Last Life

Last Life
Sensasi Pertama Kalinya Aku Rasakan


__ADS_3

Aku pun segera melepaskan pelukanku dari Yanwu dan merasa canggung setelahnya. Sekai kemudian menghampiri diriku sembari memberiku sebuah cawan. Hingga keningku berkerut karenanya.


"Aku membuat obat penyembuh luka dengan cepat, minumlah. Aku pergi du..." saat menjelaskan maksud kedatangannya sekilas aku melihat ekspresi sedih di wajahnya. Apalagi saat Sekai memutuskan untuk pergi begitu saja, aku merasa bersalah dan mencoba untuk menahannya.


"Ada apa?" jawabnya dengan raut datar.


"Aku mau melihat-lihat tempat di kastil ini setelah minum obat, kamu mau, kan menemaniku?" ujar ku sembari mengajak Sekai, ku harap dia tidak sedih dan marah padaku.


Sebenarnya aku tahu dia itu menyukai ku apalagi flashback waktu itu, aku masih mengingatnya.


Akhirnya, rencana ku berhasil untuk mengembalikan mood Sekai, wajahnya terlihat antusias menanggapi ajakan ku.


"Tentu saja, kalau begitu aku akan menunggu disini!"


Dan setelah aku menoleh ternyata Yanwu sudah tidak ada didekat ku. Aneh, dia menghilang disaat-saat seperti ini. Lalu sejak kapan dia pergi?


Aku pun meminum ramuan obat yang begitu terasa pahit di lidah, ya mau bagaimana, biar aku cepat sembuh. Lantaran aku tidak suka sekali kesulitan saat diriku lemah karena sedang sakit


Benar-benar Yanwu sudah tidak ada di ruangan ini lagi, seakan-akan dia sebelumnya adalah hantu atau mungkin saja ilusi.


Aku jadi merasa merinding jika sebelumnya aku berhalusinasi hingga berbicara dengan Yanwu. Tapi satu hal yang membuatku yakin jika dia asli, yaitu kehangatan saat aku memeluknya.


Kini Sekai menjelaskan beberapa ruangan dan tempat unik di kastil ini dengan tempo agak lambat, sampai aku paham dengan penjelasannya. Sebab, dia menjelaskan intinya.


Sembari menunggu waktu sarapan pagi aku asyik menikmati waktu senggang ini.


Katanya, Reina yang akan memasak jadi aku benar-benar luang sekarang.


"Apa kamu pernah naik roller coaster, Anita?"


"Belum, tapi kenapa kamu mengatakan itu? Dan kamu bisa tahu tentang wahana...?"


"Hahaha aku ini sudah mempelajari semuannya tentang bumi tempat asalmu!"


"Hmm, benar juga. Masuk akal."


Sebuah ruangan dimana ada tempat duduk layaknya dipergunakan untuk keamanan menaiki wahana, aku pun disodorkan sebuah kacamata.


Selain itu ruangan ini berisi hal unik lainnya seperti tempat bermain di mall.


Jadi aku akan berasa naik rollercoaster sungguhan setelah menggunakan suatu alat mutakhir ini.

__ADS_1


Aku jadi teringat dulu, sebuah kacamata tiga dimensi yang pernah aku gunakan saat menonton film tertentu. Rasanya seperti asli, dan sesuatu keluar dari TV.


"Hmm, kamu sedang melamun-kan apa?"


"Masa laluku, oh ya, ngomong-ngomong kamu ikut, kan sama aku merasakan naik rollercoaster?" jelasku sembari bertanya untuk memastikan Sekai ikut denganku atau tidak.


"Baiklah, aku akan menemanimu. Aku tidak bisa menolaknya..."


"Perkataan dan ekspresi Sekai seperti seorang suami yang penurut saja ya?"


Tak lama aku berada dalam keadaan yang membuatku menjerit-jerit saat ini, entah kenapa aku benar-benar berada di wahana rollercoaster sungguhan.


Setelah aku memakai kacamata pemberian Sekai lalu dia selesai menghitung mundur, aku benar-benar dalam wahana yang menantang adrenalin ini.


Bahkan ketika aku mengecek kacamata itu di area mata. Kacamata itu tak disangka sudah menghilang.


"Kyaaa..."


"Hahahaha ini mengasyikkan!"


Sekali lagi aku berteriak saking tak sanggup nya melihat kereta ini seakan terjatuh pada rel curam, apabila aku berada di kursi paling depan.


Beda dengan Sekai yang sekilas ku lihat menikmatinya momen ini.


"Gwaaa!!"


Grep.


"Ergh.. kamu terlalu erat memelukku Anita! Tapi... aku senang kamu mengandalkan diriku saat ini."


"Sudah... aku tidak mau lagi... aku mau turun hiks..."


"Tunggu? Kamu menangis...?"


Dalam sekejap aku sudah tak merasakan angin berhembus dan suara rel rollercoaster seperti sebelumnya.


Saat aku membuka mata ternyata diriku kembali dalam keadaan awal, duduk di kursi sebelum berada di wahana itu secara nyata.


Aku menghela nafas panjang kemudian pertanyaan terlintas dalam pikiranku, apa aku tadi bermimpi?


"Maaf, karena aku... kamu jadi mengeluarkan air mata yang berharga. Aku sangat menyesal..."

__ADS_1


Sekai ku lihat dia sangat menyesal seperti yang dibilangnya dan dengan dirinya yang menjelaskan akan hal itu. Berarti aku tadi tidak sedang bermimpi, hanya saja kenapa dia merasa sangat menyesal begitu.


"Tidak apa-apa Sekai, aku senang bisa merasakan sensasi yang belum pernah aku rasakan saat aku masih hidup. Bahkan jika aku berumur panjang dan tidak memutuskan untuk bunuh diri, mungkin aku juga tidak akan pernah merasakan sensasi menaiki wahana yang sangat memacu adrenalin ini. Walaupun aku takut sih.. saat relnya condong sangat curam!"


Setelah aku mengatakannya aku melihat senyuman dan wajah berseri-seri Sekai, yang baru pertama kali ku lihat.


Hingga dua tempat dan satu ruangan telah aku masuki.


Sudah saatnya aku dan Sekai sarapan pagi, aku sudah tak sabar ingin tahu apa yang dimasak oleh Reina untuk makan sarapan kali ini.


Dan ternyata... adalah nasi goreng dengan berbagai toping.


"Ah... enak sekali... yam.. yam..." awalnya aku biasa-biasa saja, namun tetap menghargai apa yang disiapkan Reina untuk sarapan pagi ini. Lalu saat aku memasukkan sendok berisi nasi goreng dan toping yang telah ku taruh. Aku dibuat seperti halnya melayang dalam kenikmatan rasa.


Demi semua pedagang nasi goreng di dunia entah kenapa nasi goreng buatan Reina ini sangat enak sekali.


"Hei... pelan-pelan makannya, badanmu sudah gemuk tahu!"


Mendengar ucapan Leonin aku langsung saja memperlambat tempo makan ku, rasanya tidak enak saat aku dibilang begitu.


"Jangan dengarkan kata-katanya, Anita! Dia itu cuma membual!" teriakan Reina membuatku akhirnya sadar, bahkan saat aku lihat Leonin lagi dia tersenyum mengejek ke arahku.


Aku lengah lagi karena godaan seorang playboy.


"Humph."


Tak lama setelah selesai sarapan kami berkumpul di ruangan biasa tempat membahas tujuan selanjutnya.


Sementara ras manusia dewa lain yang dalam penjara sudah diperlakukan dengan baik.


Yanwu bilang, Yin masih butuh pencerahan lagi agar dirinya melepaskan sifat buruknya itu sampai ke akar-akarnya.


Sementara mantan Raja dari kota besar itu saat ku temui tadi, dia kelihatannya benar-benar berubah.


"Tujuan selanjutnya adalah... dataran langit!" ujar Yanwu didepan hologram dari alat buatan Sekai, terlihat tempat tujuan itu melayang di atas langit.


"Menarik. Kita tidak harus turun lagi!" ucap Leonin dengan senyum miring saat ku lirik.


"Sepertinya akan jadi tempat yang bagus untuk dijadikan spot foto yey...!" sahut Reina menangapi tentang tempat tujuan kali ini.


"Untuk informasi tentang tempat itu kalian bisa membuka berkas didepan kalian sekarang! Sementara beberapa gambar yang di tangkap dengan drone mengenai dataran langit, lihat pada hologram!" perintah Yanwu langsung aku turuti.

__ADS_1


Dikatakan tempat itu seperti halnya dunia kultivasi, karena orang-orang berkemampuan layaknya pendekar berkumpul di sana.


__ADS_2