnya dan memasukkan penjaga tadi kedalam logam berbentuk peti tersebut.
Beberapa menit setelahnya, peti tersebut lalu menghilang secara perlahan-lahan entah kemana.
Berhubung kata Brain waktu kita tidak banyak maka dia berkata untuk membebaskan para tahanan secepat mungkin, serta nasehat agar tetap berhati-hati.
Kini aku bersama Yin sedang membebaskan para tawanan yang kondisinya sudah kurus kering. Ada dari mereka juga yang aku bebaskan dalam keadaan memprihatinkan karena sedang hamil, tak jauh dari sel yang aku buka.
Lebih parahnya lagi aku melihat seseorang yang sedang duduk dengan wajah tertutupi oleh rambutnya yang gondrong. Saat aku mendekat dia tiba-tiba saja menoleh secara mendadak.
"Aa em..."
Hampir saja aku teriak namun sempat aku tutup mulutku secara spontan.
"Kamu ini siapa...?" ucapnya dengan suara serak sambil menunjuk kepadaku.
__ADS_1
"Maaf tuan, aku disini untuk membebaskan para tawanan. Jadi tuan tenang saja ya."
"Terimakasih banyak telah datang untuk membebaskan kami, orang-orang yang ditawan guna dijadikan ekperimen, disini kami sangat menderita," ungkapnya sedikit terbata-bata.
Dia sepertinya butuh seorang pendengar untuk menyampaikan keluh kesahnya.
Sementara Yin melepaskan tas ranselnya dan merogoh isi tasnya seperti hendak mengambil sesuatu.
"Eksperimen seperti..."
"Yah, ekperimen percobaan kemampuan tanam dalam diri kami. Dari awal aku sendiri tidak mengerti kenapa diriku bisa berada di dunia ini. Tak lama diriku langsung di hajar ketika bertemu dengan orang-orang berpakaian bangsawan!"
"Ini. Aku bawa makanan buat om, silahkan dimakan dulu..." ucap Yin seraya menyodorkan tiga roti kepada pria paruh baya ini.
"Eh? Bukannya waktu itu dia bilang tidak membawa makanan didalam tasnya?"
"Terimakasih untuk rotinya anak manis, kamu sangat baik sekali..."
"Sama-sama om, lagian aku bertindak secara naluriah, karena manusia harus hidup saling tolong menolong."
"Benar apa yang kamu katakan. Tapi kamu salah memanggil diriku "om" sebenarnya aku ini berusia 17 tahun!"
Mendengarnya aku shock sekali dan sangat membuat dadaku merasa sesak yang amat mendalam.
Bagaimana bisa orang-orang kerajaan sungguh kejam sekali terhadap ras manusia tidak berkemampuan.
Sampai-sampai mengubah diri seseorang menjadi berbeda lantaran ditahan hingga dirinya kurus kering seperti ini.
Beberapa menit berlalu, semua tawanan berhasil diselamatkan serta dikembalikan dirinya pada saat pertama kali berada di dunia ini.
Hanya dengan sentuhan tangan, Kino mengembalikan mereka menggunakan kemampuan miliknya.
Kali ini pengulangan pada diri seseorang hingga dari yang tua menjadi muda kembali, begitu yang Kino katakan kepadaku.
Lalu setelah itu sebagian dari mereka ikut bersama tim kami lantaran mengakui dirinya memiliki kemampuan dan Brain langsung menyetujuinya. Di satu sisi sebagian dari mereka berada didalam kendaraan tadi.
Yang kata Brain sudah di upgrade menjadi lebih luas didalamnya.
Salah seorang relawan menawarkan membantu dengan kemampuannya mengubah pandangan para penjaga kepada diriku dan yang lain menjadi setara.
Artinya diriku saat mereka lihat nampak seperti penjaga kerajaan.
Seterusnya relawan lain dapat membuat para penjaga di ruangan yang kini kami masuki menjadi batu seketika.
__ADS_1
Aku rasa tim ini mendapati orang-orang yang cukup hebat.