
Aku tidak menyangka jika dirinya bisa meloloskan diri dengan mudahnya dari tali yang mencengkram kuat tangannya. Apa dia menggunakan peningkatan kemampuan?
Ancaman barusan sudah tuntas kini muncul lagi resiko didepan mata secara tidak terduga, Kay dapat meloloskan diri dan sekarang berada tepat di depanku.
"Sejak kapan kamu bebas?" tanyaku antara bingung dan tidak percaya. Apalagi melihat Kay menunjukkan senyum setengah diakhir ucapannya.
Misalkan saja dia sebelumnya sudah terbebas dan melihat aksi ku barusan. Dan dia terus bersembunyi sampai akhir hingga pada saat tertentu dia menunjukkan dirinya.
"Ya, sudah lama aku terlepas dari ikatan konyol itu. Malahan bisa melihat dirimu saat menghadapi orang berkemampuan tinggi dari awal sampai akhir. Kamu ini sebenarnya pintar dan pandai menyembunyikan sifat aslimu, akan tetapi kamu tidak bisa membodohi ku, serigala berbulu domba!"
Dugaan ku benar, Kay sudah terbebas saat aku keluar dari ruangan sebelumnya. Dia pun secara terang-terangan mengatakan sesuatu tentang diriku dan mengatai aku ini serigala berbulu domba.
"Serigala apanya! Aku cuma melakukan itu karena tuntutan kondisi. Orang itu memang memiliki kemampuan yang hebat, jadi apa salahnya aku memainkan suatu trik untuk mengalahkannya."
"Heh.. tidak apa hanya saja kamu berbeda sekali saat pertemuan awal denganku ditengah hujan, saat itu aku mengira kamu gadis manis dan polos tapi nyatanya pendapatku salah."
"Udah cukup, basa-basinya. Kamu mau membalaskan dendam kan?" tanyaku yang tidak ingin banyak membuang waktu pada perdebatan ini.
Memilih jalur damai mungkin bisa membuatnya tidak menangkap diriku, tapi aku tidak nyakin rencana itu akan berhasil.
"Umm..."
"Begini saja, kalau kamu mau mengakui dirimu tidak se-polos yang kira, aku mau menjadi sekutu mu secara sukarela. Plus memberitahu lokasi persembunyian adikku!" ucap Kay yang sebelumnya mendahuluiku berkata.
Tidak ada ruginya jika dia menjadi sekutuku sebenarnya, malah menguntungkan bagiku karena tidak perlu susah payah membujuknya menjadi rekan. Serta dia akan menunjukkan lokasi Ryu berada.
Kini Kay menatapku tanpa berkedip sekalipun. Dia benar-benar menunggu jawaban dariku.
"Oke, aku mengakuinya. Bahwa aku ini jago dalam hal beladiri dan trik sulap!" jawabku dengan nada dibuat menyakinkan agar tidak ada keraguan bagi Kay untuk menolak tawarannya barusan.
Walaupun sebenarnya dalam hal beladiri dan trik sulap aku ini tidak terlalu jago-jago sekali.
"Menarik, kalau begitu kita sudah sepakat menjadi sekutu, dan bukan rekan!" ucapnya menekan kata diakhir.
Bagiku tidak apa-apa jika hubungan antara aku dan Kay hanya sebatas sekutu, lagipula situasi sekarang sedang genting ada yang menerobos masuk kedalam bunker.
Sesaat kemudian aku dan Kay bergerak menuju tempat suara gaduh seperti ada perkelahian berlangsung. Dan benar saja, ketika aku mengendap-endap memasuki ruangan lain untuk memastikan, ternyata Yanwu sedang menghadapi beberapa orang berkemampuan secara langsung.
Meski dia harus melawan banyak orang sekalipun yang memiliki kemampuan berbeda namun Yanwu tetap melawannya.
Ruangan ini sangat luas hanya sekedar untuk tempat air yang kemungkinan digunakan sebagai wadah air bersih lalu diproses menjadi air minum.
__ADS_1
Belum aku runding kan Kay sudah bergerak maju kedepan. Menghajar dan melawan orang-orang berkemampuan yang menyerangnya.
"Orang-orang kerajaan kenapa bisa tahu ya, aku bersembunyi disini? Padahal tempat ini jauh sekali dari permukaan?"
Splash..
Menggunakan kemampuan elemen air Kay dapat dengan mudahnya menumbangkan satu demi satu orang. Hanya saja...
"Argh!!"
"Argh!!!"
Dia membunuh setiap orang yang menyerangnya tanpa ampun. Sama sekali aku melihat Kay membunuh banyak orang tanpa keraguan dari tindakannya itu.
Lalu berkatnya Yanwu jadi terbantu tanpa berlama-lama mengalahkan orang-orang berkemampuan.
Sekitar 15 menit semenjak Kay datang membantu.
"Anita, kenapa dia bisa lolos dan membantuku tadi? Apa mungkin kamu membuat perjanjian dengannya?" tanya Yanwu sesudah menghampiriku.
"Sebenarnya bukan perjanjian tapi dia sukarela mau menjadi sekutu, dan aku dari awal tidak bisa menolaknya!" jelasku.
"Tidak-tidak. Dia mau jadi sekutu karena...sksk," ucapku sambil berbisik.
"Hmm, tapi kamu tidak mengerti apa yang disebut sekutu itu."
"Aku..."
"Hey... bagaimana kalau aku ikut bergabung, sepertinya obrolan kalian menarik untuk dibahas."
Dhar!!
Wadah air besar tiba-tiba meledak hingga air bisa saja menenggelamkan orang-orang di ruangan ini. Kemudian Yanwu meminta diriku untuk lari terlebih dahulu, karena dia berucap pada Kay "aku mengandalkan dirimu sekutu, ini tes awal kamu diterima atau tidak."
Meskipun aku menolak untuk pergi tapi Yanwu tetap memaksa ku hingga dia membopong diriku dan pergi meninggalkan Kay sendirian.
Di lorong panjang Yanwu menjelaskan jika perempuan itu terbunuh oleh seseorang berkemampuan cepat. Mungkin maksud Yanwu adalah Klie.
Sedangkan Willy menyerang orang berkemampuan memunculkan senjata dan bertarung dengannya pada ruangan yang kini Yanwu dan aku datangi.
Sebelumnya ketika Yanwu melihat dua orang tergeletak, yang tak lain adalah pria kekar dan Klie. Yanwu langsung memasukkan keduanya kedalam cincin ruang waktu.
__ADS_1
Flashback on
"Kenapa kamu memasukkan mereka kedalam cincin ruang?"
"Mereka berdua memiliki kemampuan unik dan bisa dijadikan sebagai tameng nantinya, apalagi keduanya masih bernafas!"
"Berarti bisa saja akan ada bahaya nantinya sampai kamu menggunakan mereka? Aku tahu mereka ini orang-orang kuat."
"Iya, rencananya aku ingin mengendalikan dua orang tadi menggunakan kemampuan pengendalian tubuh."
"Apa itu?"
"Intinya dua orang tadi nantinya akan tunduk sepenuhnya pada perintahku."
Flashback off
Sampai di ruangan yang terdapat meja dan kursi berjejeran kini Willy sedang menghadapi dirinya sendiri dalam bentuk lain.
4 dirinya itu menyerang Willy secara bersamaan dengan gerakan dan teknik penyerangan yang sama.
Kata Yanwu, sekarang lebih baik menganalisa lawan sebelum membantu Willy. Bisa dibilang untuk saat ini aku dan Yanwu tidak terdeteksi karena menggunakan kemampuan penghilang keberadaan milik Yanwu.
Ting!! ting!
Ting! ting!
Suara hantaman pedang satu sama lain membuat gaduh seisi ruangan ditambah lagi dengan suara kerusakan akibat dari properti yang terkena imbasnya.
Hingga Willy terlihat sangat kelelahan dan terdesak karena dirinya yang lain tetap berdiri setelah terbunuh. Bahkan bagian dari tubuh yang terpotong pun bisa tumbuh kembali layaknya amuba.
Dari awal aku sangat terkejut melihat ruangan ini yang di penuhi oleh darah, di langit-langit maupun tembok dan lantai. Dan tidak disangka jika darah itu berasal dari si peniru diri Willy.
Shut!
Yanwu lalu bergerak menuju salah satu tubuh yang meniru Willy dan mengikatnya menggunakan tali yang muncul pada lengan bajunya
Dengan cepat hingga semua tubuh tersebut terikat, lalu ia melafalkan perkataan yang tidak ku mengerti.
Kemungkinan Yanwu sedang melafalkan suatu mantra.
Kemudian dari bawah tubuh peniru Willy muncul garis lingkaran terdapat simbol-simbol dan tulisan-tulisan tertentu.
__ADS_1